Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita TerbaruModel Pembelajaran

Pengertian Model Pembelajaran Radec (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create)

0
×

Pengertian Model Pembelajaran Radec (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create)

Sebarkan artikel ini

Pengertian Model Pembelajaran Radec (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) – Menurut Sopandi (2019) Model pembelajaran Read, Answer, Discuss, Explain, and Create (RADEC) yaitu model pembelajaran yang mengarahkan kepada peserta didik agar peserta didik memiliki keterampilan pada abad-21 dan juga peserta didik dapat memiliki keterampilan serta penguasaan konsep pada pembelajaran yang di pelajari. Model pembelajaran ini di kembangkan berdasarkan potensi yang ada pada peserta didik agar mejadi manusia yang aktif, kreatif dan bertanggung jawab. Model ini juga dikembangkan berdasarkan atas dasar teori kontruktivisme.

Model pembelajaran RADEC ini memiliki langkah-langkah pembelajaran yang mudah diingat dan dipahami oleh guru karena tergambarkan dari nama model itu sendiri. Berikut ini adalah sintaks dari model pembelajaran RADEC yang dikemukakan oleh Sopandi (2017) bahwa model pembelajaran RADEC terdiri dari lima tahapan yaitu sebagai berikut.

Scroll untuk melihat konten

Gambar di atas merupakan langkah-langkah model pembelajaran RADEC yang diawali tahap Read atau membaca, kemudian tahap Answer atau menjawab, dan tahap Discuss atau mendiskusikan. Selanjutnya tahap Explain atau menjelaskan dan tahap Create atau mencipta. Berikut penjelasan model pembelajaran RADEC:

Read (Membaca)

Pada tahap ini guru akan mengarahkan peserta didiknya untuk menggali informasi dari berbagai sumber baik buku, sumber informasi atau sumber informasi lainnya seperti internet. Agar peserta didik terbimbing dalam menggali informasinya peserta didik dibekali dengan pertanyaan-pertanyaan pra pembelajaran yang sesuai dengan materi yang dipelajari. Pertanyaan prapembelajaran adalah pertanyaan yang jawabannya merupakan aspek kognitif esensial yang harus dikuasai peserta didik setelah mempelajari suatu materi pelajaran. Tingkatan berpikir yang dituntut dalam pertanyaan sebaiknya beragam dari berpikir tingkat rendah sampai berpikir kritis.

Pertanyaan pra pembelajaran ini diberikan sebelum pertemuan pembelajaran di kelas. Kegiatan menggali informasi dalam rangka menjawab pertanyaan ini dilakukan secara mandiri oleh peserta didik di luar kelas. Hal ini didasari pemikiran bahwa sejumlah informasi dapat digali sendiri oleh peserta didik tanpa bantuan orang lain. Informasi yang tidak dapat dikuasai peserta didik dengan hanya membaca dapat ditanyakan kepada peserta didik lain (tutor sebaya) atau dijelaskan oleh guru saat pertemuan di kelas.

Menggunakan cara ini maka proses kegiatan pembelajaran di kelas dapat lebih difokuskan pada pengembangan aspek lain (terutama karakter sosial) yang pengembangannya memerlukan interaksi dengan orang lain. Dengan cara memberikan tugas belajar secara mandiri pada peserta didik sebelum belajar di kelas juga mendorong pembelajaran di kelas lebih difokuskan pada bagian materi pelajaran yang dianggap sukar oleh seluruh peserta didik.

Answer (Menjawab)

Pada tahap ini peserta didik menjawab pertanyaan pra pembelajaran berdasarkan pengetahuan yang diperoleh pada tahap Read (R). Pertanyaan pra pembelajaran disusun dalam bentuk Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Dengan cara seperti ini dimungkinkan peserta didik secara mandiri melihat pada bagian mana mereka kesulitan mempelajari suatu materi. Di samping itu peserta didik sendiri dapat menilai apakah dia termasuk orang yang malas atau rajin membaca, mudah atau sukar memahami isi bacaan, tidak suka atau tidak suka membaca teks pelajaran, dan lain-lain.

Guru pun dengan melihat pengerjaan tugas peserta didik pada Lembar Kerja Siswa (LKS) dan sedikit pertanyaan pada setiap peserta didik dapat mengetahui tentang semua keadaan peserta didik tersebut. Berdasarkan data tersebut guru dapat memberi bantuan yang tepat untuk setiap peserta didik. Besar kemungkinan guru akan menemukan tentang adanya kebutuhan peserta didik yang berbeda satu sama lain.

Discuss (Mendiskusikan)

Pada tahap ini peserta didik secara berkelompok mendiskusikan jawaban atas pertanyaan atau hasil pekerjaan yang telah mereka kerjakan di luar kelas atau di rumah secara mandiri sebelum pertemuan di kelas dilakukan. Guru memotivasi peserta didik yang berhasil dalam mengerjakan tugas tertentu dari LKS untuk memberi bimbingan pada temannya yang belum menguasainya. Peserta didik yang belum menguasainya dimotivasi guru untuk mau bertanya pada temannya. Tahap ini pun bisa diisi dengan kegiatan mendiskusikan hasil pekerjaannya dengan hasil pekerjaan temannya yang lain dalam satu kelompok. Pada tahap ini guru bertugas memastikan bahwa terjadi komunikasi antar peserta didik dalam rangka memperoleh jawaban atau pekerjaan yang benar.

Dengan cara mencermati kegiatan seluruh kelompok guru juga dapat menentukan kira-kira kelompok mana atau siapa yang sudah menguasai konsep yang sedang dipelajari. Dengan cara ini pula guru dapat mengetahui kelompok mana atau siapa yang sudah memiliki ide-ide kreatif sebagai bentuk penerapan konsep yang sudah dikuasainya. Berdasarkan hasil pengamatan ini, guru dapat menentukan kira-kira siapa yang dapat dijadikan narasumber pada tahap berikutnya

Di samping memastikan terjadinya komunikasi antar peserta didik dalam setiap kelompok dan mengidentifikasi narasumber dari peserta didik untuk tahap berikutnya, pada tahap ini guru juga dapat mengidentifikasi pada bagian tugas mana seluruh peserta didik atau kelompok mengalami kesulitan. Kesulitan tersebut selanjutnya akan dijelaskan oleh guru secara klasikal untuk semua kelompok pada tahap Explain (E). Tahap berdiskusi (D) diakhiri manakala peserta didik selesai mendiskusikan tugasnya, atau peserta didik sudah tak dapat lagi melanjutkan pekerjaan karena mengalami kesulitan.

Explain (Menjelaskan)

Pada tahap ini, dilakukan kegiatan presentasi secara klasikal. Materi yang dipresentasikan melingkupi seluruh indikator pembelajaran aspek kognitif yang telah dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. Urutan presentasinya disesuaikan dengan urutan rumusan indikator tersebut dalam rencana pembelajaran. Pada tahap ini perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan konsep esensial yang sudah dikuasainya di depan kelas. Pada kegiatan ini pun, guru memastikan bahwa apa yg dijelaskan peserta didik tersebut benar secara ilmiah dan semua peserta didik memahami penjelasan tersebut.

Pada kegiatan ini guru pun mendorong peserta didik lain untuk bertanya, membantah, atau menambahkan terhadap apa yang sudah dipresentasikan oleh temannya dari kelompok lain tersebut. Pada tahap ini pun dapat dijadikan kesempatan bagi guru untuk menjelaskan konsep esensial yg belum dapat dikuasai seluruh peserta didik berdasarkan hasil pengamatan pada tahap berdiskusi (D). Pada saat menjelaskan bagian tersebut guru mungkin memberikan penjelasan berupa ceramah, demonstrasi atau hal lainnya yang diperkirakan dapat mengatasi kesulitan seluruh peserta didik tersebut.

Create (Mencipta)

Pada tahap ini guru menginspirasi peserta didik untuk belajar menggunakan pengetahuan yang sudah dikuasainya untuk mencetuskan ide-ide atau pemikiran yang sifatnya kreatif. Pemikiran kreatif dapat berupa rumusan pertanyaan produktif, masalah di lingkungan sekitar yang memerlukan pemecahan, atau pemikiran untuk membuat karya lainnya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tugas membuat ide-ide atau pemikiran yang sifatnya kreatif sudah tercantum dalam pertanyaan pra pembelajaran. Pada tahap ini tinggal mendiskusikannya saja secara klasikal.

Karena peserta didik sebelumnya sudah ditugaskan mengerjakannya secara mandiri dan juga sudah mendiskusikannya pada tahap D. Bila guru menemukan semua peserta didik mengalami kesulitan untuk mencetuskan ide-ide kreatif, guru perlu memberikan inspirasi pada peserta didik. Sumber inspirasi yang diberikan guru dapat berupa contoh penelitian, pemecahan masalah atau karya lain yg sudah dilakukan orang. Selanjutnya secara klasikal peserta didik mendiskusikan ide-ide kreatif lain yg dapat dibuat sekaligus merencanakan dan merealisasikannya.

Sebagai inspirasi lain bagi peserta didik, guru dapat memberikan contoh rencana kreatif yang belum pernah direalisasikan baik oleh dirinya maupun orang lain. Keadaan peserta didik belum memiliki ide sendiri maka mereka dapat mengerjakan ide guru tersebut. Pengerjaaan ide ini dapat dilakukan secara mandiri atau dapat juga secara berkelompok tergantung karakter yang akan dikembangkan pada diri peserta didik. Pengerjaan ini secara teoritis lebih menantang peserta didik karena idenya betul-betul orisinil dan kemungkinannya bisa berhasil atau tidak berhasil. Pengerjaaannya juga bisa di kelas maupun di luar kelas, bisa sebentar bisa juga lama.

Tahap ini yang menonjol adalah tahap melatih peserta didik berpikir, bekerjasama, berkomunikasi dari mulai menemukan ide kreatif, mengambil keputusan ide yang akan direalisasikan, merencanakan, melaksanakan, melaporkan dan menyajikan hasil realisasi ide kreatif tersebut dalam beragam bentuk. Berikut disajikan kegiatan guru dan peserta didik dalam model pembelajaran RADEC.

Berikut disajikan kegiatan guru dan peserta didik dalam model pembelajaran RADEC.

Tabel 2. 1 Tahap Pembelajaran Model RADEC
  No  Sintaks  Kegiatan GuruKegiatan Peserta didikAspek keterampilan berpikir kritis
 ReadMembekali      peserta didik               dengan pertanyaan- pertanyaan            pra pembelajaran      yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari pada pertemuan yang akan datang.Mengarahkan peserta didik untuk membaca sumber-sumber tentang materi yang akan dipelajariMembaca atau Menggali informasi dari berbagai sumber baik buku, sumber informasi cetak lainnya dan sumber informasi lain seperti internet.Menganalisis argumen
 AnswerMemonitor dan memotivasi peserta didik                untuk membaca             dan mengerjakan tugas.Menggali informasi berbagai sumber baik buku dan sumber informasi lainnyaMembuat deduksi      dan mempertimban gkan          hasil deduksi
  No  Sintaks  Kegiatan GuruKegiatan Peserta didikAspek keterampilan berpikir kritis
 Discuss  Memotivasi peserta didik yang berhasil dalam mengerjakan tugas tertentu dari LKS untuk memberi bimbingan pada temannya           yang belum menguasainya.   Memotivasi peserta didik yang belum menguasai materi pelajaran untuk mau bertanya             pada temannya.              Memastikan terjadinya komunikasi        antar peserta didik.Mencermati kelompok mana atau siapa yang sudah menguasai konsep yang sedang dipelajari dan yang belum.Secara berkelompok mendiskusikan jawaban     atas pertanyaan atau tugas yang telah     mereka kerjakanMempertimban gkan kreadibilitas suatu sumber
 ExplanationMemastikan apa yang dijelaskan presenter benar secara ilmiah dan semua peserta didik memahami penjelasan tersebut.Mendorong peserta didik lain untuk bertanya, membantah, atau menambahkan terhadap apa yang sudah dipresentasikan presenter dari kelompok lain.Perwakilan peserta didik menjelaskan konsep esensial yang sudah dikuasainya di depan kelasMengidentifika si asumsi
  No  Sintaks  Kegiatan GuruKegiatan Peserta didikAspek keterampilan berpikir kritis
  Menjelaskan konsep esensial yg belum dapat dikuasai seluruh peserta didik.  
 CreateMenginspirasi peserta didik untuk mencetuskan ide-ide atau pemikiran kreatifMembimbing peserta didik merealisasikan ide kreatifnya, membuatMendiskusik an pemikiran kreatif yang sudah mereka pikirkan secara mandiri dengan kelompoknyaMendiskusik an ide untuk merealisasika nnya, membuat laporan dan melaporkann yaMerumuskan suatu tindakan

Demikin penjelasan singkat tentang Pengertian Model Pembelajaran Radec (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) semoga dapat bermanfaat bagi anda, jika postingan ini dirasa menarik bagi anda silahkan share/bagikan postingan ini. Terima kasih teah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.