Metode dan Teknik Pelatihan (Training)

Diposting pada

Metode dan Teknik Pelatihan (Training) – Menurut Stewart & Brown (2011), belajar tidak menjamin peserta pelatihan akan mentransfer apa yang mereka pelajari kembali pada pekerjaan. Hal tersebut berakibat pada ketidaktercapaian tujuan pelatihan yang sudah dirancang sebelumnya. Oleh karena itu, diperlukan peran dari manajer Sumber Daya Manusia untuk menentukan metode pelatihan yang paling tepat untuk keterampilan karyawan (Decenzo & Robbins, 2010).

Decenzo & Robbins (2010) menjelaskan bahwa metode pelatihan yang paling efektif tergantung pada peserta didik dan keterampilan yang akan diajarkan. Metode pelatihan tersebut terdiri dari 1) Metode pelatihan On-the-job training, dan 2) Metode pelatihan Off-the-job training. Berikut adalah uraian dari masing-masing metode pelatihan.

Metode pelatihan On-the-job training

Rotasi Kerja, Merupakan metode penting yang dapat meningkatkan motivasi karyawan. Metode ini melibatkan transfer menyamping yang memungkinkan karyawan untuk bekerja di pekerjaan yang berbeda serta memberikan paparan dari berbagai tugas yang ada.

Apprenticeship, Merupakan penggabungan intruksi kelas dengan bekerja bersama pelatih, mentor, atau pegawai yang sudah lebih dulu memiliki pengalaman. Metode ini tidak hanya memberikan pelatihan saja, akan tetapi juga dapat memberikan dukungan dan dorongan dari pelatih atau mentor.

Internship, Merupakan kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa perguruan tinggi untuk memanfaatkan instruksi dan pelatihan mereka dalam profesi yang dipilih sebagai bagian dari pendidikan mereka. Siswa yang berpartisipasi dalam magang ini selain mendapatkan pengalaman berharga tentu juga dapat meningkatkan nilai mereka kepada calon atasan mereka dikemudian hari.

Metode pelatihan Off-the-job training

Metode Kelas Lectures, Merupakan metode pelatihan dimana informasi banyak diberikan dalam jangka waktu yang terbatas. Dalam metode ini instruktur perlu memahami karakteristik belajar yang berbeda dari peserta didik saat ini dan berbagai jenis instruksi yang menciptakan minat teknis, interpersonal, atau kemampuan memecahkan masalah tertentu yang mereka ajarkan.

Baca Juga:   Proses Seleksi Sumber Daya Manusia dalam Bidang Pendidikan di Indonesia dan Finlandia

Pembelajaran Multimedia, Metode ini dapat menunjukkan keterampilan teknis yang tidak mudah disajikan dengan metode pelatihan lainnya. Yang termasuk dalam metode ini termasuk video dan DVD yang dapat ditawarkan secara online.

Simulasi, Dalam metode ini seseorang dilibatkan untuk benar-benar belajar melakukan suatu pekerjaan (simulasi). Metode ini dapat mencakup analisis kasus, latihan pengalaman, simulasi komputer, virtual reality, bermain peran, dan interaksi kelompok.

Pelatihan Vestibulum, Merupakan metode pelatihan yang memfasilitasi pembelajaran dengan menggunakan peralatan yang sama dengan yang benar-benar akan digunakan pada suatu pekerjaan dalam lingkungan kerja simulasi.

Teknik Pelatihan (Training)

Menurut Steward dan Brown (2011), teknik pelatihan dapat dipilih sesuai dengan tujuan pelatihan yang akan dilakukan. Berikut adalah teknik pelatihan yang umumnya sering digunakan, yaitu:

Presentasi, Merupakan teknik pengajaran yang pasif dengan menyediakan konten langsung pada peserta pelatihan. Peserta pelatihan hanya membaca, mendengarkan dan diharapkan mampu memahami materi yang disampaikan. Penelitian menunjukkan bahwa teknik ini merupakan teknik yang paling efisien yang dapat diterapkan namun tidak memberikan kesempatan formal bagi peserta pelatihan untuk menguji serta menerapkan apa yang sudah mereka pelajari.

Diskusi, Merupakan teknik pelatihan yang lebih aktif yang dapat membantu peserta pelatihan meningkatkan keterlibatan peserta dengan memungkinkan untuk mengadakan komunikasi dua arah antara pelatih dan peserta pelatihan. Teknik ini dapat digunakan untuk membangun pengetahuan dan memiliki keterampilan berpikir kritis serta dapat membantu memtoivasi dan mengubah sikap peserta pelatihan. Jika peserta pelatihan terlalu banyak, maka teknik ini tidak dapat bekerja dengan baik karena tida semua orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi.

Baca Juga:   Metode-Metode Seleksi

Studi Kasus, Merupakan teknik pelatihan yang aktif dimana peserta mendiskusikan, menganalisis, dan memecahkan masalah berdasarkan situasi nyata atau hipotesis yang ditentukan sebelumnya.

Penemuan (Discovery), Merupakan teknik pelatihan yang aktif melibatkan peserta pelatihan untuk berkesempatan mempelajari keterampilan baru. Meskipun teknik ini terkesan sebagai bagian dari eksperiman pelatihan, namun penemuan dapat dilakukan secara terstuktur sehingga keterampilan yang dibutuhkan dapat tersedia untuk dipelajari. Tanpa bimbingan dari instruktur, teknik ini akan menjadi sangat tidak efisien karena peserta pelatihan merasa kehilangan tujuan.

Bermain Peran, Saat bermain peran, peserta pelatihan secara aktif berperan untuk situasi tertentu yang sengaja diciptakan. Teknik ini menawarkan kesempatan bagi peserta pelatihan untuk keterampilan baru dilingkungan pelatihan serta membantu peserta memperoleh keterampilan interpersonal dan hubungan manusia. Pada teknik ini terdapat tiga fase terdiri atas :

  1. Pengembangan, melibatkan persiapan dan penjelasan peran serta situasi yang akan digunakan dalam bermain peran
  2. Pengesahan, melibatkan waktu yang digunakan peserta untuk terbiasa dengan peran yang diambil
  3. Pembekalan, melibatkan diskusi pengalaman peserta dan dianggap merupakan fase yang paling penting. Dalam fase ini pelatih diharuskan memberikan umpan balik untuk memastikan peserta pelatihan belajar dari pengalaman bermain

Simulasi, Merupakan teknik pelatihan aktif yang mereproduksi peristiwa, proses, dan keadaan yang terjadi dalam pekerjaan peserta pelatihan. Berpartisipasi dalam simulasi memberikan trainee kesempatan untuk mengalami setidaknya beberapa aspek dari pekerjaan mereka di lingkungan yang aman dan terkendali dan membangun keterampilan yang relevan dengan aspek-aspek pekerjaan.

Baca Juga:   Sistem Rekrutmen dan Seleksi MSDM

Pemodelan Perilaku, Merupakan teknik pelatihan yang kuat yang dapat menarik prinsip-prinsip belajar dari berbagai bidang secara bersama-sama serta dapat meningkatkan kemampuan secara efektif. Proses dasarnya terdiri atas :

  1. Penjelasan poin pembelajaran utama oleh pelatih
  2. Pelatih memberikan contoh yang diamati oleh peserta pelatihan
  3. Peserta berlatih sementara pelatih melakukan pengamatan
  4. Pelatih memberikan umpan balik kepada peserta pelatihan
DAFTAR PUSTAKA

Decenzo, D. A & Robbins, S.P. (2010). Fundamental of Human Resource Management – Tenth Edition. United States of America : John Wiley & Sons, Inc.

Departemen Pendidikan Nasional. 2009. Rambu-Rambu Pengembangan KKG Dan MGMP.

Direktorat Jenderal Pendidikan. 2014. Petunjuk Teknis Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru

Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan 2016. pedoman Program Peningkatan Kompetensi Moda Tatap Muka, Dalam Jaringan (Daring), dan Daring Kombinasi

Mathis, R.L & Jackson, J.H. (2008). Human Resource Management, Twelfth Edition. United States of America: Thomas South – Western.

Stewart, G.L & Brown, K.G. (2011). Human Resource Management 2nd Edition : Linking Strategy To Practice. United States of America : John Wiley & Sons, Inc.

Tyson, S. (2006). Essentials of Human Resource Management, Fifth Edition. Elsevier Ltd.

Sekian dulu postingan singkat tentang Metode dan Teknik Pelatihan (Training) semoga dapat menjadi referensi bagi anda, jika postingan ini dirasa menarik bagi anda silahkan bagikan/share postingan ini. Terima kasih telah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.