Pengertian Hasil Belajar Kognitif

Diposting pada

Pengertian Hasil Belajar Kognitif – Untuk mencapai hasil belajar yang optimal dalam pembelajaran perlu ditekankan adanya aktivitas peserta didik baik secara fisik, mental, intelektual maupun emosional, dalam pembelajaran siswa dibina dan dikembangkan keaktifannya melalui tanya jawab, berfikir kritis, diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman nyata dalam pelaksanaan praktikum, Pengamatan dan diskusi juga mempertanggung jawabkan segala hasil dari pekerjaan yang ditugaskan.

Mengemukakan ciri-ciri pembelajaran yang efektif antara lain: “Berpusat pada siswa, interaksi edukatif antara guru dengan siswa, suasana demokratis, variasi metode mengajar, guru profesional, bahan yang sesuai dan bermanfaat, lingkungan yang kondusif, dan sarana belajar yang menunjang” belajar yang merupakan perilaku dan kemampuan internal akibat belajar. Hasil penelitian Bloom tersebut adalah penggolongan kemampuan siswa ke dalam tiga ranah, yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Tiga ranah ini dikenal dengan istilah taksonomi instruksional Bloom dkk.

Ranah Kognitif

Ranah kognitif yang meliputi ingatan, mengembangkan intelektual, dan keterampilan intelektual. Ranah ini lebih dikenal dengan taksonomi Bloom yang diperbaiki oleh Anderson dan Krathwohl yang membagi kemampuan kognitif menjadi 6 tingkatan yaitu mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), menilai (C5) dan menciptakan (C6).

Ranah afektif

Ranah afektif yang meliputi sikap, emosi, tingkah laku siswa yang direfleksikan dengan perasaan tertarik dan senang.

Ranah psikomotor

Ranah psikomotor yang berkenaan dengan keterampilan yang baik. Hasil belajar merupakan hasil usaha. Belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses mental yang mengarah kepada penguasaan pengetahuan, kecakapan, kebiasaan, atau sikap kesemuanya diperoleh, disimpan dan dilaksanakan dengan menimbulkan tingkah laku yang menetap.

Baca Juga:   Kata Kerja untuk Ranah Psikomotor (P1 - P4)

Indikator Hasil Belajar Kognitif Menurut Usman, 2001 (Jihad dan Haris, 2008: 16) “kemampuan kognitif terdiri dari enam jejang, yaitu C1 sampai C6” antara lain:

Pegetahuan atau kemampuan mengigat (C1), Kemampuan kognitif meliputi pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat khusus atau universal. Dalam hal ini tekanan utama pada  pengenalan kembali pada fakta dan prinsip. Kata-kata yang dapat dipakai: definisikan, ulangi, laporkan, garis bawahi, sebutkan, daftar dan sambungkan.

  • Pemahami atau kemampuan memahami (C2), Pemahaman ini meliputi komunikasi secara akurat, kata kata yang dipakai: menterjemahkan, nyatakan kembali, diskusikan, gambarkan, jelaskan, identifikasi, tempatkan, review, ceritakan dan paparkan.
  • Aplikasi atau kemampuan penerapan (C3), atau penggunaan prinsip atau metode pada situasi yang baru. Kata-kata yang dapat dipakai antara lain: interprestasikan, terapkan, laksanakan, gunakan demontrasikan, pratekan, ilustrasikan, operasikan, jabwalkan, sketsa dan kerjakan.
  • Analisis atau kemampuan menganalisis suatu imformasi yang luas menjadi bagian-bagian terkecil (C4), menyangkut kemampuan anak dalam memisah-misahkan terhadap suatu materi dalam bagian-bagian yang membentuknya mendeteksi hubungan diantara bagian-bagian itu dan cara materi itu diorganisasikan. Kata-kata yang dapat dipakai: pisahkan, analisis, bedakan, hitung, cobakan, tes bandingkan, kritik, teliti, debatkan, hubungkan, pecahkan, kategorikan.
  • Sintesis atau kemampuan menggabungkan beberapa imformasi menjadi suatu kesimpulan (C5), Merupakan jejang yang lebih sulit dimana anak diminta untuk menaruh atau menempatkan bagian-bagian dari elemen satu atau bersama sehingga membentuk satu kesatuan yang koheren. Kata-kata yang dapat dipakai: komposisikan, desain, permulakan, atur, rakit, kumpulkan, ciptakan, susun, organisasikan, siapkan, rancang dan sederhanankan.
  • Evaluasi atau penilaian (C6), Merupakan kemampuan anak didik dalam mengambil keputusan atau dalam menyatakan pendapat tentang nilai suatu tujuan, ide, pekerjaan, pemecahan masalah dan metode. Kata-kata yang dapat dipakai: putuskan, hargai, nilai, skala, bandingkan, revisi, skor dan perkiraan.
  • Berdasarkan tingkat kemampuan kognitif yang telah diuraikan diatas maka yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengetahauan C1 sampai C3.  Untuk mempermudah memahami megenai tingkat kognitif dan contoh-contoh kata kerja yang sesuai dapat dilihat pada Tabel 2.1
Baca Juga:   Pengertian Novel

Tabel 2.1 Kata Kerja Tingkat Kognitif

Tingkatan

Kerja keras

Pegetahuan

Identifikasi, spesifikasi, menyatakan

Pemahaman

Menerangkan, menyatakan kembali, menterjemahkan

Penerapan

Menggunakan, memecahkan

Analisis

Menganalisis, membandingkan, mengkontraskan

Sintesis

Merancang, mengembangkan, merencanakan

Evaluasi

Menilai, mengukur, memutuskan

Sumber: Sukardi (2009: 75)

Berdasarkan Tabel 2.1,  digunakan soal yang menggunakan kata kerja untuk mengukur tingkat kemampuan pengetahuan, tingkat kemampuan pemahaman dan tingkat kemampuan penerapan siswa.

Demikian ulasan singkat tentang Pengertian Hasil Belajar Kognitif semoga dapat dijadikan referensi bagi anda, dan jika artikel ini dianggap berguna bagi anda, silahkan share artikel ini. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.