Pengertian Novel

Diposting pada

Menurut Batos (dalam Tarigan 2001:164) menyatakan novel merupakan sebuah roman, pelaku-pelaku mulai dengan waktu muda, menjadi tua bergerak dari sebuah adegan yang lain dari suatu tempat ke tempat yang lain. Nurgiyantoro (2007:15) menyatakan novel merupakan karya yang bersifat realistis dan mengandung nilai psikologis yang mendalam, sehingga novel dapat berkembang dari sejarah, surat-surat, bentuk-bentuk, nonfiksi atau dokumen-dokumen sedangkan romanatau romansa lebih bersifat puitis. Jassin (Nurgiyantoro 2007:16) membatasi novel sebagai suatu cerita yang sekitar kita, tidak mendalam, lebih banyak melukis satu saat dari kehidupan seseorang dan lebih mengenai suatuepisode. Nurgiyantoro,(2007:9) menjelaskan bahwa novel merupakan karya fiksi yang mengungkapkan aspek-aspek kemanusian yang lebih mendalam dan dijadikan dengan halus. Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia(1995:694) dijelaskan bahwa novel merupakan karangan prosa yang panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang sekelilingnya dengan menonjol watak dan sifat setiap prilaku.

  1. Nilai Kultural

Novel juga memberikan dan melestarikan budaya dan peradaban masyarakat, sehingga pembaca dapat mengetahui kebudayaan masyarakat lain daerah.

  1. Unsur-unsur novel

Novel mempunyai unsur-unsur yang terkandung di dalam unsur-unsur berikut adalah :

  • Unsur Intrinsik

Menurut Nurgiyantoro (2007:23) unsur intrinsik merupakan unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsur yang secara faktual akan dijumpai jika oarang membaca karya sastra. Selanjutnya menurut Nurgiyantoro (2007:23) menjelaskan bahwa unsur-unsur intrinsik ini meliputi peristiwa, cerita, plot, penokohan, tema, latar, sudut pandang penceritaan, bahasa dan lain-lain.

  • Tema
  • Setting

Menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro, 2007:216), Setting adalah landas tumpu menyeran pada pengertian tempa, hubungan waktu dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan belakang yang membantu kejelasan jalan cerita, setting ini meliputi waktu, tempat, sosial budaya.

  1. Sudut Pandang

Menurut Tarigan (2008:136) sudut pandang adalah posisi fisik, tempat persona/pembicara melihat dalam penyajian gagasan-gagasan atau peristiwa; merupakan perspektif penmandangan dalam ruang dan waktu yang dipilih penulis bagipersonanya.

Baca Juga:   Pengertian Drama

Sudut Pandang ada tiga macam sudut pandang, Yaitu:

  • Sudut pandang orang pertama, ialah pengarang menampilkan tokoh dalam ceritanya  menggunakan kata pertama seperti aku, saya.
  • Sudut pandang orang ketiga ialah pengarang menampilkan tokoh dengan menggunakan orang ketiga, seperti ia, dia, atau nama orang lain.
  • Sudut pandang orang ketiga serba tahu,yaitu pengarang seolah-olah serba tahu sehingga pengarang dapat mengemukakan segala tingkah laku dan pikiran semua tokoh.
  • Alur/Plot \

Alur/plot merupakan hubungan antara peristiwa yang bersifat sebab akiba, tidak hanya jalinan peristiwa secara kronologis ( Nurgiyantoro, 2009:112). Staton (Nurgiyantoro, 2007:113) juga berpendapat bahwa plot adalah cerita yang berisi urutan kejadian yang didalamnya terdapat hubungan sebab akibat. Plot juga dapat cerminan atau jalanan tingkahlaku para tokoh dalam bertindak, berpikir, berasa dan mengambilsikap terhadap masalah yang dihadapi.

  1. Penokohan

Menurut Jones dalam Nurgiyantoro (2007:165) penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampil dalam sebuah cerita.

  • Gaya Bahasa

Menurut Nurgiyantoro (2007:272) juga berpendapat bahwa bahasa merupakan sarana pengungkapan yang komunikatif dalam sastra.

  1. Unsur Ekstrinsik

Menurut Nurgiyantoro (2007:23) unsur yang berada diluar karya fiksi yang mempengaruhi lahirnya karya namun tidak menjadi bagian di dalam karya fiksi itu sendiri. Unsur ini meliputi latar belakang penciptaan, sejarah, biografi pengarang, dan lain-lain, diluar unsur intrinsik. Unsur-unsur yang diluar tubuh karya sastra. Perhatian terhadap unsur-unsur ini akan membantu keakuratan penefsiran isi suatu karya sastra.

Lebih spesifik, ketika dalam menulis dalam menulis resensi novel, seorang presensi harus mengatahui dan memahami unsur- unsur yang membangun novel.

Unsur-unsur yang membangun novel diantaranya “latar, perwatakan, cerita, alur, bahasa, dan tema” Samad (1997:58).

Karya sastra memiliki cara penilaian yang unik. Hal ini disebabkan meteri atau unsur-unsur yang membangun karya sastra berbeda dengan buku nonfiksi. Dalam meresensi buku sastra, peresensi harus dapat menyampaikan dua lapis penilaian atau pertimbangan, yakni nilai litererdan manfaat untuk hidup. Nilai literer terungkap dari kegiatan yang disebut dengan apresiasi sastra dan manfaat untuk hidup terungkap dari apresiasinya atas kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:   Pengertian Profesionalisme Guru

Langkah awal yang harus dilakukan oleh peresensi dalam menulis resensi novel adalah melakukan apresiasi sastra. Menurut Samad (1997:60) “Apresiasi memiliki pengertian memahami, menikmati, dan menilai.” Dalam hubungan dengan kegiatan menulis resensi novel, peresensi tidak akan dapat menikmati karya itu sebelum ia memahami dan juga merasakan apa yang terkandung dalam novel tersebut.

Menurut Samad (1997:60). Memaparkan bahwa bahasa novel dapat dibagi menjadi dua, yaitu bahasa yang bersifat puitis dan bersifat prosais. Bahasa yang bersifat puitis adalah bahasa yang digunakan memiliki kekuatan seperti puisi. Fungsinya untuk mendukung konteks makna atau untuk menimbulkan keindahan. Bahasa yang prosais artinya dalam novel tersebut digunakan ungkapan sehari-hari yang pada dasarnya cenderung tidak memperhatikan unsur puitis.

Secara teoriti, terdapat tiga langkah dalam mengapresiasi karya sastra. Pertama, apresiasi sebagai keterlibatan jiwa. Dalam kegiatan ini, perensesi memahami masalah-masalah, merasakan perasaan-perasaan, dan dapat membayangkan dunia khayal yang diciptakan sastrawan. Kedua, peresensi menghargai dan mengagumi penguasaan sastrawan didalam memilih, mengolah dan menyusun lambang-lambang hingga sastrawan dapat menyampai pengalaman secara memadai.

Ketiga, perensi masalah dan menemukan relevansi pengalaman yang ia dapat dari karya sastra dengan pengalaman kehidupan nyata yang dihadapi Samad (1997:58) Unsur yang membangun novel tersebut adalah :

Latar (setting) dalam novel bukan hanya sekedar beckgroud, artinya bukan hanya menunjukan tempat kejadian dan kapan terjadinya. Latar bisa berarti banyak, yakni tempat tertentu, daerah tertentu, dengan waktu tertentu akibat situasi lingkungan atau zamannya, cara hidup tertentu, cara berpikir tertentu. Samad (1997:58) menyederhanakan pendapat ahli sebelumnya, latar mencakup lingkungan geografis, sejarah, sosial, bahkan lingkungan politik atau latar belakang tempat kisah itu berlangsung. Unsur perwatakan, menurut Samad (1997:58) mengandung dua makna. Pertama, perwatakan sebagai dramatik pesona yang menunjukan pada pribadi yang mengambil bagian di dalamnya. Kedua, menunjukan kualitas khusus perwatakan pada pribadi tertentu. Ada beberapa cara yang dapat peresensi lakukan untuk memahami karakter suatu tokoh seperti: (1) melalui apa yang diperbuatnya, setidaknya terutama sekali bagaiman ia bersikap dalam situasi kritis, (2) melalui ucapanya, (3) melalui pengambaran fisik tokoh, (4) malalui pikiran-pikirannya.

Baca Juga:   Pengertian Prestasi Belajar

  • Nurgiyantoro (2007:90) menjelaskan bahwa cerita memiliki peranan sentral dalam sebuah novel tak mungkin berwujud. Bagus tidaknya cerita yang disajikan, selain akan memotivasi  seseorang untuk membacanya, juga akan mempengaruhi unsur-unsur pembangun novel yang lain.
  • Unsur alur dalam sebuah novel terkadang disamakan dengan plot. Keduanya sama-sama berhubungan dengan jalan cerita dan peristiwa.
  • Hanya saja persaan ini sebenarnya kurang tepat. Menurut stanton (Nurgiyantoro, 2007 :113) plot merupakan cerita yang berisi urutan kejadia, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebab atau menyebab terjadinya peristiwa yang lain. Plot dimanisfestasikan melalui perbuatan, tingkah laku, dan sikap tokoh-tokoh (utama) cerita. Plot merupakan cerminan bahkan berupa perjalanan tingkahlaku para tokoh dalam bertindak, berpikir, berasa, dan bersikap dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Demikian ulasan singkat tentang Pengertian Novel semoga bermanfaat bagi anda, terima kasih telah berkunjung. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.