Pengertian dan Kegunaan Instrumen Penelitian

Diposting pada

Pengertian dan Kegunaan Instrumen Penelitian – Instrumen atau alat pengumpul data adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Instrumen Penelitian adalah segala peralatan yang digunakan untuk memperoleh, mengelola, dan mengiterpretasikan informasi dari para responden yang dilakukan dengan pola pengukuran yang sama. Instrumen penelitian dirancang untuk satu tujuan dan tidak bisa digunakan pada penelitian yang lain.

Kekhasan setiap objek penelitian menyebabkan seorang peneliti harus merancang sendiri instrumen yang digunakan. Susunan instrument untuk setiap penelitian tidak selalu sama dengan peneliti lain. Hal ini mengingat tujuan dan mekanisme kerja dalam setiap teknik penelitian juga berbeda-beda. Data yang terkumpul dengan menggunakan instrumen tertentu akan dideskripsikan dan dilampirkan atau digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam suatu penelitian. Untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian, kita dapat menggunakan instrumen yang telah tersedia dan dapat pula menggunkan instrumen yang dibuat sendiri. Instrumen yang telah tersedia pada umumnya adalah instrument yang sudah dianggap baku untuk mengumpulkan data variabel-variabel tertentu.

Dengan demikian, jika instrumen baku telah tersedia untuk mengumpulkan data variabel penelitian maka kita dapat langsung menggunakan instrumen tersebut, dengan catatan bahwa teori yang dijadikan landasan penyusunan instrumen tersebut sesuai dengan teori yang diacu dalam penelitian kita. Selain itu, konstruk variabel yang diukur oleh instrumen tersebut juga sama dengan konstruk variabel yang hendak kita ukur dalam penelitian kita. Akan tetapi, jika instrumen yang baku belum tersedia untuk mengumpulkan data variabel tersebut harus dibuat sendiri oleh peneliti.

  • Kegunaan Instrumen Penelitian Antara lain :
  1. Sebagai alat pencatat informasi yang disampaikan oleh responden,
  1. Sebagai alat untuk mengorganisasi proses wawancara,
  1. Sebagai alat evakuasi performa pekerjaan staf peneliti.
  1. Penyusunan Instrumen Penelitian

Daftar kuesioner adalah serangkaian pertanyaan yang diajukan kepada responden mengenai objek yang sedang diteliti, baik berupa pendapat, tanggapan ataupun dirinya sendiri. Sebagai suatu instrumen penelitian, maka pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak boleh menyimpang dari arah yang akan dicapai oleh usulan proyek penelitian, yang tercermin dalam rumusan hipotesis. Dengan demikian daftar perntanyaan yang harus diajukan dengan taktis dan strategik sehingga mampu menyaring informasi yang dibutuhkan oleh responden.

Baca Juga:   Manusia dan Peradaban

Pertanyaan yang diajukan oleh responden harus jelas rumusannya, sehingga peneliti akan menerima informasi dengan tepat dari responden. Sebab responden dan pewawancara dapat menginterpretasi makna suatu kalimat yang berbeda dengan maksud peneliti, sehingga isi pertanyaan justru tidak dapat dijawab. Di samping itu harus pula diperhatikan ke mana arah yang dicapai, mengingat tanpa arah yang jelas tidak mungkin dapat disusun suatu daftar pertanyaan yang memadai.

Dalam menyususn daftar pertanyaan, seorang peneliti hendaknya mempertimbangkan hal-hal berikut :

  1. Apakah Anda menggunakan tipe pertanyaan terbuka atau tertutup atau gabungan keduanya.
  1. Dalam mengajukan pertanyaan hendaknya jangan langsung pada masalah inti/pokok dalam penelitian Anda. Buatlah pertanyaan yang setahap demi setahap, sehingga mampu mengorek informasi yang dibutuhkan.
  2. Pertanyaan hendaknya disusun dengan menggunakan bahasa Nasional atau setempat agar mudah dipahami oleh responden.
  3. Apabila menggunakan pertanyaan tertutup, hendaknya setiap pertanyaan maupun jawaban diidentifikasi dan diberi kode guna memudahkan dalam pengolahan informasi
  4. Dalam membuat daftar pertanyaan, hendaknya diingat bahwa Anda bukanlah seorang introgator, tetapi pihak yang membutuhkan informasi dari pihak lain.

Untuk itu, dalam menyusun suatu rancangan daftar pertanyaan sebetulnya merupakan kerja kolektif seluruh anggota team peneliti. Keterlibatan semua anggota team peneliti akan memberikan konstribusi penyempurnaan kontruksi instrumen penelitian. Berikut adalah langkah-langkah dalam menyusun daftar pertanyaan :

  1. Penentuan informasi yang dibutuhkan,
  2. Penentuan proses pengumpulan data,
  3. Penyusunan instrumen penelitian,
  4. Pengujian instrumen penelitian.
  •  Prinsip-prinsip Pemilihan Instrumen Penelitian
  1. Prinsip utama pemilihan instrumen adalah memahami sepenuhnya tujuan penelitian, sehingga peneliti dapat memilih instrumen yang dirahapkan dapat mengantar ke tujuan penelitian.
  2. Tujuan penelitian menentukan instrumen apa yang akan digunakan.
  1. Kadang terjadi bahwa tujuan penelitian justru ditentukan oleh instrument yang tersedia, atau digunakan instrumen yang sudah popular, walaupun sebenarnya tidak cocok dengan tujuan penelitiannya.
  1. Suatu pendapat yang tidak selalu benar bahwa “instrumen yang canggih adalah yang terbaik”.
  1. Pedoman umum yang dapat digunakan dalam pemilihan instrumen, khususnya bagi peneliti pemula adalah :
  1. Pakailah instrumen seperti yang telah digunakan oleh peneliti terdahulu.
  1. Buatlah daftar instrumen yang tersedia, kemudian kategorikan tiap instrumen sesuai dengan input yang diperlukan dan output yang dihasilkan, baru dipilih yang paling sesuai.
  •  Syarat-syarat Instrumen Penelitian
Baca Juga:   Pengantar Metodologi Penelitian

Ada beberapa kriteria penampilan instrumen yang baik, baik yang digunakan untuk mengontrol ataupun untuk mengukur variabel, yaitu:

  1. Akurasi (accuracy)
  1. Akurasi dari suatu instrument pada hakekatnya berkaitan erat dengan validitas (kesahihan) instrumen tersebut.
  1. Apakah instrumen benar-benar dapat mengukur apa yang hendak diukur.
  1. Apakah masukan yang diukur (measured) hanya terdiri dari masukan yang hendak diukur saja ataukah kemasukan unsur-unsur lain.
  1. Pengontrolan yang ketat terhadap kemurnian masukan ini adalah sangat penting agar pengaruh luar dapat dieliminasi.
  1. Kegagalan pengontrolan ini akan menyebabkan menurunnya akurasi output atau validitas hasil pengukuran.
  1. Validitas tentang apa yang hendak diukur disebut validitas kualitatif.
  1. Instrument dapat mengukur dengan cermat dalam batas yang hendak diukur, maka validitas yang diperoleh adalah validitas kuantitatif.
  1. Persisi (precision)
  1. Persisi instrumen berkaitan erat dengan keterandalan (reliability), yaitu kemampuan memberikan kesesuaian hasil pada pengulangan pengukuran.
  1. Instrumen mempunyai presisi yang baik jika dapat menjamin bahwa inputnya sama memberikan output yang selalu sama baik kapan saja, di mana saja, oleh dan kepada siapa saja instrumen ini digunakan memberikan hasil konsisten (ajeg).
  1. Instrumen dengan presisi yang baik belum tentu akurasinya baik dan sebaliknya.
  1. Instrumen yang baik tentu akusari dan presisinya baik.
  1. Kepekaan (sensitivity)
  1. Penelitian yang ingin mengetahui adanya perubahan harga variabel tertentu membutuhkan instrumen yang dapat mendeteksi besarnya perubahan tersebut.
  1. Makin kecil perubahan yang terjadi harus makin peka instrumen yang digunakan.
  2. Sebagai ilustrasi :
  • Stopwatch dengan presisi 0,1 detik tidak dapat untuk mengukur kecepatan gerak refleks.
  • Penggaris dengan presisi 1,1 mm tidak dapat mendeteksi perubahan panjang ikatan dalam perubahan stuktur molekul.
  1. Dalam contoh tersebut kepekaan instrumen tidak memadahi.
  1. Kepekaan berkaitan erat dengan validitas kuantitatif.
  1. Klasifikasi Instrumen
Baca Juga:   Pengantar Metodologi Penelitian

a.  Klasifikasi Berdasarkan Katagori Instrumen

Berdasarkan kategorinya, instrumen penelitian terdiri dari dua kategori alat atau instrumen (seterusnya disebut instrumen) yang digunakan dalam penelitian, yaitu :

  1. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh informasi atau data tentang keadaan objek atau proses yang diteliti.
  1. Instrumen yang digunakan untuk mengontrol objek atau proses penelitian.

Dengan adanya dua jenis instrumen tersebut, maka kondisi objek atau proses penelitian diukur dalam kondisi yang spesifik dan dapat diulangi lagi (reproducible).

b. Berdasarkan wujudnya, instrumen penelitian dibedakan atas dua bentuk, yaitu :

  1. Perangkat keras (hardware)

Dalam penelitian instrumen penelitian dibedakan atas perangkat keras misalnya : spektofometer, stetoskop, thermometer, dsb.

  1. Perangkat lunak (software)

Perangkat lunak digunakan untuk memperoleh informasi atau respon dari subyek baik langsung maupun tidak langsung. Dengan perangkat lunak akan dapat dilakukan pengukuran tentang :

  • Infofmasi lansung dari objek.
  • Mengevaluasi objek atau tindakan objek oleh pengamat.
  • Mengukur langsung kemampuan dan pengetahuan objek.
  • Mengukur secara tidak langsung tentang kepercayaan, sikap atau perilaku objek.

 Adapun yang termasuk dalam kategori perangkat lunak misalnya: kuesioner, ceklist, rating scale, ujian tertulis, wawancara dan lain-lainnya.

Sekian ulasan singkat tentang Pengertian dan Kegunaan Instrumen Penelitian semoga dapat menjadi referensi bagi anda, dan jika artikel ini di rasa bermanfaat bagi anda silahkan bagikan/share artikel ini. terima kasih telah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.