Pengertian dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Siklus Belajar Engangement, Eksploration, Explanation, Elaboration, Evaluation (5E)

Diposting pada

Pengertian dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Siklus Belajar Engangement, Eksploration, Explanation, Elaboration, Evaluation (5E) – Menurut Mills (Suprijono 2014: 45) “Model adalah bentuk representasi akurat sebagai proses aktual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu’’. Model merupakan interpretasi terhadap hasil observasi dan pengukuran yang diperoleh dari beberapa sistem.

Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di kelas. Model pembelajaran dapat diartikan pula sebagai pola yang digunakan untuk penyusunan kurikulum mengatur materi, dan memberi petunjuk kepada guru di kelas.

  1. Model Siklus Belajar 5E

Menurut Austik (2012: 144), “Model pembelajaran siklus belajar merupakan salah satu model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik dan berpusat pada siswa (Student Centred)”. Pendekatan konstruktivistik menekankan pada pentingnya siswa membangun pengetahuannya sendiri, pengetahuan melalui keterlibatan secara aktif dalam proses pemblajaran. Menurut Aunurrahman (2014: 19), “Konstruktivisme memandang kegiatan belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam upaya menemukan pengetahuan, konsep, kesimpulan, bukan merupakan kegiatan mekanistik untuk mengumpulkan informasi atau fakta. Dalam proses pembelajaran siswa bertanggung jawab terhadap hasil belajanya sendiri”.

Berdasarkan kedua pendapat tersebut pendekatan konstruktivistk merupakan pendekatan yang menekankan siswa untuk mencari tahu sendiri pengetahuannya, menemukan konsep dan menentukan sendiri hipotesis melalui kegiatan belajar mengajar yang aktif.

Menurut Saleh (2013:  43), “Konstruktivisme adalah konstruksi (bentukan kita sendiri)”. Sedangkan Menurut Utami (2013:  315), “Konstruktivisme adalah salah satu teori tentang proses pembelajaran yang menjelaskan bagaimana siswa belajar dengan mengkonstruksi pengetahuan menjadi pengetahuan yang bermakna.

Baca Juga:   Pengertian Model Pembelajaran Creative Problem Solving

Berdasarkan kedua pendapat tersebut pendekatan konstruktivistk merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa berdasarkan kemampuan pada dirinya untuk mengkontruksi segala hal baik secara teks, dialog, pengalaman fisik dan lain-lain sehingga pembelajaran lebih bermakna.

Model siklus belajar merupakan rangkaian tahap yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran yang berperanan aktif. Model siklus belajar pada mulanya terdiri dari tiga tahap, eksplorasi, pengenalan istilah, dan pengenalan konsep (Dahar, 2011: 169). Selanjutnya dikembangkan menjadi 5 tahap, engangement, eksplorasi, explanation, elaborasi, dan evaluasi (Lorbach dalam Wena, 2009: 171).

  1. Langkah-Langkah Model Siklus Belajar 5E

Model Siklus Belajar terdiri dari 5 tahap, engangement, eksplorasi, explanation, elaborasi, dan evaluasi (Lorbach dalam Wena, 2009: 171 sebagai berikut:

  1. Tahap Engangement

Engangement atau pembangkit minat merupakan tahap awal dari siklus belajar. Pada tahap ini guru membangkitkan minat dan keingintahuan siswa pada topik yang diajarkan. Hal ini dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan tentang Sifat dan wujud benda. Apa itu benda ? Sifat benda ada tiga, benda cair, padat dan gas, bagaimanakah pendapatmu?. Dengan demikian, siswa akan memberikan respon/jawaban, kemudian jawaban siswa tersebut dapat dijadikan pijakan oleh guru untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang pokok bahasan. Kemudian guru perlu melakukan identifikasi ada/tidaknya kesalahan konsep pada siswa. Dalam hal ini guru harus membangun keterkaitan/perikatan antara pengalaman siswa dengan topik pembelajaran yang akan dibahas.

  1. Tahap Eksplorasi

Eksplorasi merupakan tahap kedua model siklus belajar. Pada tahap eksplorasi dibentuk menjadi 5 kelompok, kemudian siswa diberi kesempatan untuk bekerja sama dalam kelompok kecil tanpa pembelajaran langsung dari guru. Dalam kelompok ini siswa didorong untuk menguji hipotesis dan atau membuat hipotesis baru, mencoba alternatif pemecahannya dengan teman sekelompok, melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide atau pendapat yang berkembang dalam diskusi. Pada tahap ini guru berperan sebagai fasilitator dan motivator. Pada dasarnya tujuan tahap ini adalah mengecek pengetahuan yang dimiliki siswa apakah sudah benar, masih salah, atau mungkin sebagian salah, sebagian benar.

Baca Juga:   Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Co-op Co-op

  1. Tahap Explanation

Penjelasan merupakan tahap ketiga siklus belajar. Pada tahap penjelasan, guru dituntut mendorong siswa untuk menjelaskan suatu konsep dengan kalimat/pemikiran sendiri, meminta bukti dan klarifikasi atas penjelasan siswa, dan saling mendengar secara kritis penjelasan antar siswa atau guru. Dengan adanya diskusi tersebut, guru memberi definisi dan penjelasan tentang konsep yang dibahas, dengan memakai penjelasan siswa terdahulu sebagai dasar diskusi.

  1. Tahap Elaboration

Elaborasi merupakan tahap keempat siklus belajar. Pada tahap elaborasi siswa menerapkan konsep dan keterampilan yang telah dipelajari dalam situasi baru atau konteks yang berbeda. Dengan demikian, siswa akan dapat belajar secara bermakna, karena telah dapat menerapkan/mengaplikasikan konsep yang baru dipelajarinya dalam situasi baru. Jika tahap ini dapat dirancang dengan baik oleh guru maka motivasi belajar siswa tentu dapat mendorong peningkatan hasil belajar siswa.

  1. Tahap  Evaluation

Evaluasi merupakan tahap akhir dari siklus belajar. Pada tahap evaluasi, guru dapat mengamati pengetahuan atau pemahaman siswa dalam menerapkan konsep baru. Siswa dapat melakukan evaluasi diri dengan mengajukan pertanyaan terbuka dan mencari jawaban yang menggunakan observasi, bukti, dan penjelasan yang diperoleh sebelumnya. Hasil evaluasi ini dapat dijadikan guru sebagai bahan evaluasi tentang proses penerapan siklus belajar yang sedang diterapkan, apakah sudah berjalan dengan baik, cukup baik, atau masih kurang. Demikian pula melalui evaluasi diri, siswa akan dapat mengetahui kekurangan atau kemajuan dalam proses pembelajaran yanag sudah ditentukan.

Baca Juga:   Pengertian Model Pembelajaran Scramble

  1. Kelebihan dan Kekurangan Model Siklus Belajar

Menurut Wibowo (Faiq, 2012: 3), penggunaan model siklus belajar 5E memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu:

  1. Kelebihan Model Siklus Belajar 5E
  1. Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa karena siswa dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran.
  2. Membantu mngembangkan sikap ilmiah siswa
  3. Pembelajaran lebih bermakna.
  1. Kekurangan Model Siklus Belajar 5E
  1. Efektifitas pembelajaran rendah jika guru kurang menguasai materi dan langkah-langkah pembelajaran.
  2. Menuntut kesungguhan dan kreativitas guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran.
  3. Memerlukan pengelolaan kelas yang lebih terencana dan terorganisasi.
  4. Memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran.

Demikian penjelasan singkat tentang Pengertian dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Siklus Belajar Engangement, Eksploration, Explanation, Elaboration, Evaluation (5E) semoga dapat menjadi masukan dan referensi bagi anda, jika artikel ini dirasa bermanfaat bagi anda silahkan bagikan/share artikel ini. Untuk mendukung blog ini agar selalu menampilkan artikel seputar pembelajaran dan pendidikan silahkan berdonasi dengan mengklik iklan yang ada pada blog ini. Terima kasih telah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.