Pengertian dan Langkah Pembelajaran Kooperatif

Diposting pada

Pengertian Pembelajaran Kooperatif – Davidson dan Kroll (dalam Asma, 2006:11) menyatakan bahwa, “pembelajaran kooperatif adalah kegiatan yang berlangsung dilingkungan belajar siswa dalam kelompok kecil yang saling berbagi ide-ide dan bekerja secara kolaboratif untuk memecahkan masalah-masalah yang ada dalam tugas mereka”. Newman (dalam Asma, 2006:11) menyatakan bahwa, “pembelajaran kooperatif adalah suatu pendekatan yang mencakup kelompok kecil dari siswa yang bekerja sama sebagai suatu tim untuk memecahkan masalah, menyelesaikan suatu tugas atau menyelesaikan suatu tugas bersama”.

Berdasarkan dari definisi tentang pembelajaran kooperatifdapat dikatakan bahwa belajar koopereatifberdasarkan dari suatu ide bahwa siswa bekerja sama dalam belajar kelompok dan sekaligus masing-masing bertanggung jawab pada aktivitasbelajar anggota kelompok, sehingga seluruh anggota kelompok dapatmenguasai materi pelajaran dengan baik.

Menurut Slavin, model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan setting kelompok-kelompok kecil dengan memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadah siswa bekerja sama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksidengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang bersamaan dan ia menjadi nara sumber bagi teman yang lain. Model ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dan memancing keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar.

Keuntungan pembelajaran kooperatifadalah adanya struktur tugas dan penghargaan yang berbeda yang diberikan kepada siswa. Sstruktur tugas menuntutsiswa untuk bekerja sama dalam kelom pok sehingga hasil belajar yang diperoleh lebih optimal, sedangkan penghargaan yang berbeda dapat meningkatkanmotivasi belajar siswa. Dengan demikian siswa menjadi lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Model pembelajaran kooperatifyang diterapkan pada pembelajaran diharapkan siswa dapat menggali dan menemukan pokok materi secara bersama-sama dalam kelompok atau individu. Dengan demikian siswa merasa senang sehingga materi tersebut tersimpan dalam memori karena didaptkan melalui pengalaman sendiri. Hal terpenting dalam pembelajaran kooperatifadalah tanggung jawab individu sekaligus kelompok, sehingga dalam diri siswa terbentuk sikap ketergantungan positifyang menjadi optimal (Ibrahim, 2002).

  • Unsur-unsur dalam pembelajaran kooperatif

Adapun unsur-unsur yang ada dalam pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

  1. Saling ketergantungan positif

Dalam pembelajaran kooperatif, guru menciptakan suasana yang mendorongagar siswa merasa saling membutuhkan. Hubungan yang saling membutuhkan inilah yang dimaksud dengan saling ketergantungan positif. Saling ketergantungan positif menuntut adanya interaksi promotif yang memungkinkan sesama siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal.

Baca Juga:   Pengertian Pola asuh Orangtua

  1. Interaksi tatap muka

Interaksi tatap muka menuntut para siswa dalam kelompok dapat saling bertatap muka sehingga mereka dapat melakukan dialog, tidak hanya dengan guru tetapi dengan sesama siswa. Interaksi semacam itu memungkinkan para siswa dapat saling menjadi sumber belajar sehingga sumber belajar menjadi bervariasi. Interaksi semacam itu sangant penting karena ada siswa yang merasa lebih mudah belajar dari sesamanya.

  1. Akuntabilitas individu

Pembelajaran kooperatif menampilkan wujudnya dalam belajar kelompok. Meskipun demikian, penilaian ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran secara individu. Hasil penilaian secara individual tersebut selanjutnya disampaikan oleh guru kepada kelompok agar semua anggota kelompok mengetahui siapa anggota kelompokn yang memerlukan bantuan dan siapa anggota kelompok yang dapat menberikan bantuan. Nilai kelompok didasarkan atas rata-rata hasil belajar semua anggotannya, dan karena itu tiap anggota kelompok harus memberikan peranan demimkemajuan kelompok. Penilaian kelompok yang didasarkan atas rata-rata penguasaan semua anggota kelompok secara individual inilah yang dimaksud dengan akuntabilitas individu.

  1. Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi

Dalam pembelajaran kooperatif keterampilan sosial seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, mengkritik ide dan bukan teman, berani mempertahankan pikiran logis, tidak mendominasi orang lain, mandiri dan berbagai sifat lain yang bermanfaat dalam menjalin hubungan antar pribadi, tidak hanya diasumsikan tetapi secara sengaja diajarkan. Siswa yang tidak dapat menjalin hubungan antar pribadi tidak hanya memperoleh teguran dari guru tetapi juga dari sesama siswa.

  • Ciri-ciri pembelajaran kooperatif

Ciri-ciri pembelajaran kooperatif adalah:

  1. Setiap anggota memiliki peran
  2. Terjadi hubungan langsung diantara siswa
  3. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya.
  4. Guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok.

5)  Guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan.

  • Tujuan pembelajaran kooperatif

Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting (Ibrahim, dkk 2000):

Baca Juga:   Pengertian Multiple Intelligence

  1. Hasil belajar akademik

Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Siswa kelompok atas akan menjadi tutor siswa kelompok bawah, siswa kelompok bawah akan memperoleh bantuan dari teman sebaya yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama dalam meningkatkan pemahamannya. Sedangkan siswa kelompok atas akan meningkatkan kemampuan akademiknya karena memberikan pelayanansebagai tutor membutuhkan pemikiran lebih mendalam tentang hubungan ide-ide yang terdapat dalam materi tersebut.

  1. Penerimaan terhadap individu

Pembelajaran kooperatifmemberikan peluang kepada siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi untuk bekerja saling bergantung satu sama lain atas tugas-tugas bersama serta belajar untuk menghargai satu sama lain.

  1. Pemgembangan keterampilan sosial

Tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk mengajarkan kepada siswa keterampilan dan kolaborasi. Dalam masyarakat pekerjaan orang dewasa dilakukan dalam organisasi yang saling bergantung satu sama lain dan masyarakat secara budaya semakin beragam.

  • Langkah-langkah pembelajaran kooperatif

Menurut Ibrahim , dkk (2000) terdapat enam langkah utama atau tahapan didalam pembelajaran kooperatif. Adapun langkah-langkah pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut: 

 Langkah-langkah pembelajaran kooperatif

Fase

Tingkah guru

Fase 1.

Menyampaikan tujuan dan motivasi siswa

 Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar

Fase 2.

Menyampaikan informasi

Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demontrasi atau lewat bahan bacaan

Fase 3.

Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar

Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu  setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien

Fase 4.

Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas

Fase 5.

Evaluasi

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang  materi yang dipelajari atau masing-masing kelompok  mempresentasikan hasil belajar

Fase 6.

Memberi penghargaan

Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok

 

  • Pentingnya pembelajaran kooperatif

Berbagai keunggulan pembelajaran kooperatifsebagaimana terurai sebagai berikut:

  1. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial
  2. Mengembangkan kegembiraan yang sejati
  3. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, keterampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan.
  4. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois dan egosentris
  5. Meningkatkan motivasi belajar intrinsik
  6. Meningkatkan sikap positif  terhadap belajar dan pengalaman belajar
  7. Meningkatkan kemampuan berpikir  divergen atau berpikir kreatif
  8. Meningkatkan hubungan positif antara siswa dengan guru dan personil sekolah
  9. Meningkatkan pandangan siswa terhadap  guru yang bukan hanya sebagai penunjang  keberhasilan akademik tetapi juga perkembangan kepribadian yang sehat dan terintegrasi
  10. Meningkatkan pandangan siswa terhadap guru yang bukan hanya pengajar tetapi sebagai pendidik.
  • Kelebihan dan kekurangan pembelajara kooperatif

Pembelajaran kooperatif mempunyai kelebihan dan kekurangan. Menurut Lie (2004) kelebihan proses pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

Baca Juga:   Pengertian Membaca Menulis Permulaan (MMP)

  1. Siswa dapat meningkatkan kemampuan untuk bekerja sama dengan siswa lain
  2. Siswa mempunyai lebih banyak kesempatan untuk menghargai perbedaan
  3. Partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dapat meningkat
  4. Mengurangi kecemasan siswa (kurang percaya diri)
  5. Meningkatkan motivasi, harga diri dan sikap positif
  6. Meningkatkan prestasi belajar siswa.

sedangkan kekurangan  proses pembelajaran kooperatif  adalah sebagai berikut:

  1. Model ini kadang-kadang  menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda
  2. Kerja kelompok sering hanya melibatkan kepada siswa yang mampu, sebab mereka yang cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang mampu
  3. Model ini akan gagal apabila siswa pasif, tidak komunikatif dan sifat egois yang tinggi.
  • Metode pembelajaran kooperatif

Ada empat metode pembelajaran kooperatif yang biasa digunakan guru (Nurhadi dan Senduk, 2003) dalam Nani Budiasih (2009) yaitu:

  1. Metode STAD (Student Teams Achievement Division)
  2. Metode Jigsaw
  3. Metode GI (Group Investigation)
  4. Metode Struktural, terbagi atas: 
  • Think Pair Share (TPS)
  • Numbered Head Together (NHT)

Demikian artikel singkat tentang Pengertian dan Langkah Pembelajaran Kooperatif semoga dapat dijadikan referensi bagi anda, jika artikel ini berguna bagi anda silahkan share artikel ini. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.