Pengertian Minat Belajar

Diposting pada

Pengertian Minat Belajar – Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian. Minat terhadap sesuatu dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minat-minat baru. Jadi minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan menyokong belajar selanjutnya. Walaupun minat terhadap sesuatu hal tidak merupakan hal yang hakiki untuk dapat mempelajari hal tersebut, asumsi umum menyatakan bahwa minat akan membantu sesorang mempelajarinya.

Sedangkan menurut Prasetyo (2012: 3) minat adalah kecenderungan yang menetap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Sehingga minat mengandung unsur keinginan untuk mengetahui dan mempelajari obyek yang diinginkan itu sebagai wawasan pengetahuan bagi dirinya, orang tersebut akan melakukan tindakan yang nyata untuk mengetahui dan mempelajari dari sesuatu yang diinginkannya itu sebagai kebutuhannya. Oleh karena itu, minat atau disebut juga keinginan seseorang terhadap sesuatu yang ia cita-citakan, merupakan hasil kesesuaian antara kondisi dan situasi dengan kebutuhan yang ia harapkan.

Menurut Slameto (2013: 180) minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.

  1. Indikator Minat Belajar

Menurut Ningsih (2014: 29) indikator adalah alat pemantau (sesuatu) yang dapat memberikan petunjuk atau keterangan. Kaitannya dengan minat belajar siswa adalah sebagai alat pemantau yang dapat memberikan petunjuk ke arah minat. Ada beberapa indiktor siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi dapat dikenali melalui proses belajar di kelas maupun di rumah. Untuk mengetahui berapa besar minat belajar siswa dapat diukur melalui:

Baca Juga:   Macam-Macam Berpikir

  1. Kesukaan

Pada umumnya individu yang suka atau senang pada sesuatu disebabkan karena adanya minat. Biasanya apa yang paling disenangi mudah sekali untuk diingat. Sama halnya dengan siswa yang berminat pada suatu mata pelajaran tertentu akan menyukai pelajaran itu. Kesukaan ini nampak dari kegairahan dan inisiatifnya dalam mengikuti pelajaran tersebut. Kegairahan dan inisiatif ini dapat diwujudkan dengan berbagai usaha yang dilakukan untuk menguasai ilmu pengetahuan yang terdapat dalam mata pelajaran tersebut dan tidak merasa lelah dan putus asa dalam mengembangkan pengetahuan dan selalu semangat serta bergembira dalam mengerjakan tugas ataupun soal yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diberikan guru di sekolah.

  1. Ketertarikan

Ketertarikan sering dijumpai beberapa siswa yang merespon dan memberikan reaksi terhadap apa yang disampaikan guru pada saat proses belajar mengajar di kelas. Tanggapan yang diberikan menunjukan apa yang disampaikan guru tersebut menarik perhatiannya, sehingga timbul rasa ingin tahu yang lebih besar. Ketertarikan siswa terhadap suatu mata pelajaran, juga dapat terlihat dari apa yang dilakukannya dimana tidak menunda-nunda waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas atau pekerjaan yang telah diberikan oleh guru, dimana siswa tersebut langsung mengerjakannya.

  1. Perhatian

Siswa yang mempunyai minat terhadap pelajaran-pelajaran tertentu akan cenderung memberikan perhatian yang besar terhadap pelajaran tersebut. Perhatian ini akan menimbulkan keseriusan dalam belajar, dimana siswa dapat teliti dalam mengerjakan tugas-tugas yang disampaikan oleh guru.

Baca Juga:   Pengertian Belajar, Prinsip Belajar dan Hasil Belajar

  1. Keterlibatan

Keterlibatan yakni keterlibatan, keuletan, dan kerja keras yang tampak melalui diri siswa menunjukan bahwa siswa tersebut ada keterlibatannya dalam belajar lebih giat, berusaha menemukan hal-hal yang baru yang berkaitan dengan pelajaran yang diberikan guru disekolah. Dengan demikian siswa akan memiliki keinginan untuk memperluas pengetahuan, mengembangkan diri, memperoleh kepercayaan diri dan memiliki rasa ingin tahu.

  1. Meningkatkan Minat

Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada. Para pengajar juga harus berusaha membentuk minat-minat baru pada diri siswa. Ini dapat dicapai dengan jalan memberikan informasi pada siswa mengenai hubungan atara suatu bahan pengajaran yang akan diberikan dengan bahan pengajaran yang lalu, menguraikan kegunaan bagi siswa dimasa yang akan datang.

Bila usaha-usaha diatas tidak berhasil, pengajar dapat memakai insentif dalam usaha mencapai tujuan pengajaran. Insentif merupakan alat yang dipakai untuk membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang tidak mau dilakukannya atau yang tidak dilakukannya dengan baik. Diharapkan pemberian insentif akan membangkitkan motivasi siswa, dan mungkin minat terhadap bahan yang diajarkan akan muncul. Slameto (2013: 181).

Berdasarkan beberapa pengertian minat diatas dapat disimpulkan bahwa minat adalah adalah suatu keinginan atau rasa ketertarikan yang berasal dari diri sendiri terhadap sesuatu tanpa adanya tekanan atau dorongan dari pihak tertentu. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukan bahwa seseorang lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dan dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas.

Baca Juga:   Analisis Kebutuhan Proses Pembelajaran Di Laboratorium Atau Bengkel Diklat

Demikian artikel singkat tentang Pengertian Minat Belajar semoga dapat menjadi referensi bagi anda, jika artikel ini dirasa bermanfaat bagi anda silahkan bagikan/share artikel ini. Terim kasih telah bekunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.