Pengertian Metode Pembelajaran Proyek Respon Aktif

Diposting pada

Pengertian Metode Pembelajaran Proyek Respon Aktif – Metode proyek respon akfif adalah pemberian tugas kepada semua siswa untuk dikerjakan secara individu.Siswa dituntut untuk mengamati, membaca, dan meneliti.Kemudian siswa diminta membuat laporan dari tugas yang diberikan kepadanya dalam bentuk makalah (Martinis Yamin 2013: 166).siapa yang lebih banyak menemu jawaban atas tugas yang telah ditentukan maka dialah yang lebih baik merespon dengan baik dan secara aktif menemukan jawaban yang terbaik dari tugas tersebut.

Pembelajaran berbasis proyek merupakan istilah dari pembelajaran yang diterjamah dari bahasa inggris project-based learning.Model pembelajaran ini melibatkan peserta didik dalam kegiatan pemecahan masalah dan memberi peluang peserta didik dalam berkerja secara otomom mengkontruksi belajar mereka sendiri, dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa bernilai dan realities. Pembelajaran berbasis proyek adalah suatu pendekatan pendidikan yang efektif yang berfokus pada reaktivitas berpikir, pemecahan masalah, dan  interaksi antara peserta didik dengan kawan sebaya mereka untuk menciptakan dan menggunakan pengetahuan baru.

Keuntungan dan keunggulan menggunakan project-based learning menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Answan Zain (2006: 83), adalah :

  1. Dapat merubah pola pikir peserta didik dari sempit menjadi yang lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
  2. Membina peserta didik menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan terpadu, yang diharapkan berguna dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik.
  3. Sesuai dengan prinsip-prinsip ditaktik modern.” Prinsip tersebut dalam pelaksanaannya harus memperhatikan kemampuan individual peserta didik dalam kelompok, bahan pelajaran tidak terlepas dari kehidupan riil sehari-hari yang penuh masalah, pengembangan kreativitas, aktivitas, dan pengalaman peserta didik banyak dilakukan, menjadikan teori, praktik, sekolah, dan kehidupan masyarakat menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Karakteristik Pembelajaran Berbasis Proyek

Pembelajaran berbasis proyek memiliki karakteristik yang membedakannya dengan model pembelajaran lain, ciri-ciri pembelajaran berbasis proyek, diantaranya :

Pertama, Isi. Isi pada pembelajaran berbasis proyek difokuskan pada ide-ide siswa, yaitu bentuk gambaran sendiri berkerja atas topik-topik yang relevan dan minat siswa yang seimbang dengan pengalaman siswa sehari-hari.

Kedua, Kondisi. Maksudnya adalah kondisi untuk mendorong siswa mandiri, yaitu dalam mengelola tugas dan waktu belajar.

Ketiga, Aktivitas.  Adalah suatu strategi yang efektif dan menarik, yaitu dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dan memacahkan masalah menggunakan kecakapan.Aktivitas juga merupakan bangunan dalam menggagas pengetahuan siswa dalam mentransfer dan menyimpan informasi dengan mudah.

Keempat, Hasil. Hasil di sini adalah penerapan hasil yang produktif dalam membantu siswa mengembangkan kecakapan belajar dan mengintegrasikan dalam belajar yang sempurna, termasuk strategi dan kemampuan untuk menggunakan kognitif strategi pemecahan masalah.

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Proyek

Kelebihan :

  1. Relevan dengan prinsip CBSA
  2. Merangsang siswa belajar lebih banyak, baik dekat dengan guru maupun pada saat jauh dari guru di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
  3. Mengembangkan sifat kemandirian pada diri siswa
  4. Lebih meyakinkan tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya atau memperluas pandangan tentang apa yang dipelajari.
  5. Membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengolah sendiri informasi dan komunikasi
  6. Pengetahuan yang siswa peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama
  7. Merangsang kegairahan belajar siswa karena dapat dilakukan dengan bevariasi
  8. Membina tanggung jawab dan disiplin siswa
  9. Mengembangkan kreatifitas siswa

Kelemahan :

  1. Memerlukan pengawasan yang ketat baik oleh guru maupun orang tua.
  2. Sukar menetapkan apakah tugas dikerjakan oleh siswa sendiri atau atas bantuan orang lain
  3. Banyak kecendrungan untuk saling mencontoh dengan teman-teman.
  4. Agak sulit diselesaikan oleh siswa yang tinggal bersama keluarga yang kurang teratur
  5. Dapat menimbulkan frustasi bila gagal menyelesaikan tugas.
  6. Tugas yang banyak dan sering dapat membuat beban dan keluhan siswa.
Langkah-Langkah Pembelajaran Berbasis Proyek.

Triatno Ibnu Badar Al-Tabany, (2014 : 52) menyatakan langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek yaitu:

  1. Arrange, yang meliputi: menetukan tujuan belajar, memutuskan proyek yang akan dikerjakan, dan mengatur waktu pelaksanaan proyek dengan sebaik-baiknya.
  2. Begin, yaitu mulai mengerjakan proyek.
  3. Change, yaitu membuat perubahan yang diperlukan dalam rangka yang sedang dikerjakan,
  4. Demonstrate, yaitu menunjukan apa yang telah dicapai melalui presentasi.

Martinis Yamain (2014 : 36) menjelaskan rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam kelas meliputi 9 aspek untuk menumbuhkan keaktifan dan partisipasi siswa. Masing-masing di antaranya adalah:

  1. Memberikan motivasi atau menarik perhatian siswa, sehinggamereka berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran
  2. Menjelaskan tujuan instruksional (kemampuan dasar) kepada siswa
  3. Mengingatkan kompetensi prasyarat
  4. Memberikan stimulus (masalah, topik, dan konsep) yang akandipelajari.
  5. Memberi petunjuk kepada siswa cara mempelajarinya.
  6. Memunculkan aktivitas, partisipasi siswa dalam kegiatanpembelajaran
  7. Memberikan umpan balik (feed back)
  8. Melakukan tagihan-tagihan terhadap siswa berupa tes, sehingga kemampuan siswa selalu terpantau dan terukur.
  9. Menyimpulkan setiap materi yang disampaikan diakhir pembelajaran.

Proyektif merupakan tes yang di dalamnya memberikan kesempatan kepada subjek atau siswa dengan stimulus situasi dan memberikan kesempatan kepada mereka secara paksa atas dasar kebutuhan, persepsi, dan interprestasi pribadi.Macam-macam bentuk tes proyektif yang sering digunakan sebagai stimulus oleh para peneliti diantaranya, termasuk; gambar-gambar, inkblots, kalimat tidak lengkap, asosiasi kata, tulisan tangan dan gambar tangan, tes kreatif, dan kontruktif.

Metode pengumpulan data yang juga memiliki peran penting dalam penelitian tindakan kelas yaitu metode aktif. Metode ini disebut metode aktif, karena yang menjadi media pengumpulan data adalah manusia (guru dan siswa) yang berpartisipasi dalam proses penelitian tersebut.

Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktivitas siswa dalam mengakses berbagai informasi dan pengalaman untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetesinya. Lebih dari itu, pembelajaran aktif memungkin siswa mengembangkan kemampuan berpikir tinggi, seperti menganalisis dan mensintesis serta melakukan penilaian terhadap berbagai peristiwa belajar dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.Dalam pembelajaran aktif, guru lebih banyak memposisikan diri sebagai fasilitator, yang bertugas menbarikan kemudahan belajar kepada siswa. Siswa terlibat secara aktif dan berperan dalam proses pembelajaraan, sedangkan guru lebih banyak memberikan arahan dan bimbingan serta mengatur sirkulasi dan jalannya proses pembelajaran. Skenario dalam pembelajaran proyek yaitu  pengorganisasi kelompok kecil untuk membangkit motivasi siswa, guru menunjukan beberapa mufrodat dikelas dan muridnya menyebutkannya

Demikian ulasan singkat tentang Pengertian Metode Pembelajaran Proyek Respon Aktif semoga dapat menjadi referensi bagi anda, dan jika ulasan ini dianggap menarik dan bermanfaat bagi anda silahkan bagikan/share ulasan ini. Terima kasih telah berkunjung.

Baca Juga:   Pengertian Metode Pembelajaran Struktural Analitik Sintetik (SAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.