Langkah-langkah Menyusun Penelitian Meta Analisis

Diposting pada

Langkah-langkah Menyusun Penelitian Meta Analisis – Meta-analisis dapat dipandang sebagai suatu penelitian tersendiri, termasuk dalam desain studi observasional retrospektif. Bila subyek penelitian klinis adalah pasien, dalam meta-analisis `subyek penelitiannya’ adalah hasil penelitian yang akan disertakan dalam meta-analisis. Sama halnya dengan penelitian lain, peneliti (pembuat meta-analisis) harus membuat usulan penelitian yang rinci. Usulan penelitian meta-analisis mencakup :

Pendahuluan

  1. Latar belakang: pernyataan yang jelas mengapa perlu dilakukan metaanalisis
  2. Pertanyaan penelitian
  3. Hipotesis yang akan diuji
  4. Tujuan dan manfaat penelitian

Metodologi

  1. Kriteria pemilihan (kriteria inklusi dan eksklusi) untuk artikel penelitian yang akan disertakan dalam meta-analisis. Tentukan apakah akan disertakan hasil penelitian yang tidak dipublikasi, bagaimana cara menemukan hasil penelitian yang tidak dipublikasi tersebut.
  2. Metode untuk menemukan atau menelusur penelitian, dan siapa yang akan melakukan penelusuran pustaka.
  3. Kriteria yang jelas untuk penilaian kualitas artikel penelitian yang mencakup aspek desain, pelaksanaan, serta analisis
  4. Klasifikasi dan kodifikasi unit penelitian untuk digabungkan
  5. Abstraksi kuantitatif hasil masing-masing penelitian
  6. Rencana penggunaan model statistika yang sesuai untuk penggabungan hasil
  7. Rencana interpretasi hasil
  8. Rencana pelaporan hasil




Tidak ada baku universal dalam melakukan metaanalisis. Teknik abstraksi, penentuan kualitas, dan statistika yang digunakan untuk melakukan meta-analisis dapat bervariasi, yang antara lain bergantung pada jenis data dan substansi yang diselidiki. Pertimbangan utama untuk menyertakan suatu studi dalam meta-analisisadalah relevansi studi terhadap tujuan meta-analisis.

Harus diingat bahwa laporan penelitian dapat merupakan suatu rangkaian (laporan pendahuluan, laporan akhir); kedua jenis laporan ini tidak boleh dimasukkan bersama-sama, hanya laporan akhir (final report) yang dapat disertakan. Pemilihan studi yang akan disertakan sama pentingnya dengan pemilihan metode statistika untuk menggabungkan hasilnya. Dalam melakukan meta-analisis dituntut keahlian dalam metodologi maupun substansi, karenanya pembuatan meta-analisis memerlukan kerja sama antara ahli klinik yang menguasai substansi dan ahli statistika yang menguasai teknik meta-analisis.

Baca Juga:   Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Kriteria Pemilihan

Studi yang akan disertakan dalam meta-analisis bergantung pada maksud metaanalisis. Karena itulah hipotesis studi meta-analisis amat membantu menentukan kriteria inklusi dan eksklusi yang harus digunakan sejak awal untuk identifikasi studi yang relevan. Peneliti harus menetapkan jenis dan rincian laporan penelitian yang akan digabung. Untuk uji klinis, misalnya perlu ditetapkan apakah hanya akan disertakan uji klinis dengan randomisasi, berapa jumlah subyek minimal yang dapat diterima, karakteristik klinis pasien, intervensi yang dilakukan, lama follow-up minimal, outcome yang diperlukan, rentang umur subyek, serta lain-lain rincian data yang diperlukan.




Perlu pula dari awal ditentukan laporan dalam bahasa apa saja yang akan disertakan (apakah hanya artikel yang berbahasa Inggris atau mencakup yang berbahasa lain), tahun publikasi, dan lain-lain aspek yang relevan dengan hipotesis atau pertanyaan penelitian. Juga harus ditentukan apakah meta-analisis hanya dilakukan terhadap laporan penelitian yang telah dipublikasi ataukah mencakup pula data yang tidak dipublikasi. Bila meta-analisis hanya dilakukan terhadap laporan penelitian yang telah dipublikasi, mungkin hasilnya tidak optimal, karena terdapatnya publication bias.

Telah diketahui bahwa peneliti engan mengirim hasil penelitian yang tidak bermakna, demikian pula editor cenderung menolak laporan hasil penelitian tersebut. Peneliti juga cenderung mengirim penelitian dengan hasil bermakna ke jurnal internasional, sedangkan yang hasilnya tidak bermakna dikirim ke jurnal lokal. Publication bias memang merupakan salah satu kendala yang nyata dalam meta-analisis.

Di lain sisi bila disertakan data yang tidak dipublikasi dari pihak yang mempunyai kepentingan (misalnya dari perusahaan farmasi), hal ini pun dapat mengundang masalah. Hasil penelitian yang tidak dipublikasi antara lain dapat diperoleh dengan menghubungi pusat-pusat penelitian tertentu yang biasanya dikenal oleh peer-group bidang studi yang berkaitan. Tentu saja tidak mungkin bagi penulis metaanalisis untuk memperoleh seluruh hasil penelitian yang tidak dipublikasi yang ada di seluruh dunia.

Baca Juga:   Skala Pengukuran Data Dalam Penelitian

Strategi Penelusuran Laporan P enelitian

Untuk penelusuran (searching) bahan studi harus ditentukan kualifikasi penelusur (misalnya petugas perpustakaan dan peneliti). Ini perlu ditekankan, karena kualitas penelusur sangat mempengaruhi jumlah dan jenis pustaka yang diperlukan. Untuk menelusur artikel yang telah dipublikasi, database elektronik sangat bermanfaat; namun bila hanya cara ini yang digunakan, mungkin akan terlewatkan hasil studi lain yang relevan. Oleh karenanya biasanya disarankan untuk melengkapinya dengan pencarian manual, misalnya melalui Index Medicus, daftar pustaka buku ajar, tinjauan pustaka, dan publikasi lain. Untuk uji klinis, database Cochrane Collaboration merupakan sumber yang sangat membantu.




Untuk kepentingan ini harus dijelaskan spesifikasi database yang dipakai, strategi pencarian, termasuk periode waktu yang disertakan dan kata kunci yang digunakan. Harus dijelaskan cara untuk memasukkan semua studi yang ada yang memenuhi kriteria, termasuk kontak dengan para penulis, perangkat lunak yang dipakai (nama dan versi), pencarian secara manual (dari daftar rujukan pada artikel), bahasa selain bahasa Inggris, serta metode penelusuran hasil studi yang tidak dipublikasi.

Penilaian kualitas artikel

Artikel yang telah terkumpul harus diteliti satu demi satu. Pada tahapan pertama harus dipastikan apakah semua sesuai dengan kriteria pemilihan yang telah ditetapkan. Bila hasil penelusuran awal sangat banyak, penyaringan dapat dilakukan dengan cara menilai abstrak masing-masing artikel. Setelah dipastikan sesuai dengan kriteria, kemudian setiap laporan studi dinilai kualitasnya oleh peneliti. Pada umumnya penilaian dilakukan oleh dua orang penilai (reviewer) secara terpisah, dengan menggunakan standar penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya, biasanya dengan menggunakan sistem score. Apabila terdapat ketidaksesuaian dilakukan diskusi untuk mencapai kesepakatan.

Oleh karena kualitas hasil penelitian yang akan digabungkan tidak sama, maka perlu diberikan pembobotan terhadap masing-masing artikel. Misalnya, studi yang menggunakan 200 subyek dengan teknik randomisasi yang baik serta menggunakan teknik double blind tentu tidak sama bobotnya dengan studi yang hanya melibatkan 40 pasien tanpa blinding.

Baca Juga:   Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Kualitatif

Menggabungkan Hasil Studi

Penggabungan hasil berbagai studi merupakan langkah paling menentukan dalam meta-analisis. Dalam penggabungan ini diperlukan teknik statistika tertentu yang mengundang banyak beda pendapat. Berikut ini diuraikan beberapa prinsip yang perlu diketahui dalam penggabungan hasil banyak penelitian.

Perlu diingat bahwa dalam penggabungan hasil, penelitian dengan jumlah subyek yang berbeda dan dengan kualitas yang berbeda tidak dapat diperlakukan sama. Penelitian dengan jumlah subyek yang banyak dan yang berkualitas lebih baik harus mendapat bobot yang lebih besar.




Daftar Pustaka

  1. Egger M, Smith GD, Phillips AN. Meta-analysis: principles and procedures. BMJ 1997; 315:1533-7.
  2. Egger M, Smith GD. Meta-analysis: potentials & promise. BMJ 1997; 315:1371-4.
  3. Smeeth L, Haines A, Ebrahim S. Numbers needed to treat derived from metaanalyses-sometimes informative, usually misleading. BMJ 1999;318: 1548-51.
  4. Smith DG, Egger M. Meta-analysis: unresolved issues and future developments. BMJ 1998;316:221-5.
  5. Stroup D, Berlin JA, Morton SC, Olkin I, Williamson GD, Rennie D, et al. Meta-analisis of observational studies in epidemiology. JAMA 2000; 283: 2008-12.
  6. Thacker ST, Peterson HB, Stroup DE Metaanalysis for the obstetrician-gynecologist. Am J Obstet Gynecol 1996; 174:1403-7.
  7. Hunt M. How science takes stock : the story of meta-analysis. BMJ 1998;317:1088
  8. Kawamoto K, Houlihan CA, Balas EA, Lobach DF. Improving clinical practice using clinical decision support systems: a systematic review of trials to identify features critical to success. BMJ 2005;765. 1136
  9. Smith R. What clinical information do doctors need? BMJ 1996;1062-1068

Demikian pembahasan tentang Langkah-langkah Menyusun Penelitian Meta Analisis semoga dapat menjadi referensi bagi anda, jika pembahasan ini bermanfaat bagi anda silahkan bagikan/share postingan ini. Terima kasih telah berkunjung.


Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.