Pengertian Motivasi

Diposting pada

Pengertian Motivasi – Motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat. Motif juga diartikan sebagai daya pengerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu, demi mencapai tujuan tertentu (Winkel dalam B.Uno, 2006:3)

Motif tidak dapatdiamati secaralangsung, tetapi dapat di interpretasikan dalam tingkah lakunya, berupa rangsangan, dorongan, atau pembangkit munculnya tingkah laku tertentu (Isbandi dalam B.Uno, 2006:3).

Menurut Donald dalam Hamalik (2003:158) motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Sumiati dan Asra (2007:59) motivasi belajar adalah suatu yang mendorong siswa untuk berperilaku yang langsung menyebabkan munculnya perilaku dalam belajar. Siswa akan melakukan suatu proses belajar betapapun beratnya jika ia menpunyai motivasi tinggi.

Setiap tindakan yang dilakukan olehmanusia selalu dimulai dengan motivasi (niat). Menurut Maslow H.A ( dalam Mahmud, 1990) kebutuhan terjadi bila individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang ia miliki dan apa yang ia harapkan.

Menurut pendapat Donald (dalam Soemanto, 1983:203) motivasi adalah”suatu perubahan tenaga didalamdiri atau pribadi seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi dalam usaha mencapai tujuan”. Sedangkan menurut Ahmadi dan Supriono (1991:21) menyatakan bahwa”belajar harus diberi motivasi dengan berbagai cara sehingga minat yang dipentingkan dalam belajar itu dibangun dari minat yang telah ada pada diri anak.

       Sejalan dengan itu, Sardiman (2003:83) mengemukakan motivas yang ada pada diri  seseorang sebagai berikut:

Baca Juga:   Perbedaan dan Persamaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Humanistik

  1. Tekun  dalam menghadapi tugas atau bekerja secara terus menerus dalam waktu yang lama 
  2. Ulet dalam menghadapi kesulitan dan tidak lekas putus asa, dan tidak cepat   puas dengan prestasi yang diperoleh  
  3. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah belajar
  4. Lebih senang belajar mandiri
  5. Cepat bosan dengan tugas-tugas rutin
  6. Dapat mempertahankan pendapat (kalau yakin akan sesuatu)
  7. Tidak mudah melepas hal yang diyakini
  8. Senang  mencari dan memecahkan masalah     

Motivasi belajar tidak hanya penting bagi siswa, tetapi juga bagi guru. Menurut Dimyati dan Mujiono (1994:79) pentingnya motivasi  belajar bagi siswa sebagai    berikut: 

  1. Menyadarkan kedudukan pada awal pelajaran, proses dan hasil akhir
  2. Menginformasikan tentang  kekuatan usaha belajar, bila dibandingkan dengan  teman sebaya
  3. Mengarahkan kegiatan belajar
  4. Membesarkan semangat belaja
  5. Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar.

Pemberian motivasi kepada siswa dalam rangka meningkatkan prestasi belajar  yang dimiliki siswa agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolahnya dan  dapat mencapai prestasi secara optimal. Tingkat prestasi siswa dibuktikan dengan  kemampuan  siswa dengan prestasi yang lebih tinggi. Hal itu   memberikan gambaran  bahwa siswa memerlukan pemberianmotivasi dalam   meningkatkan prestasi belajar  yang dimilikinya.

  1. Fungsi Motivasi

      Hamalik (2001:161) juga mneguraikan bahwa fungsi motivasi meliputi   beberapa hal sebagai berikut:

  1. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan.Tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti belajar.
  2. Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan perbuatan ke  pencapaian tujuan yang di inginkan
  3. Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Ia berfungsi sebagai mesin  bagi mobil, besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.
  4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi

Hamalik (2003:113) menjelaskan bahwa motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik bergantung dan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain:

Baca Juga:   Permasalahan Yang Timbul Pada Peserta Didik

  1. Tingkat kesadaran diri siswa atas kebutuhan yang mendorong tingkah laku/perbuatannya dan kesadaran atas tujuan belajar yang hendak dicapainya.
  2. Sikap guru terhadap kelas, guru yang bersikap bijak dan selalu merangsang siswa untuk berbuat kearah suatu tujuan yang jelas dan bagi kelas, akan menumbuhkan sikap instrinsik itu, tetapi bila guru lebih menitik beratkan pada rangsangan-rangsangan sepihak maka sifat intrinsik menjadi lebih dominan.
  3. Pengaruh kelompok siswa. Bila pengaruh kelompok itu terlalu kuat maka motivasinya  lebih condong ke sifat ektrinsik.
  4. Suasana kelas juga berpengaruh terhadap munculnya sifat tertentu pada motivasi belajar siswa.

Peran guru sangat penting dalam meningkatkan motivasi intrinsik siswa sehingga memberikan kesadaran bahwa ada tujuan yang dicapai baik melalui sikap yang tampak dari guru maupun pengelolaan kelas yang efektif.

  1. Prinsip-Prinsip Motivasi Belajar

Menurut Hamalik(2001:158) ada dua prinsip yang dapat digunakan untuk meninjau motivasi, sebagai berikut:

  1. Motivasi dipandang sebagai suatu proses. Pengetahua tentang proses ini akan membantu kita menjelaskan kelakuan yang kita amati dan untuk memperkirakan kelakuan-kelakuan lain pada seseorang.
  2. Kita menentukan karakter dari proses ini dengan melihat petunjuk-petunjuk yang dapat dipercaya, dapat dilihat kegunaannya dalam memperkirakan dan menjelaskan  tingkah laku lainnya.
     
  3. Upaya Meningkatkan Motivasi

MenurutHamalik (2003:116) secara umum guru wajib berupaya sekeras mungkin untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Secara khusus guru perlu melakukan berbagai upaya tertentu secara nyata untuk meningkatkan motivasi belajar siswanya, antara lain:

Baca Juga:   Pengertian Prestasi Belajar

  1. Upaya mengerakkan motivasi

Guru sering berhadapan dengan dua jenis situasi kelas yang berbeda, yakni kelas yang berada dalam keadaan waspada dan penuh perhatian dan siap melakukan tindakan untuk mengatasi keadaan tegang dalam dirinya, dan situasi dimana sebagian siswa tidak berada dalam kondisi yang diharapkan.

  1. Upaya pemberian harapan

Para siswa memiliki harapan-harapan tertentu setelah menyelesaikan pelajaran atau tugas.Guru perlu memberikan harapan-harapan tertentu untuk menggugah motivasi belajar siswa.

  1. Upaya pemberian insentif

Insentif adalah obyek tujuan atau simbol-simbol yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan kekuatan/kegiatan siswa.

  1. Upaya pengaturan tingkah laku

Menurut Hamalik (2003:120) guru perlu mengatur tingkah laku siswa dengan cara restitusi dan ripple effect.

  1.  Restitusi, menuntut agar siswa melakukan respon yang  sebenarnya sebagai  pengganti tindakan yang tadinya tidak  benar. Restitusi yang dimaksudkan  untuk mempelajari suatu tindakan yang baru dan diterima oleh  masyarakat.
  2. The ripple effect. Ada pengaruh secara bergelombang dari suasana kelas yang berdisiplin terhadap siswa lain yang sedang mendengarkan, melihat atau mengamati. Pengaruh ini bersumber dari teknik yang sedang  dilaksanakan. Teknik ini berdasarkan dari  asumsi, bahwa bila terjadi suatu tindakan, maka dapat diduga hal yang akan terjadi.

Demikian artikel tentang Pengertian Motivasi semoga dapat dijadikan referensi bagi anda dan jika artikel ini dirasa bermanfaat bagi anda, silahkan share artikel ini. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.