Pengertian Pemahaman

Diposting pada

Pengertian Pemahaman – Keterampilan dan kemampuan intelektual yang menjadi tuntutan di sekolah maupun perguruan tinggi adalah keterlibatan pemahaman. Artinya, ketika siswa atau mahasiswa dihadapkan pada komunikasi, diharapkan mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan dan dapat menggunakan ide-ide yang terkandung di dalamnya (Kuswana, 2012:43).

Menurut Sardiman (2014: 42) pemahaman yaitu menguasai sesuatu dengan pikiran. Karena itu, belajar berarti harus mengerti secara mental makna dan filosifisnya, maksud dan implikasi serta aplikasi-aplikasinya, sehingga menyebabkan siswa dapat memahami sesuatu. Lebih lanjut sardiman menambahkan bahwa pemahaman sangat penting bagi siswa yang belajar. Memahami maksudnya dan menangkap maknanya adalah tujuan akhir dari belajar. Pemahaman tidak hanya sekedar tahu, tetapi juga menghendaki agar subjek belajar dapat memanfaatkan bahan-bahan yang dipahami.

Sudjana (2016: 24) menyatakan bahwa pemahaman adalah tipe hasil belajar yang setingkat lebih tinggi dari pada pengetahuan, misalnya menjelaskan dengan susunan kalimatnya sendiri sesuatu yang dibaca atau  didengarnya, memberi contoh lain dari yang telah dicontohkan, atau menggunakan petunjuk penerapan pada kasus lain.

Berdasarkan pandangan ahli di atas, maka yang dimaksud dengan pemahaman adalah penguasaan suatu ilmu atau teori menggunakan mental yang mampu berimajinasi dalam mengaplikasikan suatu ilmu atau teori tersebut dengan memberikan contoh lain selain contoh yang telah diberikan atau menerapkan petunjuk penerapan pada kasus lain.

Faktor Yang Mempengaruhi Pemahaman Belajar Siswa

Menurut Simus (2016: 14) ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemahaman belajar siswa diantaranya:

Baca Juga:   Definisi Kompetensi Profesional Guru

Faktor lingkungan

Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan siswa. Selama hidup siswa tidak bisa menghindarkan diri dari lingkungan alami dan lingkungan sosial budaya. Lingkungan adalah lingkungan tempat tinggal siswa, hidup, dan berusaha di dalamnya. Sedangkan, lingkungan sosial budaya adalah lingkungan sekitar siswa yang mencakup interaksi sosial, Sebagai contohnya yaitu interaksi di sekolah baik sesama teman, guru, dan sebagainya. Pada lingkungan ini, sekolah yang merupakan salah satu lingkungan sosial budaya bagi siswa, harus diterapkan sebuah peraturan yang jika dilanggar akan dikenakan sanksi untuk siswa.

Faktor instrumental

Kurikulum – Kurikulum adalah a plan of learning yang merupakan unsur substansial dalam pendidikan. Tanpa kurikulum proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung, karena materi yang akan disampaikan dalam pembelajaran harus direncanakan terlebih dahulu, dan perencanaan tersebut adalah bagian dari kurikulum, yang mana seorang guru harus mempelajari dan menjabarkan isi kurikulum ke dalam program yang lebih rinci dan jelas sasarannya. Sehingga dapat diukur dan diketahui dengan pasti tingkat keberhasilan belajar mengajar yang dilaksanakan. Jadi, kurikulum diakui dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa.

Program – Setiap sekolah pasti mempunyai program yang disusun untuk dijalankan demi kemajuan pendidikan. Keberhasilan pendidikan di sekolah tergantung baik tidaknya program yang direncanakan.

Sarana dan Fasilitas – Sarana dan Fasilitas mempunyai arti penting dalam pendidikan. Gedung sekolah misalnya sebagai tempat yang strategis bagi berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Jumlah ruang kelaspun harus menyesuaikan dengan jumlah siswa.

Baca Juga:   Pentingnya Profesionalisme Guru dan Aspek-aspek Kompetensi Guru Profesional

Guru – Guru adalah unsur manusiawi dalam pendidikan. Maka, kehadiran guru mutlak di dalamnya. Tanpa guru tidak akan terjadi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Jangankan tanpa guru, kekurangan guru saja akan menjadi masalah.

Kategori Pemahaman

Sudjana (2016: 24) menyebutkan ada tiga kategori pemahaman yang merujuk pada taksonomi Bloom, yakni:

  1. Tingkat terendah adalah pemahaman terjemahan, mulai dari terjemahan dalam arti yang sebenarnya, misalnya mengartikan Bhineka Tunggal Ika, mengartikan Merah Putih, dan lain-lain.
  2. Tingkat kedua adalah pemahaman penafsiran, yakni meng hubungkan bagian-bagian terdahulu dengan yang dikertahui berikutnya, atau  menghubungkan beberapa bagian dari grafik dengan kejadian, membedakan yang pokok dengan yang bukan pokok.
  3. Tingkat  ketiga atau tingkat tertinggi adalah pamahaman ekstrapolasi. Dengan ekstrapolasi diharapkan seseorang mampu melihat dibalik yang tertulis, dapat membuat ramalan tentang konsekuensi yang tertulis atau memperluas persepsi dalam arti waktu, dimensi, kasus,  ataupun masalahnya.

Demikian Pembahasan Singkat tentang Pengertian Pemahaman Semoga dapat menjadi referensi bagi anda dan jika postingan ini dirasa bermanfaat bagi anda silahkan bagikan postingan ini. Terima kasih telah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.