Pengertian dan Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Portofolio

Diposting pada

Pengertian dan Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Portofolio – Model pembelajaran adalah merupakan salah satu komponen pengajaran yang sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar (Susetiyono dan Hinduan, 2010 : 2). Menurut Indrawati (2011 : 6) model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran berbasis portofolio.

Model pembelajaran berbasis portofolio merupakan alternatif cara belajar siswa aktif (CBSA) dan cara mengajar guru aktif (CMGA). Karena sebelum, selama, dan sesudah proses belajar mengajar guru dan siswa dihadapkan pada sejumlah kegiatan (Fajar dalam Taniredja et al, 2011:8). Portofolio ini biasanya merupakan karya terpilih dari seorang siswa atau kelompok, atau karya satu kelas secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif.

Sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran portofolio di samping memperoleh pengalaman fisik terhadap objek dalam pembelajaran, siswa juga memperoleh pengalaman atau terlibat secara mental.  Pengalaman fisik berarti melibatkan siswa atau mempertemukan siswa dengan objek pembelajaran. Pengalaman mental dalam arti memperhatikan informasi awal yang telah ada pada diri siswa dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk menyusun (merekonstruksi) sendiri informasi yang diperolehnya.

Menurut Budimansyah dalam Widayati (2009: 21) Portofolio sering disandingkan konsep pembelajaran dan penilaian. Jika disandingkan dengan konsep pembelajaran maka dikenal dengan istilah pembelajaran berbasis portofolio, sedangkan jika disandingkan dengan konsep penilaian maka dikenal istilah penilaian berbasis portofolio. Model pembelajaran portofolio dalam penelitian ini adalah suatu proses pembelajaran dalam mempelajari suatu materi tertentu yang prosesnya dari awal sampai akhir, dan kumpulan hasil pekerjaan siswa tersebut dikumpulkan atau didokumentasikan yang disimpan dalam satu bendel.

Baca Juga:   Pengertian dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Learning)

Menurut Budimansyah dalam Taniredja et al (2011:14-17) terdapat empat prinsip-prinsip dasar model pembelajaran berbasis portofolio, yaitu:

  1. Prinsip Belajar Siswa Aktif

Aktivitas siswa hampir diseluruh proses pembelajaran, dari mulai fase perencanaan di kelas, kegiatan di lapangan, dan pelaporan. Fase perencanaan aktivitas siswa terlihat pada saat mengidentifikasi masalah dengan menggunakan teknik bursa ide (brain storming), kemudian fase kegiatan lapangan dengan berbagai teknik (misalnya wawancara, pengamatan, kuesioner, dan lain-lain), dan fase pelaporan mereka terfokus pada pembuatan portofolio kelas.

  1. Kelompok Belajar Kooperatif

Prinsip ini merupakan proses pembelajaran yang berbasis kerja sama. Kerja sama antar siswa dan antar komponen-komponen lain di sekolah, bisa dengan lembaga terkait. Misalnya pada saat siswa hendak mengumpulkan data dan informasi. Pembagian kelompok belajar kooperatif dilaksanakan secara acak (heterogen). Pembagian kelompok jenis ini memungkinkan siswa yang pandai dan yang kurang dapat berkolaborasi serta mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam tim.

  1. Pembelajaran Partisipatorik

Model pembelajaran portofolio melatih siswa belajar melakoni (learning by doing). Salah satu bentuk pelakonan itu adalah siswa belajar hidup berdemokrasi. Sebagai contoh pada saat memilih masalah untuk kajian kelas memiliki makna bahwa siswa dapat menghargai dan menerima pendapat yang berbeda dari siswa lainnya.

  1. Reactive Teaching

Guru perlu menciptakan strategi yang tepat agar siswa  mempunyai motivasi belajar yang tinggi dengan meyakinkan siswa akan  kegunaan  materi  bagi  kehidupan  nyata.  Guru  juga  harus dapat menciptakan situasi sehingga meteri pelajaran selalu menarik, tidak membosankan.

  1. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Portofolio

Langkah-langkah model pembelajaran portofolio ada enam, yakni mengidentifikasi tujuan dan fokus penelitian, merencankan aspek konten yang dinilai, menentukan bentuk, susunan portofolio, menentukan penggunaan portofolio, menentukan cara untuk menilai portofolio, dan menentukan bentuk portofolio dan penilaian. Adapun langkah-langkah model pembelajaran portofolio sebagai berikut (Maya dan Malley dalam Riyanti, 2014 : 18)

Baca Juga:   Pengertian Model Pembelajaran Discovery Strategy

  1. Mengidentifikasi tujuan dan fokus portofolio

Pada langkah ini, guru bersama siswa merumuskan masalah yang berkenaan dengan materi yang dibahas sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pada tahap ini pula guru menginstruksikan siswa untuk membentuk kelompok portofolio. Guru menentukan fokus-fokus portofolio dan memberikan petunjuk-petunjuk membuat portofolio yang baik dan benar.

  1. Merencanakan aspek konten yang dinilai

Pada langkah ini guru menentukan prosedur-prosedur penilaian dengan mengacu pada spesifikasi konten-konten pada portofolio siswa.

  1. Menentukan bentuk, susunan portofolio

Guru menganalisis desain portofolio yang akan dibuat siswa dengan menentukan standar-standar dan kriteria portofolio tersebut.

  1. Menentukan penggunaan portofolio

Pada langkah ini guru menyiapkan instruksi-instruksi pada portofolio. Guru merencanakan penggunaan instruksional dan umpan balik kepada siswa.

  1. Menentukan cara untuk menilai portofolio

Guru merencanakan verifikasi dari prosedur-prosedur dengan membuat rubrik atau lembar untuk mengecek portofolio yang dibuat oleh siswa.

  1. Menentukan bentuk portofolio dan penilaian

Pada langkah ini guru menginstruksikan siswa untuk mengimplementasikan portofolio sesuai dengan instruksi yang telah disepakati sebelumnya.

Menurut Fajar (2009: ) Penggunaan portofolio sebagai pembelajaran memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, yakni:

  1. Kelebihan Model Pembelajaran Portofolio

Kelebihan model pembelajaran portofolio antara lain:

  1. Dapat menutupi kekurangan proses pembelajaran IPS selama ini, yakni dalam mengembangkan keterampilan atau kecakapan sebagai warga negara. Seperti keterampilan memecahkan masalah, mengemukakan pendapat, berdebat, menggunakan berbagai sumber informasi, mengumpulkan data, membuat laporan, dan sebagainya.
  2. Mendorong adanya kolaborasi (komunikasi dan hubungan) antar siswa dan antara siswa dan guru.emungkinkan guru mengakses kemampuan siswa membuat/ menyusun laporan, menulis dan menghasilkan berbagai tugas akademik.
  3. Meningkatkan dan mengembangkan wawasan siswa mengenai isu atau masalah-masalah kemasyarakatan atau lingkungannya, dapat memotivasi adanya rasa peduli atau peka terhadap lingkungan masyarakat dari yang paling dekat hingga ke masalah nasional dan bahkan masalah internasional.
  4. Mendidik siswa memiliki kemampuan merefleksi pengalaman belajarnya, sehingga siswa termotivasi untuk belajar lebih baik dari yang sudah mereka lakukan.
  5. Pengalaman belajar yang tersimpan dalam memorinya akan lebih tahan lama karena telah melakukan serangkaian proses belajar dari mengetahui, memahami diri sendiri, melakukan aktifitas dan  belajar bekerjasama dengan rekan-rekannya dalam kebersamaan hidup di masyarakat.
Baca Juga:   Model Pembelajaran Talking Stick
  1. Kekurangan Model Pembelajaran Portofolio

Adapun kelemahan model pembelajaran portofolio antara lain:

  1. Menggunakan waktu yang relatif lama
  2. Memerlukan ketekunan, kesabaran dan keterampilan guru.
  3. Memerlukan biaya
  4. Memerlukan adanya jaringan komunikasi yang erat antara siswa, guru, sekolah, keluarga, masyarakat, dan lembaga/instansi pemerintah maupun swasta.

Kekurangan model portofolio dalam pembelajaran dapat  diatasi melalui strategi sebagai berikut:

  1. Waktu yang lama daat disiasati dengan cara mengkondisikan pembelajaran dengan alokasi waktu yang ada ada RPP yang direncanakan.
  2. Memaksimalkan potensi siswa yang dapat didayagunakan seperti keterampilan siswa dalam membuat portofolio tayangan dan dokumentasi.
  3. Mengoptimalkan barang-barang disekitar lingkungan belajar untuk pembuatan portofolio.
  4. Guru memfasilitasi komunikasi verbal dalam proses pencarian informasi siswa.

Demikian ulasan singkat tentang Pengertian dan Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Portofolio semoga dapat menjadi referensi bagi anda dan jika ulasan ini dirasa bermanfaat bagi anda silahkan bagikan/share ulasan berikut. terima kasih telah berkunjung

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.