Pengertian Sumber Belajar

Diposting pada

Pengertian Sumber Belajar – Menurut Sitepu (2014: 18) “Sumber belajar adalah usaha sadar yang dilakukan secara terencana, sistematis, dan mengunakan metode tertentu untuk mengubah prilaku relatip menetap melalui interaksi dengan sumber belajar”. Dengan demikian sumber belajar merupakan salah satu komponen dalam kegiatan belajar yang memungkinkan individu memperoleh pengetahuan kemampuan, sikap, keyakinan, emosional, dan perasaan. Secara singkat, sumber belajar dapat dirumuskan sebagai sesuatu yang dapat dipergunakan untuk mendukung dan memudahkan terjadinya proses belajar.

Belajar merupakan suatu proses suatu sistem yang tidak terlepas dari komponen-komponen lain yang saling berinteraksi didalamnya. Salah satu dalam komponen tersebut adalah sumber belajar. Hamali (2010: 195) Memilih sumber belajar adalah “semua sumber belajar yang dapat dipakai oleh siswa (sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan siswa lain) untuk memudahkan belajar “ . Sedangkan menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (2012 :76) Sumber belajar dalam arti sempit adalah “misalnya buku-buku atau bahan-bahan cetak lainnya”. Pengertian sumber belajar tersebut sama sempitnya bila diartikan sebagai semua sarana pengajaran yang dapat menyajikan pesan secara auditif maupun visual saja, misalnya OHP, video, film, dan perangkat keras ( hear-ware) lainnya.

Sejalan dengan pendapat diatas Soelaiman. (2000:265) mendefinisikan sumber-sumber belajar ialah” Segala macam alat yang dapat memperkaya atau memperjelas pemahaman murid yang dapat dipelajari”.  Dari definisi diatas dapat disimpulkan yang dimaksud dengan sumber belajar segala sesuatau yang dapat memudahkan belajar merupakan sarana untuk memperkaya pengalaman belajar. Disimpulkan yang dimaksud dengan sumber belajar segala sesuatau yang dapat memudahkan belajar merupakan sarana untuk memperkaya pengalaman belajar. Sumber tersebut yang membantu guru yang sedang mengajar dan merupakan alat peraga yang dapat menjelaskan, atau membuat pelajaran lebih kongkrit dan murid lebih terdorong untuk belajar serta membuat situasi pelajaran lebih bervariasi.

Sejalan dengan pendapat diatas menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (2012:77) mendefinisikan secara umum pengertian sumber belajar adalah “ Segala daya dapat dimanfaatkan guna memberi kemudahan kepada seorang dalam belajarnya”. Dalam pengembangan sumber belajar menjadi dua macam yaitu: Pertama sumber belajar yang dirancang secara sengaja dibuat atau dipergunakan untuk membentuk belajar-mengajar, biasa disebut  learning resources by desing (sumber belajar yang dirancang) misalnya buku, brousur, dan film. Semua perangkat keras ini memang sengaja dirancang guna kepentingan kegiatan pengajaran. Kedua sumber belajar yang dimanfaatkan guna memberi kemudahan kepada seseorang dalam belajar berupa segala macam belajar yang ada di lingkungan sekitar kita.

  1. Klasifikasi Sumber Belajar

Menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (2012:80) klasifikasi yang bisa dilakukan terhadap sumber belajar adalah sebagai berikut:

  1. Sumber belajar tercetak, buku ,majalah, brosur, dan koran.

  2. Sumber belajar non tercetak: film dan video.

  3. Sumber belajar yang berbentuk fasilitas: perpustakaan ruangan belajar,studio, lapangan olah raga dan lain-lain.

  4. Sumber belajar berupa kegiatan: wawancara, kerja kelompok, observasi, simulasi, dan lain-lain.

  5. Sumber belajar berupa lingkungan: tema, terminal, pasar, pabrik, museum, dan lain-lain.

Dengan demikian klasifikasi terhadap sumber belajar tercetak dan non tercetak, sumber belajar yang terbentuk kegiatan, dan sumber belajar berupa lingkungan. Dan yang dapat dikatakan sumber belajar adalah: buku, koran ,film, perpustakaan,  kegiatan wawancara, museum dan lingkungan.

  1. Komponen Sumber Belajar

        Sumber belajar dapat dipandang sebagai suatu sistem karena murupakan satu kesatuan yang didalamnya terdapat komponen-komponen yang berhubungan dan saling berpengaruh  satu sama lainnya. Yang dimaksud dengan komponen merupakan bagian-bagian yang selalu ada didalam sumber belajar itu sendiri. Bagian-bagian ini merupakan satu kesatuan yang sulit berdiri sendiri sekalipun mungkin dapat dipergunakan secara terpisah.

  1. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Kepada Sumber Belajar

        Berbagai faktor yang mempengaruhi sumber belajar perlu diketahui untuk memahami karakteristik agar pemanfaatnya dalam kegiatan pengajaran bisa optimal. Menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (2012:83-84) adapun faktor-faktor antara lain:

  1. Perkembangan Teknologi

    Perkembangan teknologi yang amat cepat sangat mempengaruh terhadap sumber belajar yang digunakan pada masa lampau jenis sumber belajar yang dirancang banyak dipergunakan oleh guru. Pengaruh teknologi bukan hanya terdapat bentuk dan jenis sumber belajar, melainkan juga terhadap komponen-komponen sumber belajar. Hal ini menjadi jelas pada sumber belajar yang  dirancang misalnya, mula-mula kita melihat media visual gambar dalam bentuk film bisu dengan adanya penemuan-penemuan teknologi dibidang rekaman dan kemudian dilengkapi dengan suara, pemanfaatan vidio malah lebih peraktis dan mudah untuk dipergunakan.

  1. Keadaan Ekonomi

Sumber belajar juga dipengaruhi oleh keadaan ekonomi tersebut mempengaruhi sumber belajar dalam hal penggadaanya, jenis atau macamnya, dan upaya menyebarkannya kepada pemakai. Dengan kata lain, Bagaimana lembaga pendidikan mengadakan suatu sumber belajar dalam wadah yang cukup memadai dan bervariasi? Bagaimana sumber belajar itu dikirimkan, disebarkan kepada para pemakai ? kedau pernyataan itu berkaitan erat dengan dana. Dalam hal-hal tertentu pendayagunaan sumber belajar yang tidak dirancanakan lebih mudah dari pada memutar film atau slides yang sengaja direncanakan sebelumnya.

  1. Keadaan Pemakai

Pemakai sumber belajar memegang peranan penting karna pemakai yang memamfaatkannya sehingga dengan demikian, sifat pemakai perlu diketahui. Keadan sifat pemakai akan turut mempengaruhi sumber belajar yang dimamfaatkaan; misalnya: beberapa banyak jumlah pemakai sumber belajar itu, bagaimana latar belakang dan pengalaman pemakai, bagai mana motivasi pemakai, apa tujuan memamfaatkan sumber belajar itu. Dengan demikian sumber belajar dapat dipengaruhi oleh faktor, yaitu: perkembangan teknologi, nilai-nilai budaya setempat, keadaan ekonami pada umumnya, dan keadaan pemakai.

  1. Kriteria Sumber Belajar

Dalam memilih sumber belajar harus didasarkan atas kriteria tertentu yang terdiri dari kriteria umum berdasarkan tujuan. Menurut Nana Sujana dan Ibrahim (2012:84-85) kriteria umum merupakan ukuran kasar dan memilih sumber belajar, misalnya:

  1. Ekonomis

  2. Praktis dan sederhana

  3. Mudah diperoleh

        Pendapat diatas dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Ekonomis dalam pengertian murah

    Ekonomis tidak berarti harganya selalu harus rendah. Bisa saja dana pengadaan sumber belajar itu cukup tinggi, tetapi pemamfaatanya dalam jangka panjang.

  1. Praktis dan sederhana

Artinya tidak memerlukan pelayanaan serta pengadaa sampingan yang sulit dan langkah. Dan disederhana maksudnya tidak memerlukan pelayanan yang menggunakan keterampilan khusus yang rumit. Semakin peraktis dan sederhana sumber belajar itu, semakin perlu di prioritas untuk dipilih dan digunakan.

  1. Mudah diperoleh

Artinya sumber belajar itu dekat, tidak perlu diadakan atau dibeli ditokoh dan pabrik.

  1. Cara Mendayungkan Sumber Belajar

Dalam kegiatan pembelajaran, pemamfaatan sumber belajar seoptimal mungkin sangatlah penting, keevktifan proses pembelajaran tertentu pula oleh kemampuaan peserta didik dalam mendayungkan sumber-sumber balajar. Menurut Mulyasa.E (2005:50-51) pada umumnya terdapat dua cara memamfaatkan sumber belajar dalam pembelajaran disekolah.

  1. Membawa sumber belajar kedalam kelas. Dari anekaragam macam dan bentuknya sumber-sumber belajar dapat digunakan dalam proses pembelajara didalam kelas. Hal tersebut misalnya membawa tape recorder (alat perekam)  kedalam kelas, dan memanggil manusia sebagai sumber.

  2. Membawa kelas kelapangan dimana sumber belajar berada. Adakalanya terdapat sumber belajar yang sangat penting dan menunjant tujuan belajar tetapi tidak dapat dibawa kedalam kelas karena mengandung resiko yang cukup tinggi, atau memiliki karakteristik yang tidak mungkin untuk dibawa ke daam kelas. Hal tersebut misalnya museum, apabila kita mau menggunakan museum sebagai sumber belajar tidak mungkin membawanya kedalam kelas, oleh karna itu kita harus mendatangi museum tersebut. Pemamfaatnan dengan cara yang kedua ini biasanya dilakukan dengan metode karya wisata. Hla ini dilakukan terutama untuk mengefektivkan biaya yang dikeluarkan.

  3. Jenis-jenis Sumber Belajar

  •  Sumber belajar berupa bahan/media pembelajaran yaitu suatu yang mengandung pesan pembelajaran, baik yang diminati secara khusus seperti film pendidikan, peta, grafik, buku paket dan sebagainya. Yang biasanya disebut media pengajaran, maupun bahan yang bersifat umum, seperti filem keluarga berencana bisa dimamfaatkan untuk kepentingan belajar. Bahan didalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu: bahan tercetak berupa buku pelajaran, majalah, koran, dan sebagainya. Sedangkan non tercetak berupa film, video, radio, internet, dan sebagainya. Bahan ajaran tersebut disesuaikan dengan materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
  • Sumber belajar yang berasal dari lingkungan yaitu ruangan dan tempat dimana sumber-sumber dapat berinteraksi dengan para peserta didik. Ruangan dan tempat yang dinamis secara sengaja untuk kepentingan belajar, misalnya perpustakaan, ruangan kelas, labotorium, ruangan mikro teacing dan sebagainya. Salah satu contoh sumber belajar adalah  perpustakaan. Perpustakan merupakan sumber belajar yang dapat dikatakan pusat sarana akademis. Perpustakan menyediakan bahan-bahan pustaka berupa barang cetak seperti, buku, majalah, atau jurnal ilmiah, peta, surat kabar, serta bahan-bahan noncetak seperti foto-foto, film, kaset, dan lain sebagainya.

Sejalan dengan pandangan diatas menurut Supamo (2000:140) “perpustakaan yang dikenal selama ini adalah kumpulan buku-buku yang ditata sedemikian rupa dengan sistem tertentu, dan ditaruh dirak-rak buku dan siap dimamfaatkan mahasiswa, dosen, siswa dan peserta-peserta didik” jadi perpustakan adalah tempat kumpulan buku-buku yang ditata dengan sistem yang telah ditemukan dan dapat dimanfatkan oeh semua peserta didik.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manfaat perpustakan perlu mempunyai keterampilan dalam hal pemilihan bahan yang diperlukan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan masalah. Mengambil dan mencatat intisari yang penting dari sumber tersebut lalu bisa didiskusikan.

Perpustakaan dapat  dijadikan tempat atau sarana untuk membantuh menumbuhkan minat baca, dan mendorong membiasakan siswa belajar secara mandiri. Disamping itu, ada pula ruang tempat yang tidak diniati untuk kepentingan belajar, namun bisa dimanfaatkan, misalnya musium, kebun binatang, kebun raya, candi, dan tempat-tempat beribadah. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar ternyata disesuaikan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, A. dan Supriyono, W. 2013. Psikologi belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Aningsih. 2012. “Proses Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar Alam (Studi Deskriptif Kualitatif Di Kelas I Sd Alam Cikeas Bogor)”. Jurnal       pendidikan dasar. Nolume 3 No 5. Hal 1-29.

Bungin, B. 2014. Modul Pelatihan Trilogi Metode Penelitian Sosial. Sintang :    STKIP Persada Khatulistiwa Sintang.

Deswita. A. P. 2013. “Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Gaya Mengajar Guru        Dan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Pada Program       Keahlian Akuntansi Siswa Kelas X Di Smkn 1 Sawahlunto”. Journal of         Economic and Economic Education. Volume 2 No 1. Hal 1-10.

Gani. A. 2015. “Pengaruh Model Pembelajaran Dan Persepsi Tentang         Matematika Terhadap Minat Dan  Hasil Belajar Matematika Siswa Smp Negeri Di Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone”. Jurnal Daya       Matematis. Volume 3 No 3. Hal 1-7.

Hamdani. 2011. Strategi belajar mengajar. Bandung : Pustaka Setia.

Hamdi. S. dan Abadi. A.M. 2014. “Pengaruh Motivasi, Self-Efficacy Dan Latar      Belakang Pendidikan Terhadap Prestasi Matematika Mahasiswa PGSD      Stkip-H Dan Pgmi Iaih”. Jurnal Riset Pendidikan Matematika. Volume 1No 1. Hal 1-11.

Latifah, E. 2012. Psikologi pendidikan. Yogyakarta : Pedagogia.

Muhidin, S. A. dan Abdurahman, M. 2011. Analisis korelasi, regresi, dan jalur dalam penelitian. Bandung : Pustaka Setia.

Mahadianto, M. Y. dan Setiawan, A. 2013. Analisis parametrik dependensi    dengan program SPSS untuk pengolahan data tugas akhir, skripsi dan tesis. Jakarta : Rajagrafindo Persada

Ningsih. D. 2014. “Hubungan Motivasi Orangtua dan Minat Belajar Siswa dengan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri No.17 Baning Sungai  Ana Sintang Tahun Pelajaran 2014/2015”. Skripsi. Sintang: STKIP  Persada Khatulistiwa Sintang.

Pramuji. T. Dkk (2014). “Persepsi Terhadap Mata Pelajaran Matematika Siswa       Smp Kelas VIII”. Volume 12 No 4. Hal 1-6.

Prasetyo. L. C. (2012). “Pengaruh Minat Belajar Dan Persepsi Kerja Terhadap        Prestasi Belajar Siswa”. Volume 1 No 2. Hal 1-12.

Ramadhy. S. dan Permadi. D. (2011). Bagaimana mengembangkan kecerdasan?. Bandung : PT Sarana Panca Karya Nusa.

Rahayu. S. dkk. (2015). “Hubungan Sumber Belajar Dan Minat Belajar Dengan     Prestasi Belajar Matematika Siswa Smp”. Volume 14 No 1. Hal 1-4.

Solso, R. Dkk. 2007. Psikologi Kognitif. Jakarta : Erlangga.

Sukada. Dkk (2013). “Kontribusi Minat Belajar, Motivasi Berprestasi Dan     Kecerdasan Logis Matematika Terhadap Hasil Belajar Matematika           Siswa Sma Negeri 1 Kintamani”. e-Journal Program Pascasarjana           Universitas Pendidikan Ganesha. Volume 4. Hal 1-4.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. 2014. Statistika dan Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. H: Bumi Aksara.

Slameto. 2013. belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi. jakarta: Rineka        Cipta.

Wardiana. A. dkk. 2014.”Hubungan Antara Adversity Quotient (Aq) Dan  Minat    Belajar Dengan Prestasibelajar Matematika Pada Siswa Kelas Vsd Di Kelurahan Pedungan”. Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan           Ganesha. Volume 2 No 1. Hal 1-11.

Wulandari.R. 2011.” Korelasi Persepsi Mata Pelajaran Matematka Dan Minat         Belajar Matematika Dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas       Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Gamping Tahun Ajaran 2010/2011”.    Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Demikian artikel singkat tentang Pengertian Sumber Belajar semoga dapat bermanfaat dan menjadikan referensi bagi anda, jika artikel ini dianggap bermanfaat bagi anda silahkan bagikan/share artikel ini. Terima kasih telah berkunjung.

Baca Juga:   Unsur-Unsur Dalam Novel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.