Pengertian Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM)

Diposting pada

Pengertian Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) – Sains dan teknologi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hampir semua aspek kehidupan manusia saat ini telah tersentuh oleh produk-produk teknologi yang merupakan penerapan konsep-konsep sains. Sains dan teknologi sangat terasa dalam meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Oleh karena itu, pembelajaran fisika harus dikaitkan secara langsung dengan teknologi dan masyarakat.

Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan terjemahan dari Scince-Technology-Society (STS). Scince Technology Society is the teaching and learning of science-technology in the context of human experience (Yager dalam Mikdar, 2006). STM adalah sebuah model dalam proses belajar-mengajar yang mengaitkan antara sains-teknologi dalam konteks kehidupan. Ciri-ciri khas pembelajaran dengan model STM adalah sebagai berikut:

  1. siswa mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di daerahnya dan dampaknya,
  2. menggunakan sumber-sumber setempat (nara sumber dan bahan-bahan) untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah,
  3. keterlibatan siswa secara aktif dalam mencari informasi yang dapat diterapkan untuk memecahkan masalah,
  4. penekanan pada keterampilan proses sains, agar dapat digunakan oleh siswa dalam mencari solusi terhadap masalahnya, dan
  5. sebagai perwujudan otonomi setiap individu dalam proses belajar.

Model pembelajaran STM ini telah dikembangkan oleh Robert E. Yager et al untuk membantu guru-guru dalam mengajar IPA untuk mencapai lima tujuan utama. Tujuan-tujuan itu dikarakteristikkan sebagai “domain”. Domain-domain itu meliputi:

Baca Juga:   Pengertian Model Pembelajaran Index Card Match

  1. Domain konsep

Domain konsep memfokuskan pada muatan IPA-nya. Domain ini meliputi fakta-fakta, prinsip, penjelasan-penjelasan, teori-teori dan hukum-hukum.

  1. Domain proses

Domain ini menekankan pada bagaimana proses memperoleh pengetahuan yang dilakukan oleh para saintis. Domain ini meliputi proses-proses yang disebut keterampilan proses IPA, yaitu sebagai berikut: mengamati, mengklarifikasi, mengukur, menginfer, memprediksi, mengenali variable, menginterpretasikan data, merumuskan hipotesis, mengkomunikasikan, memberi definisi operasional, dan melaksanakan eksperimen.

  1. Domain aplikasi

Domain ini menekankan pada penerapan konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan dalam memecahkan masalah sehari-hari, misalnya menggunakan proses-proses ilmiah dalam memecahkan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, memahami dan menilai laporan media massa mengenai pengembangan pengetahuan.

  1. Domain kreativitas

Domain kreativitas terdiri atas interaksi yang komplek dari keterampilan-keterampilan dan proses-proses mental. Dalam konteks ini, kreativitas terdiri atas empat langkah, yaitu tantangan terhadap imajinasi, inkubasi, kreasi fisik, dan evaluasi

  1. Domain sikap

Domain ini meliputi pengembangan sikap-sikap positif terhadap IPA pada umumnya, serta yang tidak kalah pentingnya adalah sikap positif terhadap diri sendiri.

Landasan filosofis dalam pembelajaran sains teknologi masyarakat adalah konstruktivisme. Konstruktivisme merupakan salah satu filsafat yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri melalui struktur konsepsi ketika berinteraksi dengan lingkungan. Model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat yang berorientasi pada konstrukstivisme terdiri dari lima tahap pembelajaran, yaitu:

  1. Tahap pendahuluan (inisiasi, invitasi, apersepsi, dan eksplorasi),
Baca Juga:   Pengertian dan Langkah-langkah Model Pembelajaran PAKEM (Pembelajaran, Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan)

Dikemukakan isu/masalah yang ada di masyarakat yang dapat digali siswa, tetapi apabila guru tidak berhasil memperoleh tanggapan dari siswa, dapat saja dikemukakan oleh guru sendiri. Isu yang diangkat merupakan pernyataan yang mengandung pro dan kontra. Hal ini mengharuskan siswa berpikir untuk menganalisis isu tersebut. Apabila masalah berasal dari guru, siswa juga harus tetap berpikir tentang penyelesaian masalah yang direncanakan.

  1. Tahap pembentukan dan pengembangan konsep

Dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan dan metode, misalnya pendekatan keterampilan proses, pendekatan kecakapan hidup, eksperimen di laboratorium, diskusi kelompok, dll. Pada akhir pembentukan konsep diharapkan siswa telah dapat memahami apakah analisis tehadap isu/masalah yang dikemukakan di awal pelajaran telah menggunakan konsep-konsep yang diikuti ole para ilmuwan.

  1. Tahap aplikasi konsep dalam kehidupan

Berbekal pemahaman konsep yang benar, siswa melakukan analisis isu/masalah yang disebut aplikasi konsep. Adapun konsep yang telah dipahami siswa dapat diaplikasikan dalam kehidupan mereka sendiri.

  1. Tahap pemantapan konsep

Guru meluruskan kalau ada miskonsepsi selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Apabla selama proses pembentukan konsep tidak tampak adanya miskonsepsi yang terjadi pada siswa, maka guru tetap perlu melakukan pemantapan konsep.

  1. Tahap evaluasi

Guru member tes dan siswa diminta menjawab soal tes yang diberikan. Dari jawaban tes tersebut guru dapat menilai dan mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran dengan model STM.

Baca Juga:   Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Keliling Kelompok

  • Kelebihan dan Kelemahan Model STM

Kelebihan model STM adalah dapat meningkatkan literasi sains, perhatian terhadap interaksi sains, teknologi, dan masyarakat. Karena siswa dituntut lebih aktif menemukan permasalahan sendiri yang kemudian ditindaklanjuti mencari solusinya. Pemahaman yang baik dalam sains ini akan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, bernalar logis, memecahkan masalah secara kreatif dan membuat keputusan yang bertanggung jawab terhadap permasalahan yang menyangkut sains, teknologi, dan masyarakat.

Selain mempunyai kelebihan model STM juga mempunyai kelemahan, yaitu dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas memerlukan tambahan waktu jika dibandingkan dengan pembelajaran model konvensional. Untuk mengatasi hal tersebut, maka sebelum proses belajar mengajar harus dibuat pembagian waktu secermat mungkin, agar waktu tidak habis untuk mengajar satu konsep saja.

Demikian artikel singkat tentang Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) semoga dapat dijadikan referensi bagi anda, dan jika berkenan silahkan share artikel ini. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.