Apa Itu Penyakit Leukemia? Inilah Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya!

Diposting pada

Apa itu leukemia? Salah satu jenis penyakit kanker yang paling meresahkan, sangat penting bagi setiap orang untuk mengedukasi diri tentang leukemia. agar kesehatan kita tetap terjamin, kita bisa mendaftarkan diri ke PFI Mega Life – asuransi kesehatan untuk keluarga. Kemudian temukan fakta-fakta medis lengkap, mulai dari pengertian leukemia, gejala, penyebab dan cara mengobati penyakit kanker ini.

Apa itu Leukemia ?

Leukemia adalah sel kanker pada jaringan darah manusia, termasuk di bagian sumsum tulang belakang dan sistem limfa/getah bening. Jenis kanker darah ini ditandai dengan kenaikan jumlah sel darah putih di dalam tubuh.

Sel darah putih adalah bagian dari jenis darah manusia yang berfungsi melawan infeksi. Dalam kondisi normal, produksi sel darah putih biasanya berjalan stabil sesuai kebutuhan tubuh.

Dalam kondisi tidak normal, produksi sel darah putih di bagian sumsum bisa meningkat dan menyerang sel darah merah dan juga trombosit dalam tubuh. Akibatnya, fungsi sel darah di dalam tubuh menjadi tidak efektif dan berpotensi menyebabkan leukemia atau kanker darah.

Gejala Leukemia

Dikarenakan jenis leukemia adalah berbeda-beda, gejalanya juga bisa bervariasi dari masing-masing penderita. Pada tahap awal, seseorang mungkin tidak merasakan gejala yang signifikan. Jika kondisi sel darah memburuk maka beberapa gejala umum leukemia bisa meliputi:

  • Demam atau menggigil
  • Rasa letih dan lemah yang terjadi terus-menerus
  • Sering mengalami infeksi serius
  • Kehilangan berat badan secara drastis
  • Pembengkakan kelenjar getah bening atau pembesaran hati
  • Mudah memar atau sering mengalami pendarahan
  • Sering mimisan
  • Muncul bintik-bintik merah di kulit
  • Sering berkeringat, terutama pada malam hari
  • Rasa sakit pada tulang
  • Sakit kepala, muntah dan kejang-kejang
  • Sesak napas
Penyebab Leukemia Secara Umum

Tidak ada alasan medis tertentu yang bisa menjelaskan mengapa seseorang bisa diserang leukemia. Pada banyak kasusnya, penderita cenderung memiliki jenis kromosom yang tidak biasa, tetapi pada dasarnya kromosom tetap tidak bisa menjadi 100% alasan di balik penyakit leukemia.

Para ahli berkesimpulan penyebab leukemia adalah terkait dengan kombinasi genetik dan faktor lingkungan. Untuk lebih memahami penyebab leukemia, penting untuk memahami sistem kerja darah dalam tubuh manusia.

Ada tiga jenis sel darah manusia, yaitu sel darah putih untuk melawan infeksi, sel darah merah untuk mengangkut oksigen, trombosit untuk membantu proses penggumpalan darah. Setiap hari, tulang sumsum membentuk milyaran sel darah baru, dengan komposisi darah terbanyak berupa sel darah merah.

Pada penderita leukemia, sel darah putih mengalami mutasi dalam DNA. Akibatnya, tubuh malah memproduksi sel darah putih yang lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh manusia.

Baca Juga:   Test Drive Suzuki SPlash GL, Seperti Apa Hasilnya?

Serangkaian abnormalitas tertentu menyebabkan tumbuhnya sel-sel darah putih yang terus membelah diri dengan cepat. Selain bertumbuh dengan pesat, kelompok sel darah putih ini juga tidak mati seperti layaknya sel biasa. Dengan demikian, terjadi beberapa kondisi yaitu:

  • Tubuh sulit melawan infeksi karena sel darah putih tidak menjalankan tugas seperti biasanya. Volume sel darah yang putih juga akan mempengaruhi kinerja organ lain di dalam tubuh.
  • Seiring bertambahnya sel darah putih dalam tubuh, jumlah sel darah merah menipis dan tidak bisa menyuplai oksigen seperti fungsi normal.
  • Pada bagian trombosit, sel darah putih juga turut menggerus jumlah platelet yang menyebabkan penurunan kemampuan penggumpalan darah.
Faktor Risiko Leukemia

Beberapa faktor yang memiliki kemungkinan atau potensi mengalami penyakit leukemia adalah:

  • Usia. Risiko leukemia meningkat seiring pertambahan usia, terutama saat memasuki usia 65 tahun. Namun, leukemia juga bisa menyerang anak-anak dan remaja di bawah usia 15 tahun.
  • Perokok. Merokok bisa meningkatkan risiko jenis leukemia akut.
  • Kelainan darah. Penderita kelainan darah, seperti sindrom mielodisplasia atau gangguan akibat pembentukan sel darah di tulang sumsum yang kurang baik.
  • Histori kemoterapi. Penderita penyakit kanker yang pernah mengalami perawatan kemoterapi dan radioterapi memiliki tingkat risiko terkena beberapa jenis leukemia.
  • Genetik. Abnormalitas genetik juga diyakini berpengaruh pada faktor risiko seseorang. Salah satunya adalah Down Syndrome.
  • Paparan terhadap jenis kimia tertentu. Pernah terekspos pada zat kimia, contohnya benzena pada bahan bakar atau industri kimia juga dikaitkan dengan resiko leukemia.
  • Histori Keluarga. Umumnya penyakit leukemia bisa diturunkan dalam arti bukan menular, melainkan berpotensi terjadi pada anggota keluarga yang pernah mengalami leukemia sebelumnya.

Walaupun ada beberapa faktor risiko leukemia seperti disebutkan di atas, tidak semua orang yang memiliki faktor tersebut akan pasti terkena leukemia. Sama halnya ada juga penderita leukemia yang tidak memiliki faktor risiko tersebut.

Jenis-Jenis Leukemia

Pengelompokan penyakit leukemia dilakukan berdasarkan dua cara:

  1. Tingkat kecepatan penyebaran sel darah putih

Dari tingkat kecepatan penyebaran sel kanker atau progresifnya sel kanker, penyakit leukemia dapat dibagi menjadi:

  • Leukemia Akut

Pada Leukemia Akut, sel darah abnormal berbentuk sel-sel darah yang tidak berkembang sempurna. Sel-sel darah ini tidak bisa berfungsi secara normal dan jumlahnya meningkat dengan pesat sehingga leukemia semakin memburuk. Leukemia akut membutuhkan penanganan yang agresif dan sedini mungkin karena merupakan jenis yang lebih berbahaya.

  • Leukemia Kronis

Ada banyak jenis leukemia kronis, beberapa di antara memproduksi terlalu banyak sel dan sebaliknya, ada pula yang menekan produksi sel-sel darah. Jenis sel darah pada leukemia kronis biasanya sudah bersifat dewasa. Akumulasi volumenya juga lebih pelan dan bisa berfungsi normal dalam kurun waktu tertentu. Seringnya, jenis leukemia kronis tidak menimbulkan gejala tertentu dan bisa tidak terdeteksi hingga bertahun-tahun.

Baca Juga:   Test Drive Suzuki SPlash GL, Seperti Apa Hasilnya?
  1. Jenis sel darah putih

Secara garis besar, jenis leukemia berdasarkan jenis sel darah putih terbagi menjadi:

  • Lymphocytic/limfositik: meliputi sel sumsum tulang belakang yang menjadi limfosit, sejenis sel darah putih.
  • Myelogenous/ mieloblastik: meliputi sel sumsum yang menciptakan beberapa macam sel darah, yaitu sel darah merah, trombosit dan sel darah putih.

Ada pembagian lebih spesifik lagi dari dua jenis leukemia tersebut menjadi empat jenis leukemia utama yaitu:

  • Leukemia limfoblastik akut

Acute lymphoblastic leukemia (ALL) atau leukemia limfoblastik akut terjadi ketika sumsum tulang terlalu banyak memproduksi sel darah putih jenis limfosit yang belum matang atau limfoblas.

  • Leukemia limfositik kronis

Chronic lymphocytic leukemia (CLL) atau leukemia limfositik kronis terjadi ketika sumsum tulang terlalu banyak memproduksi limfosit yang tidak normal dan secara perlahan menyebabkan kanker.

  • Leukemia mieloblastik akut

Acute myeloblastic leukemia (AML) atau leukemia mieloblastik akut terjadi ketika sumsum tulang terlalu banyak memproduksi sel mieloid yang tidak matang atau mieloblas.

  • Leukemia mielositik kronis

Chronic myelocytic leukemia (CML) atau leukemia mielositik kronis terjadi ketika sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel mieloid yang matang.

Selain keempat jenis leukemia di atas, ada beberapa jenis leukemia lain yang jarang terjadi, di antaranya:

  • Leukemia sel rambut (hairy cell leukemia).
  • Leukemia mielositik kronis (chronic myelomonocytic leukemia).
  • Leukemia promielositik akut (promyelocytic acute leukemia).
  • Leukemia limfositik granular besar (large granular lymphocytic leukemia).
  • Juvenile myelomonocytic leukemia, yaitu jenis leukemia mielomonositik yang menyerang anak usia di bawah 6 tahun.
Tahapan/Stadium Leukemia

Tahapan stadium leukemia terbagi menjadi beberapa fase yang berbeda:

  • Stadium A; pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati) di kurang dari tiga kelompok/lokasi dan jumlah sel darah putih yang tinggi.
  • Stadium B; pembesaran kelenjar getah bening pada lebih dari tiga kelompok/lokasi dan jumlah sel darah putih tinggi.
  • Stadium C; terjadi pembesaran pada sekelompok kelenjar getah bening atau limpa di suatu bagian tubuh, jumlah sel darah putih tinggi, dan jumlah sel darah merah atau trombosit yang rendah.

Pada setiap tahap, leukemia memiliki gejalanya sendiri.

  • Tahap A. Satu-satunya gejala yang mungkin Anda miliki adalah pembesaran kelenjar getah bening dan biasanya belum dirasakan oleh Anda.
  • Tahap B. Anda mungkin akan mudah merasa lelah dan belum memiliki gejala.
  • Tahap C. Anda akan mengalami anemia dan cepat merasa lelah. Pada tahap ini Anda akan memiliki tanda-tanda pembekuan darah abnormal, seperti mimisan, atau memar. Anda juga mungkin mengalami infeksi berulang dan terjadi penurunan berat badan serta mudah berkeringat pada malam hari.
Baca Juga:   Test Drive Suzuki SPlash GL, Seperti Apa Hasilnya?
Cara Diagnosis Leukemia & Perawatan Leukemia

Umumnya dokter akan memulai diagnosis dengan memeriksa tanda- tanda leukemia di darah dan tulang sumsum, seperti:

  • Tes Darah; mengecek jumlah darah dan tingkat maturitas dari jenis-jenis sel darah, serta sel-sel yang tidak lazim.
  • Biopsi Tulang Sumsum; menggunakan jarum suntik dan bisa memberitahukan tingkat keganasan/ stadium kanker darah.
  • Pungsi Lumbal; prosedur medis pada bagian lumbal tubuh untuk memeriksa apakah kanker sudah  menyebar.
  • Tes Imaging; contohnya CT scan, MRI, dan PET atau pengambilan gambar dengan teknologi tinggi.

Perawatan leukemia tergantung jenis yang diderita, tingkat penyebaran/stadium, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Beberapa jenis perawatan leukemia adalah:

  • Kemoterapi
  • Radioterapi
  • Terapi Biologis/Immunoterapi
  • Terapi Tertarget
  • Transplantasi sel
  • Bedah/Operasi

Seiring perkembangan teknologi kesehatan, termasuk kemoterapi dan transplantasi/cangkok tulang sumsum belakang, semakin banyak peluang kesembuhan bagi penderita leukemia. Dalam 40 tahun terakhir, persentase kesembuhan leukemia sudah meningkat hingga tiga kali lipat, termasuk untuk leukemia yang menyerang penderita anak-anak.

Melindungi Diri dari Bahaya Leukemia

Pengobatan leukemia membutuhkan waktu cukup panjang. Rutin berkonsultasi dengan dokter selama pengobatan, bahkan hingga selesai pengobatan. Hal ini dilakukan agar perkembangan penyakit selalu terpantau oleh dokter.

Tingkat kesembuhan leukemia sangat tergantung pada tindakan cepat yang diambil sejak dini. Jika merasa ada gejala yang tidak lazim, misalnya infeksi yang terus berulang, demam berkepanjangan, mimisan dan sebagainya, segera periksakan diri ke dokter. Pemeriksaan akan bisa mendeteksi kemungkinan kanker dan mencegah perkembangan penyakit.

Jika Anda perokok aktif, sebaiknya segera mengambil langkah untuk menghentikan kebiasaan itu. Jika dibutuhkan, Anda boleh merujuk pada bantuan profesional karena merokok merupakan salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko leukemia.

Lengkapi juga diri dan keluarga dengan Mega Comforta, produk asuransi kesehatan dari PFI Mega Life. Mega Comforta adalah produk asuransi jiwa berjangka yang memberikan manfaat berupa perlindungan asuransi jiwa, dilengkapi proteksi terhadap penyakit kritis dan santunan meninggal dunia akibat kecelakaan.

Temukan juga berbagai produk asuransi lengkap di PFI Mega Life yang siap memberikan perlindungan dan kenyamanan maksimal bagi Anda dan keluarga. Hubungi sekarang juga dan kami dengan senang hati siap membantu dengan pelayanan tertinggi hanya untuk Anda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.