Pengertian dan Langkah-langkah Metode Pembelajaran Bermain Peran

Diposting pada

Metode didalam pembelajaran memegang peran penting karena merupakan tata cara dalam menentukan langkah-langkah pembelajaran dalam mencapai tujuan pembeajaran. Melalui penggunaan metode secara tepat dan akurat, guru akan mampu mencapai tujuan dalam pembelajaran. Guru sebaiiknya menggunakan metode pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar, sehingga dapat dijadikan sebagai alat yang sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Sulistyo dan Basuki (dalam Sutino 2011:42) metode berasal dari kata Yunani yaitu meta yang memiliki arti ‘dari’ atau ‘sesudah’ dan bodos yang berarti ‘perjalanan’. Kedua kata tersebut dapat diartikan menjadi ‘perjalanan’, ‘mengejar’, atau ‘dari’ satu tujuan. Oleh karena itu metode dapat didefinisikansebagai setiap prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir. Pada penelitian, tujuan adalah data yang terkumpul dan metode adalah alatnya. Dengan kata lain metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik untuk mencapai maksud, cara kerja sistematis untuk memudahkan pelaksanaan sebuah kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.

Sumantri dan Pernama (dalam Sutino, 2011: 42) menyatakan bahwa metode adalah cara-cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pebelajaran yang benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dantercapai prestasi anak yang memuaskan. Bertolak dari beberapa pendapat tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan carra kerja/prosedural yang dibuat oleh guru secara sadar dan bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu proses pembelajaran yang membuat siswa agar belajar. Hal ini diharapkan terjadi perubahan tingkah laku pada diri siswa dan perubahan itu didapatkan dengan kemampuan baru dalam waktu yang relatif lama dan adanya usaha.

  1. Macam-macam Metode Pembelajaran

Menurut Yamin (2005: 71) macam metode pembelajaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) Metode diskusi, (2) Metode kerja kelompok, (3) Metode penemuan, (4) Metode simulasi, (5) Metode sumbang saran, (6) Metode eksperimen, (7) Metode demonstrasi, (8)Metode Bermain Peran, (9) Metode tanya jawab, (10) Metode Ceramah.

Setiap metode pembelajaran dikatakan baik apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Sesuai dengan tujuan
  2. Dapat dilaksanakan dengan kemampuan guru
  3. Tergantung dengan tingkat kemampuan siswa
  4. Sesuai dengan besarnya kelompok
  5. Melihat fasilitas yang ada

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode bermain peran yaitu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi, daya ekspresi, dan peghayatan dalam memainkan tokoh drama.

  1. Bermain Peran

Bermain peran adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pegembangan imajinasi dan penghayatan. Penghayatan dan pengembangan imajinasi yang di lakukan siswa dengan memerankan diri sebagai tokoh hidup atau benda mati (Huda, 2013: 208). Bermain pada anak merupakan salah satu sarana untuk belajar. melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, anak berusaha untuk menyelidiki dan mendapatkan pengalaman yang kaya, baik pengalaman dengan dirinya sendiri, teman sekelasnya, maupun dengan lingkungan di sekitarnya. Bermain peran merupakan sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai yang positif bagi anak.

Baca Juga:   Karakteristik Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Pengembangan

Bermain merupakan bagian terbesar dalam kehidupan anak-anak untuk dapat belajar mengenal dan mengembangkan keterampilan sosial dan fisik, mengatasi situasi dalam kondisi yang sedang terjadi. Secara umum bermain sering dikaitkan dengan kegiatan anak-anak yang dilakukan secara spontan dan dalam suasana riang gembira. Dengan bermain berkelompok anak akan mempunyai penilaian terhadap dirinya tentang kelebihan yang dimilikinya sehingga dapat membantu pembentukkan konsep diri yang positif, pengelolaan emosi yang baik, memiliki rasa empati yang tinggi, memiliki kendali diri yang bagus, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.

Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk menghadirkan peran-peran yang ada di dalam dunia nyata ke dalam suatu pertunjukan peran di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta didik dapat menilai hasil bermain peran yang dilakukan. Bermain peran adalah kegiatan yang mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara memperagakan dan mendiskusikan sehingga orang dapat mengeksplor perasaan, sikap, nilai, dan berbagai strategi pemecahan masalah.

Sementara Yamin (dalam Sutino 2005:76) menyatakan bahwa metode bermain peran adalah metode yang melibatkan interaksi antara dua siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai tokoh yang dilakoni. Siswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memerankan sehingga guru dapat menemukan masalah yang mereka hadapi dalam pelaksaannya. Hamalik (dalam Sutino 2011: 28) menyatakan metode bermain peran adalah teknik-teknik simulasi yang umumnya digunakan untuk pendidikan sosial dan hubungan antarinsani.

Para siswa berpartisipasi sebagai pemaindengan peran tertentu atau sebagai pengamat bergantung dari tujuan-tujuan dari penerapan metode tersebut. Metode bermain peran adalah salah satu bemtuk permainan pendidikan yang dipakai untuk menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku, dan nilai dengan tujuan untuk menghayati perasaan, sudut pandang, dan cara berpikir orang lain dengan memerankan peran orang lain.

Bermain peran merupakan sebuah permainan di mana para pemain memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama (Yoni, 2014: 3).  Para pemain memilih aksi tokoh-tokoh mereka berdasarkan karakteristik tokoh tersebut, dan keberhasilan aksi mereka tergantung dari sistem peraturan permainan yang telah ditetapkan dan ditentukan, asalkan tetap mengikuti peraturan yang ditetapkan, para pemain bisa berimprovisasi membentuk arah dan hasil akhir permaian. Dari teori diatas dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran  adalah Suatu cara mengajar dimana siswa-siswi melakukan tugas untuk melakukan tingkah laku yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin di capai siswa dan guru.

Menurut Sanjaya (2006 : 161) bermain peran adalah pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual atau kejadian yang mungkin akan muncul pada masa mendatang. Berdasarkan beberapa pengertian yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa teknik bermain peran adalah suatu pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa-peristiwa atau kejadian yang mungkin akan muncul pada masa mendatang yang peranya sangat baik dalam mendidik siswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Baca Juga:   Pengertian dan Langkah-Langkah Metode Pembelajaran Information Search

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran merupakan salah satu metode pembelajaran dengan menempatkan peserta didik untuk melakukan kegiatan bermain atau memainkan peran tokoh lain dengan penuh penghayatan dan kreativitas berdasarkan peran suatu masalah yang sedang dibahas sebagai materi pembelajaran bermain peran pada saat itu

Terdapat lima karakteristik bermain peran menurut Yamin (Dalam Sutino 2005: 81) yaitu :

  1. Didasari motivasi yang muncul dari dalam. Jadi anak melakukan kegiatan itu atas kemauannya sendiri.
  2. Sifatnya spontan dan sukarela, bukan merupakan kewajiban. Anak merasa bebas memilih apa saja yang ingin dijadikan alternatif bagi kegiatan bermainnya.
  3. Senantiasa melibatkan peran aktif dari anak, baik secara fisik maupun mental.
  4. Memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain, seperti kemampuan kreatif, memecahkan masalah, kemampuan berbahasa, kemampuan memperoleh teman sebanyak mungkin dan sebagainya.
  1. Tujuan Penggunaan Metode Bermain Peran

Tujuan merupakan sesuatu yang harus ditemukan di dalam membuat suatu perencanaan sehingga memiliki arah yang jelas. Metode bermain peran ini digunakan untuk mencapai beberapa bentuk tujuan pembelajaran baik secara instruksional maupun pengiring. Metode bermain peran dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa, misalnya dalam bermain drama pendek.

Tujuan penggunaan metode bermain peran dalam proses pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan berbicara siswa. Keterampilan berbicara hanya akan dapat diperoleh dan di kuasai dengan jalan praktek dan banyak latihan (Tarigan, 2008 : 2). Penggunaan metode bermain peran yang akan diterapkan oleh seorang guru dalam pembelajaran tentu didasarkan adanya alasan atau pertimbangan. Alasan tersebut dimungkinkan bahwa metode bermain peran sangat tepat untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran tertentu.

Bermain peran dapat digunakan untuk meningatkan keterampilan berbicara siswa karena dalam bermain peran siswa diharuskan untuk terampil berbicara kepada pemeran lainnya. Penanaman dan pengembangan aspek nilai, moral, dan sikap siswa akan lebih mudah dicapai apabila siswa secara langsung mengalami (memerankan) peran tertentu, daripada hanya mendengarkan penjelasan atau melihat dan mengamati saja. Penjelasan tersebut memberikan alasan kuat bahwa penggunaan metode bermain peran dapat mengembangkan aspek sikap atau kepribadian siswa menjadi leebih baik. Pengalaman dengan melakukan langsung kegiatan bermain peran akan lebih membekas pada diri siswa dari pada hanya melihat dan mendengar saja.

Soebrata (dalam Sutino 2011: 31) menyatakan bahwa bermain peran dapat memberiikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati pikiran dan perasaan orang lain yang mungkin berbeda dengan pikiran dan perasaannya sehingga sikap toleran dapat berkembang.

Hamalik (dalam Sutino, 2011:31) menyatakan tujuan bermain peran harus sesuai dengan jenis belajar, yaitu sebagai berikut :

  1. Belajar dengan berbuat, yaiitu melakukan peranan tertentu sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. Tujuannnya untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan interaktif atau reaktif.
  2. Belajar melalui peniruan, yaitu pengamat (siswa) menyamakan diri dengan pelaku dan tingkah laku pemeran.
  3. Belajar melalui balikan, pangamat menanggapi perilaku para pemain peran yang telah ditampilkan
  4. Belajar melalui pengkajian, penilalian, dan pengulangan yaitu pemeran dapat memperbaiki keterampilan-keterampilan mereka dengan mengulanginya dalam penampilan berikutnya.
Baca Juga:   Pengertian Metode Pembelajaran Course Review Horay

Sumantri (2006: 60) menyatakan tujuan bermain peran didesain terutama untuk memupuk :

  1. Analisis nilai da perilaku sosial
  2. Pengembangan strategi untuk memecahkan masalah antar pribadi
  3. Perkembangan empati atau penghargaan terhadap orang lain.

Sutino (2011: 33) mengungkapkan metode bermain peran digunakan dengan tujuan:

  1. Agar menghayati suatu kejadian atau hal yang sebenarnya terdapat dalam realita kehidupan
  2. Agar memahami sebab akibat suatu kejadian
  3. Sebagai penyaluran/pelepasan ketegangan atau perasaan tertentu
  4. Sebagai alat mendiagnosa keadaan, kemampuan dan kebutuhan siswa
  5. Pembentukan konsep diri
  6. Menggali peran-peran seseorang dalam sustu kehidupan kejadian dan keadaan
  7. Menggali dan meneliti niai-nilai atau norma-norma dan peran budaya dalam kehidupan
  8. Membantu siswa dalam mengklasifikasi dan memperinci, memperjelas pola pikir, berbuat dan memiliki keterampilan dalam membuat atau mengambil keputusan menurut caranya sendiri
  9. Alat hubung untuk membina struktur sosial dan sistem nilai lingkungannya
  10. Membina kemampuan siswa dalam memecahkan masalah, berpikir kritis, analitis komunikasi, hidup dalam kelompok
  11. Melatih siswa dalam mengendalikan dan memperbaharui perasaan, cara berpikirnya dan perbuatannya.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pembelajaran menggunakan metode bermain peran siswa-siswi akan lebih aktif belajar, memiliki sikap toleran, dan secara khusus dapat berbicara dan berbahasa dengan baik dan benar. Pembelajaran mengunakan kegiatan bermain peran akan menciptakan suasana kelas yang tidak membosankan dan siswa-siswi lebih banyak aktif dibandingkan guru karena guru hanya fasilitator yaitu mengarahkan dan membimbingsiswa-siswi selama proses pembelajaran berlangsung.

  1. Manfaat Metode Bermain Peran

Manfaat metode bermain peran menurut Bruce Joyce (dalam Sutino 2011: 34) adalah sebagai berikut :

  1. Siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengenali dan memperhitungkan perasaannya sendiri serta perasaan orang lain. Siswa bisa memiliki perilaku baru dalam menghadapi situasi sulit yang tengah dihadapi dan siswa meningkatkan skill memecahkan masalah.
  2. Bermain peran bisa merangsang timbulnya beberapa aktivitas. Siswa menikmati tindakan atau peranannnya.
  1. Langkah-langkah Penggunaan Metode Bermain Peran

Soebrata (dalam Sutino 2011: 37) mengemukakan penyajian langkah-langkah dalam menggunakan metode bermin peran adalah sebagai berikut :

  1. Dideskripsikan skenario kajadian atau situasi yang dipentaskan
  2. Mempelajarai karakteristik peranan yang akan dipentaskan
  3. Memilih pemeran dan menugaskan untuk menghayati peran yang harus dibawakan
  4. Melaksanakan kegiatan bermain peran
  5. Kegiatan mendiskusikan hasil bermain peran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.