Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) – Bentuk-bentuk Bahaya di dalam Rumah

Diposting pada

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) – Bentuk-bentuk Bahaya di dalam Rumah – Menurut Mangkunegara, keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.

Menurut Simanjuntak (1994), keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja.

Ditinjau dari sudut keilmuan, kesehatan dan keselamatan kerja adalah ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja di tempat kerja. (Lalu Husni, 2003: 138).

Bentuk-bentuk Bahaya di dalam Rumah

Pada saat seorang pekerja pulang dari bekerja mereka tanpa sadar membawa zat berbahaya dan mereka tidak sadar sudah mengkontaminasikan zat ini untuk keluarga mereka yangmenyebabkan berbagai gangguan kesehatan bagi keluarga mereka. Hal ini dapat terjadi ketika rumah dan tempat kerja tidak di pisahkan seperti di peternakan dan pabrik.

Lembaga Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan melakukan studi terhadap kontaminasi rumah mereka dari zat berbahaya yang terbawa dari tempat kerja mereka. Peneliti mendokumentasikan kasus kontaminasi rumah dari 28 negara dan negara bagian amerika serikat. Kasus yang di laporkan mencakup berbagai macam bahan industri dan berbagai macam pekerjaan.

Polusi Udara Dalam Ruangan




Setiap orang menghabiskan setengah waktu dalam hidupnya dalam rumah mereka. Udara dalam ruangan rumah bisa jadi lebih berbahaya daripada udara di luar. Jika seorang anggota keluarga anda memiliki masalah kesehatan, polusi udara dalam ruangan bisa jadi akan memperburuk kondisi mereka, Misalnya Asma, Asma merupakan penyakit paru-paru yang mempengaruhi pertumbuhan anak. Serangga dan hama lain dapat memperparah orang-orang dengan penyakit Asma dan Alergi, Sebagai contoh kecoa dan debu kotoran tungau mengakibatkan Asma menjadi lebih buruk.

Penyebab polusi udara dalam ruangan diakibatkan antara lain: (a) jamur, jamur dapat tumbuh di tempat-tempat basah dan lembab, hal ini sering menyebabkan bau apek dan juga menyebabkan beberapa orang alergi terhadap jamur. (b) karbon monoksida, Karbon monoksida merupakan gas mematikan yang bisa berasal dari gas, minyak, batu bara, atau kayu, knalpot mobil juga memiliki karbon monoksida. Kadang-kadang polusi udara dalam rumah terjadi disebabkan oleh orang yang berada dalam rumah seperti dari rokok, hewan peliharaan, pekerjaan seperti meuble, dan beberapa produk rumah tangga.

Polusi Produk Rumah Tangga

Produk rumah tangga juga memberikan peranan penting penyebab polusi pada rumah, karena sebagian orang terlalu menganggap remeh penanganan terhadap produk rumah tangga. Produk rumah tangga dikatakan berbahaya jika dapat membahayakan orang lain saat tidak di gunakan. Anak kecil adalah yang paling sering teracuni oleh produk rumah tangga ini, faktanya, Pada tahun 2000, hampir 20.000 anak terkena racun dari klorin atau pemutih pakaian.

Baca Juga:   Investigasi K3




Polusi Air

Adakalanya air dirumah anda mungkin tidak aman. Menggunakan air yang tidak aman untuk diminum dan memasak dapat membuat anda sakit, anak-anak mungkin lebih bermasalah karenanya dari pada orang dewasa, karena anak-anak minum lebih baanyak dari orang dewasa, anak-anak juga belum memiliki sistem kekebalan tubuh seperti orang dewasa tubuh mereka masih berkembang sehingga bahan kimia dapat dengan mudah membuat kondisi kesehatan mereka memburuk. Timbal dan tembaga adalah logam yang dapat masuk ke dalam air melalui saluran pipa, terlalu bnyak timbal dan logam dalam air rumah anda dapat mengakibatkan penyakit pada anggota keluarga anda terutama anak-anak.

Selain itu bahan berbahaya lainnya seperti pestisida juga dapat mencemari air rumah anda. Bahkan, jumlah yang sangat kecil dari beberapa bahan kimia dapat menimbulkan masalah serius pada kesehatan, kerusakan ginjal dan hati merupakanpenyakit yang sering timbul dari pencemaran air di rumah. Selain logam dan kontaminasi bahan berbahaya bakteri dan virus juga dapat menyebabkan penyakit, air minum dengan bakteri dan virus dapat menyebabkan sakit perut, diare, dan penyakit serius lainnya.

Nitrat yang masuk ke air yang dapat berasal dari kotoran hewan dan manusia dapat mengakibatkan sindrome bayi biru pada bayi di bawah usia enam bulan. Bayi dengan masalah ini sering memiliki wajah biru atau ungu karena tidak mendapatkan oksigen yang cukup dari darah mereka dan segera perlu penanganan khusus dari dokter. Para ahli juga percaya nitrat juga dapat mengakibatkan cacat lahir serta keguguran.

Perlindungan Bangunan dari Kebakaran (Home Fire Safety)

Tujuan dari program ditujukan pada upaya perlindungan terhadap manusia, kelanjutan operasi, dan pencegahan kerusakan pada bangunan. Para arsitek dan ahli teknik harus menyadari bahwa merencanakan perlindungan terhadap kebakaran adalah bagian yang penting dari tanggung jawabnya. Mereka harus mengetahui:

  1. Bahan khusus yang ada yang dapat mungkin menyebabkan terjadinya kebakaran pada bagian bangunan, dan
  2. Cara pencegahan yang dapat di terapkan dalam perencanaannya. Beberapa kenyataan umum tentang perlindungan kebakaran yang selalu harus di ingat adalah:
    • Tidak ada fasilitas yang benar-benar tahan api. Hampir semuanya dapat terbakar, menyulut api, menjadi bahan bakar, dan memberi oksigen.
    • Energi panas di pancarkan melalui konveksi, konduksi, dan radiasi
    • Nyala api akan menyebar pada bangunan baik secara vertikal maupun secara horizontal.
    • Penyebaran panas, asap, dan gas-gas beracun mungkin merupakan bahaya terbesar pada kehidupan dan berada pada area penyebaran api.
    • Asap dan gas-gas beracun adalah penyebab 66% kematian akibat kebakaran pada bangunan.
    • Deteksi awal pada kebakaran adalah sangat penting.
    • Fungsi bangunan akan berpengaruh pada derajat bahaya kebakarannya. Semakin banyak bahan berbahaya digunakan akan semakin memungkinkan awal terjadinya kebakaran dan kecepatan penyebarannya.
    • Isi suatu bangunan biasanya merupakan faktor yang paling penting dari pada struktur fisik bangunannya.
    • Sangat sering terjadi hanya perlu waktu beberapa menit dari awal nyala api sampai kepada kebakaran besar yang merusak.
    • Hanya dalam beberapa menit awal saja dapat di tentukan apakan kebakaran akan terjadi atau tidak akan terjadi, dan apakah dapat dikendalikan atau tidak.
    • Kebakaran biasanya dikendalikan oleh peralatan yang terpasang, dan/atau oleh petugas pemadam kebakaran.
    • Biaya dari perlindungan terhadap kebakaran akan berdampak pada pengurangan jumlah kerugian atau resiko yang mungkin terjadi.
    • Sistem sprinkle otomatis merupakan sistem yang terbaik untuk mengurangi resiko bada kehidupan akibat terjadinya kebakaran.
Baca Juga:   Cara Mensosialisasikan K3




Kebakaran sendiri dapat terjadi akibat beberapa faktor penyebab terjadinya kebakaran. Adapun penyebab terjadinya kebakaran diklasifikasikan menjadi 4, antara lain:

  1. Kelas A (kebakaran akibat benda padat kecuali logam, seperti: kayu, kain, kertas, dan lain-lain)
  2. Kelas B (kebakaran akibat gas dan benda-benda cair mudah terbakar)
  3. Kelas C (kebakaran akibat arus listrik)
  4. Kelas D (kebakaran akibat benda logam, seperti: potasium,magnesium, serbuk sodium, dll)
Pencegahan Kontaminasi dari Tempat Kerja

Ada beberapa cara pencegahan untuk permasalahan kontaminasi dari tempat kerja antara lain:

  1. Meninggalkan pakaian kotor di tempat kerja.
  2. Ganti baju sebelum meninggalkan pekerjaan/sebelum pulang kerumah.
  3. Mandi setelah selesai bekerja
  4. Tidak melakukan kontak langsung saat baru pulang dari tempat kerja.
Pencegahan Polusi Udara Pada Ruangan

Pencegahan polusi udara dalam ruangan juga dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain:

  1. Membersihkan rumah dari jamur.
  2. Memperhatikan saluran udara agar sirkulasi udara dalam ruangan dapat dengan mudah berganti.
  3. Mematikan mesin dengan zat keluaran karbon monoksida jika sudah  selesai digunakan .
  4. membersihkan hama dirumah seperti kecoa dan tungau untuk pencegahan penyakit Asma dan alergi.
Pencegahan Polusi Produk Rumah Tangga




Pencegahan dan penanganan terhadap polusi produk rumah tangga dapat dilakukan dengan cara:

  1. Menyimpan produk rumah tangga  dengan aman dan jauh dari jangkauan anak-anak terutama untuk produk-produk rumah tangga dengan bau menyengat.
  2. Menggunakan produk rumah tangga dengan aman.
  3. Buang bekas produk rumah tangga dengan aman.
  4. Jangan makan, minum, atau merokok pada saat mengunakan produk berbahaya.
  5. Kurangi penggunaan produk berbahaya dalam rumah tangga
  6. Gunakan pakaian pelindung saat menggunakan produk rumah tangga yang berbahaya.
  7. Baca keterangan pada label produk, langkah apa yang seharusnya di lakukan jika bahan berbahaya tersebut mengenai kulit atau tertelan.
Pencegahan terhadap polusi Air pada Rumah

Ada beberapa langkah yang perlu di perhatikan untuk mencegah dan meminimalisir polusi air pada ruangan, antara lain:

Baca Juga:   Pelaksanaan SMK3 Dalam Pencapaian Target “Zero Accident” Di Indonesia
  1. Membersihkan pipa saluran air. Jika saluran air anda tidak digunakan dalam waktu yang cukup lama, anda harus membersihkan pipa saluran air anda, pada saat anda akan menggunakan air, biarkan air berjalan 2-3 menit sampai air berubah suhu sebelum air siap di gunakan, ini  dilakukan agar kotoran yang mengendap pada pipa terbuang besama air, setelah itu baru air bisa digunakan untuk mandi dan memasak.
  2. Jika anda menggunakan penyimpanan air sementara, pastikan tempat penyimpanan tersebut berpenutup agar kotoran, bangkai hewan tidak masuk kedalam penampungan air.
  3. Jika air digunakan untuk memasak, pastikan air tersebut benar-benar masak dan terbebas dari bakteri baru siap di konsumsi.
  4. Perhatikan penyimpanan bahan kimia berbahaya atau bahan-bahan yang berbau tajam, barang-barang tersebut sebaiknya tidak di simpan di dekat sumber atau penampunyan air.
  5. Kuras secara berkala penampungan air anda agar segalu bersih dan terbebas dari bakteri dan kuman.
  6. Beri penyaring pada ujung kran anda agar air yang digunakan terlebih dahulu tersaring pada penyaring kran.
Pencegahan Bangunan dari bahaya Kebakaran

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan atau mengantisipasi bagunan dari bahaya kebakaran, antara lain:

  1. Perencanaan bangunan
  2. Perencanaan sistem pemadam api (springkler)
  3. Siapkan perangkat pemadam kebakaran ringan
  4. Perhatikan pemasangan jaringan listrik dirumah, tidak di sarankan terlalu banyak sambungan.
  5. Hindari pemakaian peralatan listrik yang melebihi beban kapasitas listrik.

Keamanan rumah mengacu pada pendidikan atau pembelajaran untuk mewujudkan rumah yang aman dan sehat, sebuah rumah atau tempat tinggal lainnya seperti apartemen, kondominium, townhome harus dibangun dengan kode bangunan yang ada, serta prosedur pemeliharaan dan perawatan harus di lakukan susuai prosedur.

Ancaman dan  pencegahan terhadap segala polusi dan ancaman terhadap rumah baik dari dalam rumah maupun dari luar telah di jelaskan dalam bab sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut maka perlu adanya kesadaran setiap pemilik rumah untuk mencegah berbagai bentuk polusi yang dapat timbul di rumah.

Pencegahan dapat diterapkan dengan mengurangi potensi yang dapat timbul. Selain itu juga bahaya kebakaran yang dapat terjadi harus mendapatkan perhatian khusus, hal tersebut dikarenakan barang-barang yang ada di dalam rumah merupakan bahan mudah terbakar. Untuk meminimalisir terjadinya kebakaran maka perlu adanya perencanaan sistem pemadam dan deteksi kebakaran.




Demikian penjelasan singkat tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) – Bentuk-bentuk Bahaya di dalam Rumah semoga bisa jadi referensi bagi anda, jika postingan ini dirasa bermanfaat silahkan bagikan postingan ini. Terima kasih telah berkunjung.


Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.