Pengertian dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Quantum Teaching

Diposting pada

Pengertian dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Quantum Teaching – Model pembelajaran Quantum Teaching muncul dalam sebuah program percepatan yang dilakukan Learning Forum. Learning Forum adalah sebuah perusahaan pendidikan internasional yang menekankan perkembangan keterampilan akademis dan keterampilan pribadi (De Porter, 2005: 4). Dalam Perkembanganya model Quantum Teaching banyak menjadi sumber kajian tentang pengembangan pembelajaran baru yang menyenangkan. Menurut Sriudin (2010) Quantum Teaching adalah badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakan dalam rancangan, penyajian dan fasilitasi Super Camp.

Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran Quantum Teaching bersumber pada Quantum Learning yaitu penggabungan teori-teori pendidikan terkemuka yang kemudian diuji cobakan kepada siswa-siswa melalui program Super Camp. Hasil dari uji coba tersebut ternyata Quantum Teaching meningkatkan kemampuan mereka dalam menguasai segala hal dalam kehidupan.

  1. Pengertian Quantum Teaching

Quantum Teaching merupakan pengubahan belajar yang meriah, dengan segala nuansanya. Quantum Teaching juga menyertakan segala kaitan, interaksi dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar.

Quantum Teaching berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas, interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar (De Porter, 2005:3).

Quantum adalah interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Quantum Teaching adalah orkestrasi bermacam-macam interaksi yang ada didalam dan sekitar momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi lebih baik yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain (De Porter, 2005: 5).

Berdasarkan pemaparan    di   atas    dapat   disimpulkan     bahwa Quantum Teaching adalah usaha maksimal yang dilakukan oleh warga belajar  untuk  meningkatkan  pengalaman  dan  hasil  belajar  dengan menyertakan segala potensi yang ada pada dalam diri dan lingkungan.

  1. Prinsip Quantum Teaching

Pembelajaran Quantum Teaching memiliki prinsip-prinsip yang perlu diterapkan agar tujuan pembelajaran tercapai. Menurut De Porter (dalam Riyanto, 2010: 201) prinsip prinsip Quantum Teaching adalah sebagai struktur dasar dari belajar. Prinsip-prinsip ini adalah :

Baca Juga:   Pengertian Dan langkah-langkah Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD)
  1. Segalanya berbicara

Segalanya yang berada dilingkungan memberikan makna tentang belajar. Bahasa tubuh yang ada pada seseorang sesungguhnya mengirimi pesan tentang belajar.

  1. Segalanya bertujuan

Semua yang terjadi dalam pengubahan, semuanya mempunyai tujuan.

  1. Pengalaman sebelum pemberian nama

Otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks yang akan menggerakkan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa mereka pelajari.

  1. Akui setiap usaha

Pada saat siswa mengambil langkah mereka patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.

  1. Jika layak dipelajari layak pula dirayakan

Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asposiasi emosi positif dalam belajar.

  1. Kelebihan dan Kekurangan Model Quantum Teaching

Model  Quantum  Teaching  memiliki  kelebihan  dan  kekurangan sebagaimana berikut:

Menurut Sunandar (2012) menyatakan kelebihan dan kekurangan model Quantum Teaching sebagai berikut:

  1. Kelebihan Quantum Teaching.
  1. Selalu berpusat pada apa yang masuk akal bagi siswa.
  1. Menumbuhkan dan menimbulkan antusiasme siswa.
  1. Adanya kerjasama.
  1. Menawarkan ide dan proses cemerlang dalam bentuk yang enak dipahami siswa.
  2. Menciptakan tingkah laku dan sikap kepercayaan dalam diri sendiri.
  3. Belajar terasa menyenangkan.
  1. Ketenangan psikologi.
  1. Adanya kebebasan dalam berekspresi.
  1. Kekurangan Quantum Teaching

 

  1. Memerlukan persiapan yang matang bagi guru dan lingkungan yang mendukung.
  2. Memerlukan fasilitas yang memadai.
  3. Model ini banyak dilakukan di luar negeri sehingga kurang beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia.
  4. Kurang dapat mengontrol siswa.

5.  Langkah-langkah Pembelajaran Quantum Teaching

Langkah-langkah pembelajaran kuantum terdiri dari tanamkan,

alami, namai, demonstrasikan, ulangi dan rayakan atau dikenal dengan singkatan TANDUR:

Baca Juga:   Pengertian dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerincing

a. Tumbuhkan

Konsep tumbuhkan ini sebagai konsep operasional dari prinsip “bawalah dunia mereka ke dunia kita”. Dengan usaha menyertakan siswa dalam pikiran dan emosinya, sehingga tercipta jalinan dan kepemilikan bersama atau kemampuan saling memahami.

Secara umum konsep tumbuhkan adalah sertakan diri mereka, pikat mereka, puaskan keingintahuan, buatlah siswa tertarik atau penasaraan tentang materi yang akan diajarkan. Dari hal tersebut tersirat, bahwa dalam pendahuluan (persiapan) pembelajaran dimulai guru seyogyanya menumbuhkan sikap positif dengan menciptakan lingkungan yang positif, lingkungan sosial (komunitas belajar), sarana belajar, serta tujuan yang jelas dan memberikan makna pada siswa, sehingga menimbulkan rasa ingin tahu.

b. Alami

Tahap ini jika kita tulis pada rencana pelaksanaan pembelajaran terdapat pada kegiatan inti. Konsep “alami” mengandung pengertian bahwa dalam pembelajaran guru harus memberi pengalaman dan manfaat terhadap pengetahuan yang dibangun siswa sehingga menimbulkan hasrat alami otak untuk menjelajah.

Pada konsep alami guru memberikan cara terbaik agar siswa memahami informasi, memberikan permainan atau kegiatan yang memanfaatkan pengetahuan yang sudah mereka miliki, sehingga dapat memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengetahuan yang melekat.

c. Namai

Konsep ini berada pada kegiatan inti, yang “namai” mengandung maksud bahwa penamaan memuaskan hasrat alami otak (membuat siswa penasaran, penuh pertanyaan mengenai pengalaman) untuk memberikan identitas, menguatkan dan mendefinisikan. Penamaan dalam hal ini adalah mengajarkan konsep, melatih keterampilan berpikir dan strategi belajar. Pertanyaan yang dapat memandu guru dalam memahami konsep “namai” yaitu perbedaan yang perlu dibuat dalam belajar, apa yang harus guru tambahkan pada pengertian siswa, strategi kiat jitu, alat berpikir yang digunakan untuk siswa ketahui atau siswa gunakan.

d. Demonstrasikan

Tahap ini masih pada kegiatan inti, pada tahap ini adalah memberi kesempatan siswa untuk menunjukkan bahwa siswa tahu. Hal ini sekaligus memberi kesempatan siswa untuk menunjukkan tingkat pemahaman terhadap materi yang dipelajari.

Baca Juga:   Pengertian Model Pembelajaran IPA Terintegrasi Mitigasi Bencana

Strategi yang dapat digunakan adalah mempraktekkan, melakukan percobaan, menyusun laporan, menganalisis data, melakukan gerakan tangan, kaki, gerakan tubuh bersama secara harmonis, dan lain-lain.

e. Ulangi

Tahap ini jika kita tuangkan pada rencana pelaksanaan pembelajaran terdapat pada penutup. Tahap ini dilaksanakan untuk memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan rasa “aku tahu bahwa aku tahu ini”. Kegiatan ini dilakukan secara multimodalitas dan multikecerdasan.

Guru memberikan ulangan tentang apa yang sudah dipelajari, strategi untuk mengimplementasikan yaitu bisa dengan membuat isian “aku tahu bahwa aku tahu ini” hal ini merupakan kesempatan siswa untuk mengajarkan pengetahuan baru kepada orang lain (kelompok lain), atau dapat melakukan pertanyaan pertanyaan post tes.

f. Rayakan

Tahap ini dituangkan pada penutup pembelajaran. Dengan maksud memberikan rasa puas, untuk menghormati usaha, ketekunan, dan kesusksesan yang akhirnya memberikan rasa kepuasan dan kegembiraan. Dengan kondisi akhir siswa yang senang maka akan menimbulkan kegairahan siswa dalam belajar lebih lanjut.

Panduan pertanyaan dalam diri guru untuk melaksanakan adalah untuk pelajaran ini, cara yang paling sesuai untuk merayakannya, bagaimana dapat mengakui setiap orang atas prestasi mereka. Strategi yang dapat digunakan adalah dengan pujian bernyanyi bersama, pesta kelas, memberikan reward berupa tepukan (De Porter, 2005: 10).

Demikian artikel singkat tentang Pengertian dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Quantum Teaching semoga dapat menjadi referensi bagi anda, jika artikel ini dirasa bermanfaat bagi anda silahkan bagikan/share artikel ini. Untuk mendukung blog ini agar selalu menampilkan artikel seputar pembelajaran dan pendidikan silahkan berdonasi dengan mengklik iklan yang ada pada blog ini. Terima kasih telah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.