Teori Tentang Keterlibatan Orang Tua

Diposting pada

Teori Tentang Keterlibatan Orang Tua – Keterlibatan berasal dari kata libat. Libat adalah berpartisipasi, bersangkutan, atau yang berurusan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1986) Orang tua adalah: Ayah Ibu kandung, Siswa adalah keturunan dari suami istri dalam sebuah rumah tangga atau Keluarga.Suryabrata (2000) bahwa keterlibatan orang tua dengan penuh kasih sayang terhadap pendidikan anaknya, akan menumbuhkan aktivitas anak sebagai suatu potensi yang sangat berharga untuk menghadapi masa depan.

Pengertian keterlibatan orang tua adalah orang tua yang  ikut mengurusi suatu masalah anak atas keterlibatan orang tuanya terhadap pendidikan anaknya yaitu tentang bagaimana cara orang tuanya memberikan bimbingan belajar di rumah, memperhatikan dan memenuhi kebutuhan-kebuahan alat yang menunjang pelajaran, memberikan dorongan untuk belajar,memberikan pengawasan, memberikan pengarahan pentingnya belajar.

Berdasarkan pengertian tersebut di atas dapat dikatakan bahwa keterlibatan itu hampir sama dengan perhatian yaitu terutama pada kegiatan yang ditujukan pada suatu obyek. Keluarga merupakan awal tempat proses sosialisasi bagi siswa-siswanya, keluarga juga merupakan tempat siswa memperoleh kebutuhan sarana prasarana dan kasih sayang dalam bentuk perhatian orang tua. (Ahmadi, 1991)

Menurut Walgito (1995) bahwa perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan pada sesuatu atau sekumpulan obyek dan diartikan kegiatan atau keadaan mengambil bagian dalam suatu aktivitas untuk mencapai suatu obyek pelajaran atau dapat dikatakan sebagai sedikit banyaknya kesadaran yang menyertai aktivitas belajar.

Baca Juga:   Pengertian Pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan)

Jadi keterlibatan orang tua adalah suatu keseluruhan interaksi antara orang tua dengan anak, di mana orang tua bermaksud mengajarkan anaknya dengan mengubah tingkah laku, pengetahuan serta nilai-nilai yang dianggap paling tepat oleh orang tua, agar anak dapat mandiri, tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal.

  1. MACAM-MACAM KETERLIBATAN ORANG TUA

Dalam mengelompokkan keterlibatan orang tua dalam mendidik siswa, para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda-beda dalam sikap mendidik anak, yang antara satu sama lain hampir mempunyai persamaan. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Menurut Hurlock (1990) ada beberapa sikap orang tua yang khas dalam mengasuh anaknya, antara lain:

  1. Melindungi secara berlebihan Perlindungan orang tua yang berlebihan mencakup pengasuhan dan pengendalian anak yang berlebihan.
  2. Permisivitas terlihat pada orang tua yang membiarkan anak berbuat sesuka hati dengan sedikit pengendalian.
  3. Memanjakan  yang berlebih-memanjakan membuat anak egois, menuntut
  4. Penolakan  dapat dinyatakan dengan mengabaikan kesejahteraan anak   atau dengan menuntut terlalu banyak dari anak dan anak bermusuhan
  5. Penerimaan  orang tua ditandai oleh perhatian besar dan kasih sayang pada anak, orang tua yang menerima, memperhatikan perkembangan kemampuan anak dan memperhitungkan minat anak.
  6. Dominasi anak  yang didominasi oleh salah satu atau kedua orang tua bersifat jujur, sopan dan berhati-hati tetapi cenderung malu, patuh dan mudah dipengaruhi orang lain, mengalah dan sangat sensitif.
  7. Tunduk pada anak Orang tua yang tunduk pada anak nya membiar anak  mendominasi mereka dan rumah mereka.
  8. Favoritisme Meskipun mereka berkata bahwa mereka mencintai semua anak dengan sama rata, kebanyakan orang tua mempunyai favorit. Hal ini membuat mereka lebih menuruti dan mencintai anak favoritnya dari pada anak lain dalam keluarga.
  9. Amisi orang tua hampir semua orang tua mempunyai ambisi bagi anak mereka seringkali sangat tinggi sehingga tidak realistis. Ambisi ini sering dipengaruhi oleh ambisi orang tua yang tidak tercapai dan hasrat orang tua supaya anak mereka naik di tangga status sosial.
Baca Juga:   Pengertian Profesionalisme Guru

Menurut Paul (1993) menggolongkan pengelolaan anak ke dalam empat macam yaitu:

1. Kasar dan tegas

Orang tua yang mengurus keluarganya  menentukan peraturan yang keras dan teguh yang tidak akan di ubah dan mereka membina suatu hubungan majikan-pembantu antara mereka sendiri dan anak-anak  mereka.

2. Baik hati dan tidak tegas

Metode pengelolaan anak ini cenderung membuahkan siswa-siswa nakal yang manja, yang lemah dan yang tergantung jawab , dan yang bersifat keanak-anakan secara emosional.

3. Kasar dan tidak tegas

Inilah kombinasi yang menghancurkan kekasaran tersebut biasanya diperlihatkan dengan keyakinan bahwa anak  dengan sengaja berprilaku buruk dan ia bisa memperbaikinya bila ia mempunyai kemauan untuk itu.

4. Baik hati dan tegas

Orang tua tidak ragu untuk membicarakan dengan anak –anak  mereka tindakan yang mereka tidak setujui. Namun dalam melakukan ini, mereka membuat suatu batas hanya memusatkan selalu pada tindakan itu sendiri, tidak pernah si anak atau pribadinya.

Sekian dulu ulasan singkat tentang Teori Tentang Keterlibatan Orang Tua semoga ulasan ini bermanfaat bagi anda, dan dapat di jadikan referensi. Jika ulasan ini dianggap penting bagi anda silahkan bagikan/share ulasan ini. Terima kasih telah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.