Jenis-jenis Bundling dan Hal yang Harus Diperhatikan agar Tidak Gagal

Diposting pada

Berbagai cara dilakukan oleh pelaku bisnis untuk meningkatkan penjualan atau pun juga meningkatkan awareness dari produk. Salah satunya adalah menggunakan strategi bundling. Strategi ini memang sudah lama dikenal dan menjadi andalan banyak brand di seluruh dunia. Walau sudah terbukti berhasil meningkatkan penjual, bukan berarti Anda tidak membutuhkan strategi dalam melakukan bundling. Agar Anda tidak tersesat, mari simak lebih jauh mengenai strategi bundling!

Jenis-jenis Bundling Produk

Sebagai strategi marketing yang sering digunakan, ada berbagai macam jenis bundling. Hal ini wajib Anda ketahui agar Anda pun bisa menyesuaikan strategi yang akan digunakan.

  1. Pure Bundle
    Jenis ini adalah menawarkan produk hanya dapat dibeli dalam paket pembelian tersebut, sehingga tidak ada produk yang bisa dibeli secara terpisah. Dengan strategi ini, konsumen tak bisa memilih secara bebas produk, hasilnya mereka hanya bisa memilih paket bundling produk yang sudah kita tawarkan.
  2. New Product Bundling
    Ini adalah jenis bundling yang menggabungkan sebuah produk baru digabungkan dengan produk yang paling laris. Strategi ini dilakukan perusahaan untuk membangun kesadaran tentang produk baru yang dikeluarkan oleh perusahaan. Strategi ini sangat bagus untuk membangun experience konsumen terhadap produk baru.
  3. Mix and Match Bundles
    Strategi bundling ini memberikan kebebasan bagi para konsumen untuk memilih di antara beberapa produk yang ditawarkan perusahaan. Ini biasanya dilakukan agar pembeli merasa bebas memilih produk yang dibuling, walaupun barang yang disediakan terbatas.
  4. Cross Sell Bundles
    Bundling jenis ini biasanya dilakukan oleh perusahaan dengan menjual suatu produkpelengkap sebagai tambahan dari produk utama. Namun, daripada harus membeli kedua produk secara terpisah, akhirnya dimasukkan dalam bentuk bundling dengan harga yang sudah disesuaikan.
  5. Gifting Bundle
    Teknik ini biasanya diberikan kepada calon konsumen dalam periode tertentu. Umumnya promo ini muncul ketika musim-musim liburan.
  6. Buy One Get One
    Bundling jenis ini mungkin yang paling banyak digunakan perusahaan. Jadi konsumen akan merasa lebih untuk ketika membeli produk karena ia mendapatkan bonus gratis.
  7. Inventory Clearance Bundling
    Bundling ini sering diterapkan untuk menjual beberapa produk yang kurang laris. Biasanya, produk yang kurang laris ini akan di-bundling dengan produk laris. Lalu harganya akan dipatok lebih murah dari harga normal, agar konsumen tertarik untuk membelinya.
Apa yang Harus Diantisipasi dari Melakukan Bundling?

Bundling adalah salah satu strategi yang juga memiliki risiko tidak berjalan dengan lancar. Lalu, apa yang bisa kita lakukan dalam situasi tersebut? Salah satu caranya adalah dengan mengantisipasinya. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda antisipasi saat menjalankan kegiatan bundle.

  1. Salah Membandling Produk
    Anda tidak dapat dengan serta merta langsung membundling produk. Jika hal tersebut dilakukan bisa jadi Anda justru mengacaukan strategi bundling. Sebelum membundling produk, cobalah untuk lakukan riset pasar atau tren dan melihat seperti apa minat konsumen terhadap produk. Dengan begitu, strategi bundling Anda bisa berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan volume penjualan.
  2. Kehabisan Salah Satu Produk dalam Satu Bundle
    Pastikan produk yang akan dibundling memiliki persediaan yang memadai atau berikan opsi penawaran yang berbeda bila memang persediaan tidak cukup. Karena bila tidak ada kontrol tim marketing dan operasional maka Anda bisa kehilangan peluang untuk mendapatkan pemesanan produk bundling tersebut.
  3. Tidak Melakukan Pembukuan dengan Baik terhadap Produk yang Dibundling
    Terkadang, para pebisnis hanya memikirkan bagaimana cara menaikan omzet ketika melakukan bundling. Tapi mereka lupa mencatat seperti apa pengeluaran dan barang apa saja yang berhasil dijual dalam bundling. Padahal hal ini akan sangat berguna untuk strategi marketing lainnya.

Oleh karena itu, ketika Anda melakukan bundling, pastikan untuk melakukan pembukuan dari mulai barang apa saja yang terjual, berapa keuntungannya, dan hal- hal lainnya harus tercatat.

Untuk mempermudah proses pembukuan bisnis, Anda juga bisa menggunakan aplikasi akuntansi. Saat ini, aplikasi akuntansi digunakan untuk mengotomatisasi pembukuan serta mempermudah manajemen penjual. Sehingga tidak lagi perlu dilakukan secara manual.

Salah satu aplikasi akuntansi Indonesia adalah RedERP yang menawarkan berbagai keunggulan dan telah menggunakan sistem berbasis cloud.

Itulah serba-serbi bundling yang perlu Anda ketahui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.