Implikasi PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)

Diposting pada

Implikasi PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) – Dalam implementasi pembelajaran PAKEM di sekolah mempunyai berbagai implikasi yang mencakup: Pembelajaran aktif, kretaif, efektif, dan menyenangkan memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak,juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh. Sebaliknya pembelajaran yang berpusat pada guru harus dihindari. Adapun ciri- ciri pembelajaran yang berpusat pada guru adalah menggunakan buku paket, jawaban harus sama dengan guru, guru mendiktekan apa yang harus dilakukan, guru memberi contoh, ceramah, hafalan. Dampak dari pembelajaran yang berpusat pada guru adalah siswa menjadi mahluk yang individualis, motivasi belajar siswa turun, siswa kurang dapat bekerjasama, siswa pasif, guru kurangkreatif.

Implikasi bagi siswa

Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecilataupun klasikal. Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, danpemecahan masalah.

Implikasi terhadap sarana, prasarana, sumber belajar dan media

PAKEM pada hakikatnya menekankan pada siswa baik secara individualmaupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar.

Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design), maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak.

Baca Juga:   Pengertian Kesulitan Belajar

Penerapan pembelajaran tematik di sekolah masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing- masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi.

Implikasi terhadap Pengaturan ruangan

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. Pengaturan ruang tersebut meliputi:

  1. Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan.
  2. Susunan bangkupeserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung
  3. Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet
  4. Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas
  5. Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didikdan dimanfaatkan sebagai sumber belajar
  6. Alat, sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.




Implikasi terhadap Pemilihan metode

Sesuai dengan karakteristik pembelajaran PAKEM, maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. Misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap.

Penerapan PAKEM dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Adapun hal baru yang berbeda dengan kebiasaan pembelajaran selama ini adalah guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya percobaan, diskusi kelompok menulis laporan, berkunjung keluar kelas. Dengan menerapkan PAKEM guru diharapkan menggunakan metode yang bervariasi. Penggunaan setiap metode mengarah pada keterlibatan siswa secara aktif dalam kegiatan berbahasa.

Baca Juga:   Pengertian dan Langkah-langkah Model Pembelajaran PAKEM (Pembelajaran, Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan)
Alat Bantu dan Sumber Belar

Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misal alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri, gambar, studi kasus, nara sumber, dan lingkungan.



Metode Pembelajaran

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Siswa dapat dapat melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancara. Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri,menarik kesimpulan, memecahkan masalah, mencari rumus sendiri, menulislaporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri.

Pengalaman Belajar

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Melalui diskusi, lebih banyak pertanyaan terbuka, hasil karya merupakan pemikiran anak sendiri.

Pemilihan Bahan Ajar

Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Siswa dikelompokkan sesuiai kemampuan (untuk kegiatan tertentu), bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut, tugas perbaikkan atau pengayaan diberikan.




Pendekatan Pembelajararan Kontekstual

Prinsip pembelajaran yang dilaksanakan adalah pembelajaran bermakna. (meaningful learning). Salah satu ciri pembelajaran bermakna adalah pembelajaran yang kontekstual. Pembelajaran dirasakan terkait dengan kehidupan nyata dan siswa memahami manfaat dari pembelajaran yang dilaksanakannya dan siswa merasakan penting untuk belajar demikehidupannya di masa depan. (Kratf, 2000: 33). Impelementasi dalam kegiatan pebelajaran terlihat melalui guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. Guru dapat meminta siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Diharapkan siswa dapat menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari.

Baca Juga:   Mengenal Kurikulum Prototype
Penilaian atau Evaluasi

Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. Guru memantau kerja siswa dan guru memberikan umpan balik. Penilaian harus dilakukan secara otentik dengan menggunakan instrumen penilain yang bervariasi. (Kratf, 2000:33)

Tabel Lembar Observasi PAKEM
    AspekUraian/ temuan
Bagaimana bentuk tugas yang diberikan? 
Apa yang dikerjakan siswa untuk melakukan tugas tersebut? 
Kemampuan apa yang dikembangkan melalui tugas tersebut? 
Bagaimana bentuk pertanyaan yang diberikan dalam tugas? 
Jenis pertanyaan apa saja yang diajukan guru kepada siswa dalam pembelajaran? 
Sejauh mana guru memperhatikan perbedaan siswa? 
Apa yang dilakukan oleh siswa selama mengerjakan tugas? 
Sejauh mana siswa diberi kesempatan untuk menanggapi kegiatan belajar yang telah dilakukan? 
Apa yang dilakukan siswa pada saat belajar kelompok, individu, berpasangan, atau klasikal? 
Pada saat ada kerja kelompok, berapa jumlah anggota kelompok? 
Apakah semua siswa terlibat dalam kegiatan kelompok? 
Apa yang dilakukan guru selama anak mengerjakan tugas? 

Indikator Monev PAKEM Guru

  1. Guru lebih banyak memberi kesempatan anak untuk bekerja (menemukan sendiri, mengungkapkan pendapat dsb.);
  2. Guru menciptakan pembelajaran yang menantang;
  3. Guru mempergunakan berbagai media, metode, dan sumber belajar,termasuk sumber belajar dan bahan dari lingkungan;
  4. Guru memberikan tugas dan bantuan yang berbeda sesuai dengan kemampuan siswa;
  5. Guru mengelola kelas secara fleksibel (individu, kelompok, pasangan) sesuai tugas yang diberikan untuk melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran.



Siswa

  1. Siswa tidak takut bertanya;
  2. Ada interaksi antara siswa untuk membahas dan memecahkan masalah;
  3. Siswa aktif bekerja;
  4. Siswa dapat mengungkapkan dengan kata-kata sendiri;
  5. Siswa melakukan kegiatan baca mandiri;
  6. Siswa melakukan kegiatan proyek (teknologi sederhana, menulis biograpi tokoh).

Kelas

  1. Ada pajangan yang merupakan hasil karya siswa;
  2. Pajangan dimanfaatkan sebagai sumber belajar;
  3. Penataan tempat duduk memudahkan interaksi guru dengan siswa, siswa dan siswa;
  4. Ada penataan sumber belajar (alat bantu belajar, poster, buku) yang dimanfaatkan siswa.

Demikian penjelasan singkat tentang Implikasi PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) semoga dapat menjadi referensi bagi anda, jika postingan ini dirasa bermanfaat bagi anda silahkan bagikan/share postingan ini. Terima kasih telah berkunjung.

2 thoughts on “Implikasi PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.