Pengertian Model Pembelajaran Group Investigation (GI)

Diposting pada

Pengertian Model Pembelajaran Group Investigation (GI) – Arifin dan Afandi (2015: 13) mengungkapkan bahwa Group Investigation (GI) merupakan, pembelajaran dimana siswa dilibatkan sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik/ sub topik maupun cara untuk pembelajaran secara investigasi dan model ini menuntut para siswa memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dalam arti bahwa pembelajaran investigasi kelompok itu metode yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informan) pelajaran yang akan di pelajari melalui bahan-bahan yang tersedia misalnya dari buku pelajaran, masyarakat, internet. Group investigation (GI) dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri. Keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran.

Menurut Mafune, (Rusman, 2012: 222) “model pembelajaran tipe Group Investigation (GI) dapat dipakai guru untuk mengembangkan kreatifitas siswa, baik secara perorangan maupun kelompok”. Selanjutnya menurut Slavin, (Rusman, (2012: 221) mengemukakan bahwa, belajar kooperatif dengan teknik Group Investigation (GI)sangat cocok untuk bidang kajian yang memerlukan kegiatan studi proyek terintegrasi yang mengarah pada kegiatan perolehan, analisis, dan sintetis informasi dalam upaya untuk memecahkan suatu masalah.

Strategi belajar kooperatif GI sangatlah ideal diterapkan dalam pembelajaran biologi (IPA). Dengan topik materi IPA yang cukup luas dan desain tugas-tugas atau sub-sub topik yang mengarah kepada kegiatan metode ilmiah, diharapkan siswa dalam kelompoknya dapat saling memberi kontribusi berdasarkan pengalaman sehari-harinya. Setiap model pembelajaran memiliki langkah-langkah dalam penerapannya. Berikut langkah-langkah pembelajaran menggunakan model Group Investigation (GI):

  1. Mengidentifikasi topik dan mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok : Para Siswa menelaah sumber-sumber informasi, memilih topik, dan mengategorisasi saran-saram; para siswa bergabung ke dalam kelompok belajar dengan pilihan topik yang sama; komposisi kelompok didasarkan atas ketertarikan topik yang sama dan heterogen;  mengusulkan sejumlah topik, dan mengkategorikan saran-saran. Guru membantu atau memfasilitasi dalam memperoleh informasi.
  2. Merencanakan tugas-tugas belajar : Direncanakan secara bersama-sama oleh para siswa dalam kelompoknya masing-masing, yang meliputi: apa yang kita selidiki; bagaimana kita melakukannya, siapa sebagai apa-pembagian kerja; untuk tujuan apa topik ini diinvestigasi.
  3. Melaksanakan investigasi : Siswa mencari informasi, menganalisis data, dan membuat kesimpulan kelompok; Setiap kelompok-kelompok berkontribusi kepada usaha kelompok; para siswa bertukar pikiran, mendiskusikan, mengklarifikasi, dan mensintesis ide-ide.
  4. Menyiapkan laporan akhir : Anggota kelompok menentukan pesan-pesan esensial proyeknya; merencanakan apa yang akan dilaporkan dan bagaimana membuat presentasinnya; membentuk panitia acara untuk mengoordinasikan rencana presentasi.
  5. Mempresentasikan laporan akhir :  Presentasi dibuat untuk keseluruhan kelas dalam berbagai macam bentuk; bagian-bagian presentasi harus secara aktif dapat melibatkan pendengar (kelompok lainnya); pendengar mengevaluasi kejelasan presentasi menurut kriteria yang telah ditentukan keseluruhan kelas.
  6. Evaluasi : Para siswa berbagi mengenai balikan terhadap topik yang dikerjakan, kerja yang telah dilakukan, dan pengalaman-pengalaman afektifnya; guru dan siswa berkolaborasi untuk mengevaluasi pembelajaran; asesmen diarahkan untuk mengevaluasi pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis.

Model Pembelajaran Group Investigation (GI) memiliki beberapa manfaaat dalam penerapannya. Menurut Primarindha, (2012: 62) manfaat model Group Investigation (GI) sebagai berikut.

Baca Juga:   Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik dan Model Pembelajaran

  1. Dapat melatih siswa menerima pendapat orang lain
  2. Bekerja sama dengan teman yang berbeda latar belakang (heterogen).
  3. Membantu memudahkan siswa menerima materi pembelajaran.
  4. Meningkatkan kemampuan berpikir dalam memecahkan masalah dan meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Setiap model atau metode pembelajaran pasti mempunyai ciri khas tersendiri, mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam proses penerapannya. Menurut Kholid, (2014: 23) beberapa kelebihan dan kekurangan dari model Group Investigation (GI) adalah sebagai berikut.

    Kelebihan Group Investigation (GI).

Pembelajaran kooperatif ini terbukti telah unggul dalam menigkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan model-model pembelajaran individual yang digunakan selama ini. Keunggulan itu dapat dilihat pada kenyataan sebagai berikut

  • Peningkatan belajar tidak tergantung  pada usia siswa, mata pelajaran dan aktivitas siswa.
  • Pembelajaran kooperatif dapat menyebabkan unsur-unsur psikologis siswa menjadi terangsang dan lebih aktif. Hal ini disebabkan oleh adanya rasa kebersamaan dalam kelompok, sehingga mereka dengan mudah dapat berkomunikasi dengan bahasa yang lebih sederhana.
  • Pada saat berdiskusi fungsi ingatan dari siswa menjadi aktif, lebih bersemangat dan berani mengemukakan pendapat.
  • Pembelajaran kooperatif ini juga dapat meningkatkan kerja keras siswa, lebih giat dan lebih termotivasi.
  • Penerapan model pembelajaran ini dapat membantu siswa mengaktifkan kemampuan latar belakang mereka dan belajar dari pengetahuan latar belakang teman sekelas mereka sendiri.
  • Siswa dapat belajar dalam kelompok dan menerapkannya dalam menyelesaikan tugas-tugas kompleks, serta dapat meningkatkan kecakapan individu maupun kelompok dalam memecahkan masalah, meningkatkan komitmen, dapat menghilangkan prasangka buruk terhadap teman sebayanya dan siswa yang berprestasi dalam pembelajaran kooperatif ternyata lebih mementingkan orang lain, tidak bersifat kompetitif, dan tidak memiliki rasa dendam.
  • Dapat menimbulkan motivasi siswa karena adanya tuntutan untuk meyelesaikan tugas.
Baca Juga:   Pengertian Model Pembelajaran Kontekstual Komponen Pemodelan

Kekurangan model pembelajaran Group Investigation (GI)

  • Kontribusi dari siswa berprestasi rendah menjadi kurang dan siswa yang memiliki prestasi tinggi akan mengarah pada kekecewaan, hal ini disebabkan oleh peran anggota kelompok yang pandai lebih dominan.
  • Adanya pertentangan antar kelompok yang memiliki nilai yang lebih tinggi dengan kelompok yang memiliki nilai rendah.
  • Untuk menyelesaikan materi pelajaran, akan memakan waktu yang lebih lama dibandingkan pembelajaran yang konvensional, bahkan dapat menyebabkan materi tidak dapat disesuaikan dengan kurikulum yang ada apabila guru belum berpengalaman. Guru membutuhkan persiapan yang matang dan pengalaman yang lama untuk dapat menerapkan belajar kooperatif model Group Investigation (GI) dengan baik.
  • Kemampuan Pemecahan Masalah

Rahmat, (2014: 109) berpendapat bahwa “kemampuan pemecahan masalah mengacu pada upaya yang diperlukan siswa dalam menentukan solusi atas masalah yang dihadapi”. Sedangkan menurut Wardhani, Agustina, 2014: 20) “pemecahan masalah adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal”. Kemudian menurut Widayati, (2015: 55) “kemampuan pemecahan masalah merupakan proses penghilangan perbedaan atau ketidaksesuaian yang terjadi antara hasil yang diperoleh dan hasil yang diinginkan”.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa kemampuan pemecahan masalah adalah keterampilan yang digunakan untuk menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki untuk menentukan solusi yang akan diambil dalam suatu keadaan tertentu atau situasi yang sulit. Pengambilan keputusan yang tidak tepat akan mempengaruhi kualitas hasil dari pemecahan masalah yang dilakukan karena pada dasarnya masalah itu didefinisikan sebagai keadaan yang tidak sesuai dengan harapan yang kita inginkan.

Baca Juga:   Pengertian dan Langkah-langkah Model Pembelajaran Circuit Learning

Memecahkan masalah juga merupakan bentuk berpikir. Menurut Rahmat, (2014: 109) “kemampuan pemecahan masalah memerlukan suatu keterampilan dan kemampuan khusus yang dimiliki masing-masing siswa, yang mungkin akan berbeda antar siswa dalam menyelesaikan suatu masalah”.

Kemampuan pemecahan masalah memiliki tahapan-tahapan dan indikator pelaksanaannya dalam pencapaian tujuan. Keterampilan memecahkan masalah yang diukur melalui tahapan-tahapan dapat dilihat pada Tabel 2.2 di bawah ini.

No

Kemampuan dalam Pemecahan Masalah

Indikator

1 Merumuskan masalah
  1. Mengetahui adanya Kesenjangan
  1. Memfokuskan pada masalah yang pantas untuk dikaji
  1. Menemukan Prioritas Masalah
  1. Menggunakan Pengetahuannya untuk mengkaji, merinci, dan menganalisis masalah.
2 Merumuskan hipotesis
  1. Dapat menentukan sebab-akibat dari masalah
  1. Dapat menemukan berbagai kemungkinan solusi/jawaban sementara terhadap masalah
3 Mengumpulkan data
  1. Mampu mengumpulkan data yang relevan
  1. Mampu memilih data, memetakan data dan menyajikan dalam berbagai tampilan (tabel, grafik, dan lain-lain) sehingga mudah dipahami.
4 Merekomendasikan pemecahan masalah
  1. Menentukan alternatif penyelesaian Masalah (solusi) yang mungkin dapat dilakukan.
  1. Mampu memperhitungkan kemungkinan yang akan terjadi sehubungan dengan alternatif yang dipilihnya.
5 Menarik Kesimpulan
  1. Menelaah data
  1. Membahas data untuk melihat hubungannya dengan masalah yang dikaji
  1. Mampu mengambil keputusan atau kesimpulan.

Demikian ulasan tentang Pengertian Model Pembelajaran Group Investigation (GI) semoga dapat dijadikan referensi bagi anda, dan jika artikel ini anda anggap menarik, silahkan share artikel ini. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.