Merumuskan Masalah dan Hipotesis Dalam Penelitian

Diposting pada

Merumuskan Masalah dan Hipotesis Dalam Penelitian – Pada contoh kasus dibawah ini saya akan memberikan gambaran bagaimana cara merumuskan masalah dalam penelitian, perhatikan cerita dibawah ini:

Bagi lulusan SMP/Mts mengambil keputusan tidaklah mudah, seperti keputusan melanjutkan sekolah, banyak pertimbangan yang membuat mereka sulit menentukan pilihan. Peran serta pihak lain seperti orang tua sangat besar dalam proses pengambilan keputusan. Orang tua yang dekat secara emosional  dengan mereka memiliki pengaruh tersendiri, malah kadang-kadang keputusan mereka adalah keputusan orang tua atau dapat diartikan orang tualah yang menentukan masa depan mereka

Pemilihan bidang pendidikan merupakan salah satu kesulitan yang di hadapi oleh remaja mereka sering kali harus berhadapan dengan keinginan orang tua dan keinginan mereka sendiri. Jika orang tuanya seorang dokter mereka juga mengharapkan anaknya menjadi seorang dokter, jika seorang tekhnisi  maka mereka ingin anaknya menjadi seorang teknisi, jika seorang guru mereka menginginkan anaknya menjadi guru. Dalam keadaan seperti ini biasanya remaja menurut keinginan orang tua (Najamudin,2005)

Dari sudut bimbingan, keputusan yang diambil seseorang seharusnya adalah keputusan yang tepat, yaitu keputusan yang didasarkan pada sejumlah pertimbangan dengan memperhatikan segala factor. Pengambilan keputusan merupakan proses, untuk mengambil keputusan yang tepat di perlukan data dan informasi yang akurat. Informasi adalah segala sesuatu yang membuat orang tahu tentang sesuatu, segala apa yang berasal dari luar masuk kedalam diri (Munandir 1996: Gagne, 1998)

Baca Juga:   Pengertian Rancangan Penelitian dan Penelitian Kuantitatif

Disekolah anak-anak mendapatkan layanan informasi sebagai salahsatu layanan bimbingan dan konseling yang membekali peserta dididk pengetahuan dalam bidang pendidikan, bidang pribadi social agar peserta didik dapat belajar dari lingkungan sehingga mampu mengatur dan merencanakan masa depannya, seperti dalam menentukan kelanjutan studi (Depdikbud, 1999)

Pemberian layanan informasi sangat berarti terutama menjelang penyelesaian pendidikan. Kurang mendapat layanan informasi membuat siswa kehilangan kesempatan yang berharga, misalnya dalam memilih sekolah dan merencanakan masa depannya sesuai dengan cita-cita dan bakat minatnya (Depdikbud, 1999). Hasil penelitian Schunk (1994) membuktikan bahwa ada hubungan antara peningkatan pemecahan masalah dengan pemberian informasi  bagi sekelompok  siswa. Dengan demikian dapat diyakini bahwa pemberia informasi yang diberikan melalui bimbingan karier, mempunyai hubungan yang berarti bagi siswa dalam pengambilan keputusan untuk merencanakan masa depannya.

Rumusan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka masalah penelitian perlu dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut.

  1. Adakah hubungan daya tarik promosi dengan keputusan siswa melanjutkan studi ke SMK?
  2. Adakah hubungan Akreditasi /Status SMK dengan keputusan siswa melanjutkan studi ke SMK?
  3. Adakah hubungan peran orang tua dengan keputusan siswa melanjutkan studi ke SMK?
  4. Adakah hubungan daya tarik promosi, Akreditasi/status SMK , dan peran orang tua secara bersama-sama dengan keputusan siswa melanjutkan studi ke SMK?

Data yang di perlukan

Penelitian dilakukan ke seluruh siswa kelas X SMK se kabupaten Sintang baik negri maupun swasta. Namun tidak semua populasi siswa kelas X dijadikan sasaran penelitian. Karena pertimbangan praktis, yaitu terbatasnya tenaga, fasilitas, kesempatan, dan dana maka dilakukan pengambilan sampel dari populasi. Dengan kata lain, peneliti hanya akan meneliti sebagian dari populasi tersebut kemudian hasilnya di generalisasikan kepada seluruh populasi (Ary, dkk., 1995). Banyaknya sampel diambil 15% dari populasi, hal ini didasarkan dari pendapat Arikunto(2006) yang menyatakan bahwa apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi jika jumlah subjeknya besar, dapat diabil antara 10%-15% atau 10%-20% atau lebih, tergantung setidaknya dari: 1) Kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga, dan dana; 2) sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek; 3) Besar kecilnya resiko yang di tanggung peneliti.

Baca Juga:   Pengertian Populasi, Sampel, Jenis Sampling, dan Teknik Sampling

Berdasarkan uraian diatas jika jumlah peserta sebanyak 1321 siswa maka peneliti hanya mengambil sampel sebesar 15% dari jumlah populasi dan didapatkan 198 siswa. Sedangkan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara propotional random sampling. Hasil perhitungan tiap sekolah tercantum pada table 3.2

Hipotesis penelitian

Berdasarkan rumusan masalah dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut

  1. Terdapat hubungan antara daya tarik promosi dengan keputusan siswa melanjutkan studi ke SMK.
  2. Terdapat hubungan antara status/akreditasi SMKdengan keputusan siswa melanjutkan studi ke SMK.
  3. Terdapat hubungan antara peran orang tua dengan keputusan siswa melanjutkan studi ke SMK.
  4. Tedapat hubungan antara daya tarik promosi, status/akreditasi SMK, dan peran orang tua dengan keputusan siswa melanjutkan studi ke SMK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.