Pengertian Minat

Diposting pada

Pengertian Minat – Minat merupakan rasa senang terhadap sesuatu yang menurutnya menarik untuk dipelajari. Menurut Sutikno (2009: 17), menyatakan bahwa minat merupakan suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas tanpa adanya yang menyuruh, minat selalu diikuti dengan perasaan senang yang akhirnya memperoleh kepuasan. Slameto (2010: 180), mengatakan “Minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh”. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa minat merupakan dorongan yang terjadi pada seseorang tanpa ada paksaan atau dorongan dari orang lain, hanya semata-mata keinginannya sendiri.

Menurut Nyanyu (2014: 59), menyatakan bahwa adanya minat terhadap objek sesuatu yang dipelajari akan mendorong orang untuk mempelajari sesuatudan mencapai hasil belajar yang maksimal. Sardiman (Susanto, 2013: 57), minat adalah suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang berhubungan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhan sendiri. Menurut Sukardi (Susanto, 2013: 56), menyatakan bahwa minat dapat diartikan sebagai suatu kesukaan, kegemaran, atau kesenangan akan sesuatu. Slameto (Hariyati 2012: 12), menyatakan bahwa minatsangatlah berpengaruh besar terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuaidengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik bagi siswa untuk belajar

 

Pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan minat merupakan sesuatu ketertarikan, rasa seseorang terhadap sesuatu yang menjadi suatu kesukaan, kesenangan sehingga seseorang itu menjadi lebih giat dan tertarik dan terdorong untuk melakukannya kembali. Siswa yang memiliki minat untuk melakukan aktivitas belajar akan merasa lebih termotivasi untuk belajar dan akan merasa senang untuk melakukannya kembali karena ketertarikan siswa tentang hal pembelajaran yang menarik.

  1. Belajar

    1. Pengertian Belajar

Menurut Sudjana (2010: 5), Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan itu sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuan, pemahaman, sikap, dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar.

Sutikno (2009: 3), menyatakan bahwa belajar adalah sebagai suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Hilgard dan Bower (Sobry dan Pupuh, 2009: 5), mengemukakan bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalaman yang berulang-ulang. Skiner (Sutikno, 2009: 3), mengartikan belajar sebagai suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif.

Pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan belajar merupakan proses yang dilakukan oleh guru dan siswa yang berada pada tempat, dengan proses belajar siswa tingkah laku yang lebih baik dari proses belajar itu menjadi sebuah pengalaman seseorang untuk memiliki rasa percaya diri terhadap lingkungan di sekitarnya. Jika terdapat siswa yang kurang berminat untuk belajar maka dapat di usahakan dengan cara menggunakan alat bantu mengajar agar siswa memiliki rasa untuk belajar tetapi disertai dengan motivasi yang memajukan dia untuk belajar dengan benar dan giat.

  • Unsur-Unsur Belajar

Cronbach (Sutikno, 2009: 5), mengemukakan adanya tujuh unsur utama dalam proses belajar: Belajar merupakan kegiatan pokok dalam pendidikan. Berbagai upaya yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran, intinya adalah upaya untuk membuat siswa belajar. Gagne (Sutikno, 2009: 9) menyebutkan ada lima macam hasil belajar:

Belajar itu merupakan serangkaian kegiatan atau perbuatan yang berhubungan dengan banyak faktor. Sutikno (2009: 15), menjelaskan adanya faktor yang mempengaruhi adanya faktor proses belajar, faktor proses belajar berasal dari internal dan eksternal.

Faktor keadaan jasmaniah atau faktor fisiologis sangat berp engarahui terhadap proses maupun prestasi belajar anak. Yang termasuk faktor jasmani, adalah sebagai berikut:

Ada beberapa faktor psikologis yang dapat mempengaruhi proses belajar siswa, faktor-foktor tersebut:

Berhasilan belajar juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar diri siswa (faktor eksternal). Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi proses belajar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

Faktor keluarga merupakan faktor yang sangat mempengaruhi proses belajar anak karena anak lebih banyak berintraksi didalam keluarga dari pada di sekolah. Keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama.

Baca Juga:   Unsur-unsur Struktural Cerpen

Proses pembelajaran seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu. Badan sehat yang tidak sehat mengakibatkan kurangnya semangat di dalam belajar pusing atau ngantuk, oleh sebab itu, agar dapat belajar dengan baik, seseorang harus pandai menjaga kondisi badan agar selalu prima, makan dan minum jangan sampai terlambat, serta olahraga dan teratur tidur.

Minat belajar merupakan rasa suka dan ketertarikan siswa untuk mengikuti pelajaran karena menurut siswa pelajaran itu menarik sehingga siswa dengan senang untuk mengikutinya. Menurut Winkel (2014: 218), menyatakan bahwa Minat belajar adalah kecenderungan subjek yang menetapkan untuk merasakan tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu yang merasakan senang mempelajari materi itu. Minat ialah perasaan tertarik pada suatu topik yang sedang dibahas atau dipelajari.

Pendapat ahli di atas tentang minat belajar dapat disimpulkan bahwa minat itu merupakan ketertarikan, seseorang terhadap hal-hal yang dapat mendorong dia untuk melakukan aktivitas tanpa adanya paksaan dari orang lain, minat itu terdapat pada individu itu sendiri. Jika siswa telah memiliki motivasi maka akan menjadi tertarik terhadap objek yang di pelajari, maka guru didalam proses pembelajaran perlu memberikan motivasi yang dapat mendorong siswa untuk melakukan sesuatu atau mengikuti pelajaran dengan baik, dengan berbagai cara guru harus mampu menarik perhatian siswa untuk belajar.

Tumbuhnya minat seseorang di akibatkan karena beberapa hal yang dapat menarik perhatian seseorang. Menurut Rosyidah (Susanto, 2014: 60), timbulnya minat pada diri seseorang pada prinsipnya dapat di bedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Minat yang berasal dari pembawaan dan minat yang timbul karena adanya pengaruh dari luar.

Adapun mengenai jenis atau macam-macam minat, Kuder (Susanto, 2013:61) mengelompokan jenis-jenis minat ini menjadi sepuluh macam, yaitu:

Minat belajar itu memiliki beberapa ciri menurut Elisabeth dan Hurlock (Susanto 2013: 62), menyebutkan ada tujuh ciri minat yang masing-masing dalam hal ini tidak dibedakan diantaranya ciri minat, sebagai berikut:

Motivasi merupakan dorongan untuk seseorang melakukan hal-hal yang menurut seseorang itu baik untuk dilakukan. Menurut Fathurrohman, Pupuh dan Sutikno (2009: 13), menyatakan bahwa motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri sendiri seseorang untuk melakukan aktivitas-kativitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Jadi dari pada ahli di atas motivasi merupakan suatu daya gerak seseorang yang dapat mengairahkan untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan daya tarik seseorang terhadap suatu hal untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Motivasi merupakan prasyarat utama dalam proses belajar mengajar, tanpa adanya motivasi maka hasil belajar yang di berikan oleh guru tidak akan optimal (Sudjana, 2010 :27).

Jadi motivasi merupakan langkah awal yang di lakukan oleh guru di dalam proses belajara mengajar, jika guru tidak melakukan motivasi di awal pelajaran maka kegiatan belajar mengajar tidak akan berhsail sesuai dengan harapan. Motivasi yang diberikan kepada meruapak suatu hal yang paling utama karena motivasi dari guru dapat mendorong siswa untuk belajar dan merupakan suatu tentangan untuk siswa dikarenakan adanya motivasi yang memperkuat dia untuk melakukan sesuatu yang positif. Menurut Winkel (2014: 199), motivasi terbagi menjadi dua yaitu:

Motivasi ektrinsik merupakan aktivitas belajar dimulai dan diteruskan, berdasarkan kebutuhan dan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar sendiri. Misalnya, siswa rajin untuk memperoleh hadiah yang telah disajikan kepada siapa yang mendapatkan hasil belajar yang baik, selain itu siswa takut dihukum jika mendapatkan nilai yang rendah.

Motivasi intrinsik merupakan motivasi dari dalam yang terbantuk dalam diri subjek yang belajar, motivasi ini dapat dilakukan karena harus berdasarkan kesadaran subjek itu sendiri, seperti rasa keingin tahuan seluk beluk suatu permasalahan yang selengkap-lengkapnya, dan rasa ingin menjadi orang yang terdidik atau ingin menjadi ahli di bidang tertentu.

Jadi motivasi ektrinsik dan motivasi intrinsik dapat dilakukan oleh guru karena dengan adanya motivasi maka hati siswa akan tergerak untuk melakukan belajar dengan benar-benar diikuti dengan rasa percaya diri kerena adanya rasa keingina tahun mereka terhadap hal-hal yang mereka pelajarari.

Faktor keluarga ini termasuk kepada faktor ekternal karena faktor ini terjadi dari luar individu bukan dari diri indivudu itu sendiri. Menurut Sutikno (2009: 17), menyatakan bahwa faktor keluarga sangat mempengaruhi proses belajar anak karena anak lebih banyak berintraksi di dalam keluarga dari pada di sekolah. yang termasuk faktor keluarga adalah (1) para orang tua mendidik (2) relasi antara anggotakeluarga (3) suasana rumah tangga dan (4) keadaan ekonomi keluarga. Keluarga merupakan lembaga pendidik yang pertama dan utama di dalam mendidik anak.

Baca Juga:   Contoh Soal Untuk Aspek Kognitif

Faktor metode mengajar merupakan suatu hal yang harus diperhatikan di dalam proses pembelajaran karena mempengaruhi hasil belajar. Menurut Sumiyati dan Asra (2012: 92), menyatakan Metode adalah alat untuk mencapai tujuan, maka tujuan itu harus diketahui dan dirumuskan dengan sebelum menentukan atau memilih metode yang akan di gunakan. Menurut Fathurrohman dan Sutikno (2009 : 40),metode di artikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan kata mengajar itu sendiri berarti memberi pelajaran.

Jadi metode mengajar adalah cara-cara menyajikan bahan pelajaran kepada siswa untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, dengan demikian salah satu keterampilan guru adalah bagaimana cara pemilihan metode yang tepat untuk mencapaikan materi dengan mudah.

Lingkungan sangat mempengaruhi di dalam kehidupan seseorang menurut Sutikno (2007: 25), Menyatakan bahwa kehidupan masyarakat merupakan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi belajar siswa, jika siswa berada di lingkungan yang baik bagi siswa sehingga dapat menjadi pendorong untuk belajar lebih giat dan berbuat seperti orang yang berada di lingkungannya, jika siswa berada di lingkungan anak yang tidak terpelajar, malas, berbaut kebiasaan yang tidak baik, seperti suka berjudi, narkoba, maka bisa berpengaruh jelek pula kepada anak.

Jadi dalam menentukan lingkungan yang baik bagi anak orang tua lah yang menjadi peran utama karena awal kehidupan anak itu berawal dari lingkungan keluarga, karena orang tua adalah pengawas anak-anaknya dalam memilih teman bergaul. Di dalam pengawasan tersebut orang tua harus memiliki tolak ukur agar siswa memiliki kebebasan tetapi bertanggung jawab atas semua yang terjadi, meski demikian orang tua tidak boleh lengah, mengekang karena dua hal tersebut merupakan kunci utama di dalam pengawasan anak dalam bergaul.

Indikator minat belajar menurut Safari (Pane 2014: 18), serta slameto (Ekawati 2014:4),Indikator minat belajar terbagi menjadi beberapa yaitu:

  • Seorang siswa memiliki perasaan senang atau suka terhadap pelajaran IPS misalnya; maka ia harus terus mempelajari ilmu yang berhubungan dengan IPS, sama sekali tidak ada perasaan terpaksa untuk mempelajari bidang tersebut.
  • Berhubungan dengan daya gerak yang mendorong siswa untuk cenderung merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan, atau bisa berupa pengalaman efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.
  • Perhatian merupakan konsentrasi atau aktifitas jiwa terhadap pengamatan dan pengertian, dengan mengesampingkan yang lain dari pada itu. Siswa yang memiliki minat pada objek tertentu, maka dengan sendirinya akan memperhatikan objek tersebut.

Ketertarikan seseorang akan sesuatu obyek yang mengakibatkan orang tersebut senang dan tertarik untuk melakukan atau mengerjakan kegiatan dari obyek tersebut.

Tujuan, belajar dimulai karena adanya sesuatu tujuan yang ingin dicapai, tujuan ini muncul untuk memenuhi sesuatu kebutuhan.

Kesiapan, untuk dapat melakukan perubahan belajar dengan baik anak atau individu perlu memiliki kesiapan, baik kesiapan fisik, kesiapan berupa kematangan untuk melakukan sesuatu, maupun penguasaan pengetahuan dan kecakapan-kecakapan yang mendasarinya.

Situasi, kegiatan belajar berlangsung dalam suatu situasi belajar. Dalam situasi belajar ini terlihat tempat, lingkunngan sekitar, alat dan bahan yang dipelajari, orang-orang  bersangkutan dalam kegiatan belajar serta kondisi siswa yang belajar.

Interprestasi, dalam dalam menghadapi situsi, individu mengadakan interprestasi, yaitu  melihat hubungan diantara komponen-komponen situasi belajar, melihat makna dari hubungan tersebut dan hubungan dengan kemungkinan pencapaian tujuan.

Respon, berpegang kepada hasil dari interprestasi apakah individu mungkin atau tidak mungkin mencapai tujuan yang diharapkan, maka ia memberikan respon.

Konsekuensi, setiap usaha akan membawa hasil, akibat atau konsekuensi  berhasil atau tidaknya, bahkan kegagalan, demikian juga dengan respon atau usaha belajar siswa. Apabila siswa berhasil dalam belajarnya ia akan merasa senang, puas, dan akan lebih meningkatkan semangatnya untuk melakukan usaha-usaha belajar berikutnya.

Baca Juga:   Unsur-Unsur Dalam Novel

Reaksi terhadap kegagalan, selain keberhasilan, kemungkinan lain yang diperoleh siswa dalam belajar adalah kegagalan. Peristiwa ini akan menimbulkan perasaan sedih dan kecewa.  kegagalan  bisa menurunkan semangat, dan memperkecil usaha-usaha belajar selanjutnya, tetapi bisa juga sebaliknya, kegagalan membangkitkan semangat yang berlipat ganda untuk menembus dan menutupi kegagalan tersebut.

  • Tujuan belajar
  1. Keterampilan intelektual atau keterampilan prosedural yang mencangkup belajar diskrimanasi, konsep, prinsip, dan pemecahan masalah yang kesemuanya diperoleh melalui materi yang disajikan oleh guru di sekolah.
  2. Strategi kognitif yaitu kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing-masing individu dalam memperhatikan, mengingat, dan berpikir.
  3. Informasi verbal yaitu kemampuan untuk mendeksripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi-informasi yang relefan.
  4. Keterampilan motorik yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot.
  5. Sikap yaitu suatu kemampuan internal yang mempengaruhi tingkah laku seseorang didasari oleh emosi, kepercayaan, serta faktor intelektual.
  6. Faktor-faktor belajar
  7. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu (internal) diklasifikasikan menjadi 2, yaitu faktor jasmaniah, dan faktor fisikologis.
  1. Faktor jasmaniah
  • Faktor psikologis
  1. Intelegensi. Intelegensi merupakan kecakapan yang terdiri atas tiga jenis yaitu, kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan dengan situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif mengetahui relasi dan mempelajari dengan cepat.
  2. Motif. Motif merupakan daya penggerak atau pendorong untuk berbuat.
  3. Minat. Minat merupakan kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.
  4. Emosi. Faktor emosi dapat mempengaruhi keberhasilan belajar anak.
  5. Bakat. Bakat merupakan kemampuan untuk belajar. Orang yang memiliki bakat akan mudah dalam belajar dibanding dengan orang yang tidak berbakat.
  6. Kematangan. Suatu fase dalam pertumbuhan seseorang, adalah saat alat-alat tubuh sudah siap untuk menerima kecakapan baru.
  7. Kesiapan. Kesiapan merupakan kesediaan untuk memberikan respons.
  8. Faktor-faktor Eksternal
  9. Faktor keluarga
  10. Faktor kesehatan
  11. Pengertian Minat Belajar
  • Minat Belajar
  1. Macam-macam Minat
  2. Minat terhadap alam sekitar, yaitu minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan alam, binatang, dan tumbuhan.
  3. Minat mekanis, yaitu minat terhadap pekerjaan yang berkaitan dengan mesin-mesin atau alat mekanik.
  4. Minat hitung-menghitung, yaitu minat terhadap pekerjaan yang membutuhkan perhitungan.
  5. Minat terhadap ilmu pengetahuan yaitu minat menentukan fakta-fakta baru dan pemecahan problem.
  6. Minat persuasif, yaitu minat terhadap pekerjaan yang berhubungan untuk mempengaruhi orang lain.
  7. Minat seni, yaitu minat terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan kesenian, kerajinan, dan kreasi tangan.
  8. Minat leterel, yaitu minat yang berhubungan dengan masalah-msalah membaca dan menulis berbagai karangan.
  9. Minat musik, yaitu minat terhadap masalah-masalah musik seperti menonton konser, dan memainkan alat-alat musik.
  10. Minat layanan sosial, yaitu minat yang berhubungan dengan pekerjaan untuk membantu orang lain.
  11. Minat klesikal, yaitu minat yang berhubungan dengan pekerjaan administratif.  
  • Ciri-ciri minat belajar
  1. Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental. Minat disemua bidang berubah selama terjadi perubahan fisik dan mental, misalnya perubahan minat dalam hubungannya dengan perubahan usia.
  2. Minat tergantung pada kegiatan belajar kesiapan belajar merupakan salah satu penyebab meningkatnya minat seseorang.
  3. Minat tergantung pada kesempatan belajar merupakan faktor yang sangat berharga sebab tidak semua orang dapat menikmatinya.
  4. Perkembangan minat mungkin terbatas. Keterbatasan ini mungkin di karenakan keadaan fisik yang tidak memungkinkan.
  5. Minat dipengaruhi budaya. Budaya sangat mempengaruhi sebab jika budaya sudah mulai luntur mungkin minat juga ikut luntur.
  6. Minat berbobot emosional. Minat berhubungan dengan perasaan, maksudnya bila suatu objek dihayati sebagai sesuatu yang sangat berharga maka akan timbul perasaan senang yang akhirnya dapat dinikmatinya.
  7. Minat berbobot egosentrisme, artinya jika seseorang senang terhadap sesuatu, maka akan timbul hasrat untuk memilikinya.
  • Faktor-faktor  yang mempengaruhi minat belajar
  1. Faktor Motivasi 
  2. Motivasi ektrinsik
  3. Motivasi Intrinsik
  4. Faktor Keluarga
  5. Faktor Metode Mengajar
  6. Faktor Lingkungan
  7. Indikator Minat Belajar
  8. Kesukaan
  9. Ketertarikan Siswa
  10. Perhatian Siswa
  11. Keterlibatan Siswa

Demikian ulasan singkat tentang Pengertian Minat semoga dapat dijadikan referensi, jika artikel ini dianggap bermanfaat bagi anda silahkan bagikan artikel ini. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.