Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan di Rusia

Diposting pada

Pendidikan Kejuruan Untuk Pembangunan Berkelanjutan di Rusia – Skema penerapan internasional untuk sepuluh tahun Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan (DEDS, 2005-2014) mengajukan skenario Pembangunan sebagai alat utama untuk menumbuhkan inovasi yang diperlukan untuk menyebarkan pengenalan Education for Sustainable Development (ESD). Setiap skenario seharusnya termasuk;

  • Cara menemukan masalah kunci lokal  Pembangunan berkelanjutan;
  • Strategi belajar yang memungkinkan
  • Cara untuk menumbuhkan hubungan antara situasi belajar (sekolah, program kejar paket, dll) dan masyarakat, contoh mengikutsertakan pelajar dalam proyek penelitian pemantauan perubahan lingkungan
  • Cara pengintegrasian pengetahuan lokal dan budaya
  • Proses Pembangunan kurikulum yang membuat isinya bisa memutuskan secara lokal berdasarkan prinsip Pembangunan berkelanjutan

Rusia secara keseluruhan dan negara bagiannya sedang berada pada tahap mengembangkan skenario ESD. Pada Bab sebelumnya, masalah kunci ESD di Rusia dikenali dan diteliti melalui dokumen politis dan diskusi teoritis. Suatu penekanan pada Pembangunan sudut pandang/dimensi nilai dan bertujuan untuk membentuk masyarakat bijaksana telah menempatkan pendidikan di Rusia sebagai salah satu alat utama untuk mencapai tujuan SD. ESD telah diidentifikasi pada Bab ini  bersama dengan perdebatan mengenai ESD sebagai stretegi belajar yang memungkinkan, cara mengintegrasikan pengetahuan lokal dan budaya lokal, Pembangunan kurikulum dan hubungan antara pendidikan dan masyarakat akan dibahas dalam Bab ini. Cara ESD dikonseptualisasikan, diintrepetasikan dan dipraktekkan di Rusia adalah fokus utama dari analisa berikut ini.

Peran Pendidikan di SD

Semua dokumen politis yang dianalisa di Bab 8 (Concept of Russia’s transition to Sd, Strategy of SD dan Ecological Doctrine) menekankan peran pendidikan seharusnya ada pada transisi ke SD, peran pendidikan adalah Pembangunan kepribadian baru yang membantu membentuk kebijakan (noosphere) seperti yang dikatakan Vernadsky (1945), kepribadian yang berorientasi pada sistem kekayaan ekologi dan bukan kekayaan masyarakat konsumer.

            Strategi SD (Shelehov, 2002) juga menekankan pentingnya pendidikan. Dinyatakan bahwa perlunya kelahiran kembali potensi spiritual Rusia agar dapat berkembang sejalan dengan SD. Nilai spiritual dan moral yang berorientasi pada perjuangan kemanusiaan dan seimbang dengan kepentingan Rusia seharusnya dikembangkan melalui pendidikan. Sebagai hasilnya, pendidikan memberikan instrumen dan metode transisi untuk Pembangunan yang berkelanjutan. Melalui pendidikan sangat penting untuk merubah wajah dunia menjadi salah satu yang dipromosikan pemahaman global noosphere yaitu menjadi milik semua kemanusiaan.

            Peran pendidikan seperti yang diintrepetasikan dalam Strategy (Shelehov), 2002) mempunyai tujuan Pembangunan wajah dunia yang beroriantasi ekologi dan menerapkan pendidikan ekologis sepanjang hidup untuk semua. Pendidikan pada semua level perlu memberikan akses informasi tentang cara mengatasi masalah SD. Perkembangan etika terbaru berdasarkan perilaku kepedulian terhadap biosphere adalah suatu prioritas. Hal tersebut termasuk faktor seperti kapasitas biosphere, logika Pembangunannya, perawatan ekonomi, batasan konsumsi dan Pembangunan gaya hidup sehat, seperti halnya toleransi hubungan internasional dan inter-religius. Ha ini juga dikembangkan dari interpretasi SD dalam pandangan noosphere dan tradisi lama menghubungkan dan meningkatkan pendidikan (Pembangunan nilai). Oleh karena itu ESD di Rusia bisa dianggap sebagai kerangka kerja baru pendidikan nilai di sekolah.

Baca Juga:   Transformasi Teknologi Pada Pendidikan Kejuruan

            Jika konsep dan Strategi menekankan perubahan nilai siswa yang berkaitan dengan spectrum luas masalah SD, ajaran ekologi (Pemerintah Federasi Rusia, 2002) menekankan peran pendidikan ekologis (EE) yang termasuk didalamnya penerapan kebijakan ekologi nasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan level budaya ekologis suatu bangsa termasuk level pendidikan, keterampilan dan pengetahuan umum tentang ekologi. Untuk mencapai hal tersebut sangt penting untuk.

  • Mengembangkan sistem negara dan bukan negara tentang pendidikan ekologi sepanjang masa.
  • Memasukkan aspek ekologi, penggunaan alam yang rasional, perlindungan alam dan SD Rusia kedalam kurikulum pada semua level pendididkan.
  • Meningkatkan penekanan pada aspek sosial pendidikan ekologi.
  • Memberikan pelatihan dan pelatihan pelayanan guru ekologi pada smeua level pendidikan formal dan informal termasuk masalah SD di Rusia.
  • Memasukkan pengambangan budaya ekologi dan pendidikan ekologi pada program Pembangunan lokal, regional, dan federal.
  • Memeberikan dukungan negara pada sistem pendidikan yang mengimplementasikan pendidikan ekologi.
  • Mengembangkan standar pendidikan yang bertujuan menjelaskan masalah SD di Rusia.
  • Mengembangkan program pelatihan manager dalam bisnis, industri dan ekonomi untuk meningkatkan level informasi mereka akan perundangan perlindungan lingkungan
  • Memberikan dukungan publikasi materi ekologi di media masa (p16)

Basis Konseptual ESD

Dalam cakupan yang lebih luas tujuan utama ESD dinyatakan dalam Basis Konseptual adalah bantuan Pembangunan seseorang yang aktif secara sosial, berpendidikan yang memahami perkembangan baru dan proses kehidupan sosial, memahami pandangan sistemik dan moral, prinsip etis dan kultural serta norma perilaku yang memberikan kesiapan aktivitas tanggungjawab sosial dan belajar sepanjang masa didunia yang cepat berubah.

ESD seharusnya:

  • Membantu menytebarkan pengetahuan tentang lingkungan dan kondisisnya;
  • Menyajikan kriteria, standar, rekomedasi untuk membuat keputusan tetang perlingdungan a;am dan solusi sosial holistik/komplek, masalah ekologi dan ekonomi;
  • Mendemonstrasikan kemungkinan pengembagan ekonomi ketika lingkungan alami diproteksi dan diamankan.
  • Meningkatkan pentingnya tradisi ekologi dan metode penentuan ekologi dari Pembangunan ekonomi yang diterapakan oleh negara berbeda untuk mengembangkan perilaku perhatian terhadap warisan kultural alami
  • Memberikan fasilitas kepada siswa pertumbuhan personal, Pembangunan diri, realisasi diri, aktualisasi diri
  • Memberikan kesempatan untuk Pembangunan
    • Perilaku perhatian kepeda orang, nilai kultural dan alami
    • Posisi kewarganegaraan yang aktif
    • Berorientasi nilai dan pandangan dunia huministik-ekologis, bedrdasarkan etika tanggungjawab kondisi lingkungan, penggunaan sumberdaya alam yang rasional untuk generasi saat ini dan akan datang (Kalinin, 2002b, p2)
Baca Juga:   Perbedaan antara Sistem Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan di lima Negara

Basis konseptual berpendapat bahwa tujuan ESD adalah untuk memfasilitasi Pembangunan pengetahuan dan keterampilan, mendapatkan pengalaman, Pembangunan kreativitas, realisasi diri, penetapan jati diri siswa dalam proses solisu dan pencegahan sosial secara holistik, masalah ekonomi dan ekologis untuk meningkatkan kualitas kehidupan generasi saat ini dan akan datang berdasarkan Pembangunan berkelanjutan.. Tujuan ESD ini adalah campuran dari Pembangunan ideal semua orang dan permintaan baru akan pencegahan dan pemecahan masalah.

Dokumen ini juga mengidentifikasikan tujuan pandangan dunia teoritis akan ESD yang bisa membantu mengembangkan pemahaman dan tujuan terapan yang terkait dengan konsisi Pembangunan keterampilan. Tipe pertama tujuan berbasis pengetahuan adalah:

  • Basis untuk hubungan antara alam dan masyarakat; pentingnya perlindungan alam; nilai sumber daya alam; kebutuhan akan penggunaan sumber daya yang efektif, pendekatan masalah SD secara global, regional, dan lokalma didunia, Rusia
  • Kekhususan dan dinamisnya proses utama hubungan antara aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek ekologis di komunitas dunia, Rusia, lokal dan regional
  • Karakter multiwajah (termasuk aspek sosial, ekonomi, dan ekologis) dan alasan masalah saat ini ada pada komunitas masyarakat, negara bagian, dan komunitas lokal dan daerah.

Tipe kedua yang disebut tujuan terapan adalah berbasiskan keterampilan. Tujuan ini termasuk didalamnya kemampuan menganilsa, mengsintesikan, mengidentifikasikan, secara sistematis mengumpulkan informasi sosial, ekonomi, dan ekologis.; bekerjasama dengan yang lain untuk mewujudkan konsep SD; memprediksikan dan membuat model proses yang terkait dengan sistem ekonomi sosio ekologis yang berkelanjutan; pengambilan keputusan yang efektif; penerapan pengetahuan SD; mengakses informasi secara kritis; dan menginspirasi orang lain untuk bertindak sesuai dengan Pembangunan berkelanjutan sistem ekonomi sosio ekologi.

Melalui tujuan ESD di Rusia ketiga pandangan teoritis akan konseptualisasi SD termasuk posisi nilai (perilaku kepedulian akan sesama, alam dan budaya, tanggungjawab etika); response yang diajukan (nilai orientasi baru yang diikuti oleh Pembangunan ekonomi dan perlindungan alam secara ekologis); dan struktur respon yang diajukan (sosial, ekonomi, dan lingkungan), disajikan dalam Basis Konseptual. Pendekatan multidimensional ini memberikan kesempatan untuk mengembangkan strategi belajar dan standar kurikulum yang relevan dengan skenario ESD di Rusia.

Dokumen Basis Konseptual mengidentifikasikan sejumlah hasil ESD. Mereka merefleksikan pencapaian tujuan ESD secara bertahap dan mengenali beberapa tahap realisasi ESD. Hasil utama ESD adalah perilaku siswa yang terefleksikan dalam serangkaian aktivitas sosial yang bertujuan mengharmonisasikan hubungan mereka dengan lingkungan. Hasil yang lebih penting adalah pemahaman kebutuhan tidak hanya perubahan managemen ekonomi secara ekologis namun juga sosio ekonomi (level global, kota, daerah, institusi pendidikan) yang terkait langsung dengan permintaan ekologis

Baca Juga:   Perspektif Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Hasil jangka panjang (realisasi ESD berbasis axioligikal) adalah Pembangunan nilai setelah materialis yang mengkarakterisasikan masyarakat muncul dan bukanya masyarakat konsumer. Nilai tersebut termasuk humanis, kebebasan, kreativitas, moralitas, orientasi terhadap dialog dan kerjasama (bukan kekuatan, status, dan keturunan); profesionalisme, realisasi diri, kualitas kehidupan, memhami diri sendiri sebagai bagian dari alam dan bertanggungjawab atas pencegahan, rehabilitasi, dan perlindungan generasi yang akan datang (kalinin 2002b, pp3-4)

Sangat mungkin untuk disarankan bahwa proses tahapan ini  akan berubah dari pendidikan ekologis menjadi komponen ESD noosphere. Pengajuan ini sejalan dengan tahapan transisi Rusia menuju SD. Oleh karena itu ESD seharusnya dikembangkan dengan orientasi peradaban setelah material yang mempunyai fitur sebagai berikut:

  • Membatasi peran produksi material
  • Pembangunan ekonomi sektor layanan dan informasi
  • Meningkatkan peran pengetahuan dan sistem pendidiikan yang fleksibel relevan dengan masyarakat baru (Kalinin, 2002b, p4)

Orientasi terhadap setelah materialis, peradaban setalah konsumer membuat suatu pandangan masa depan Rusia yang berkelanjutan. Pendekatan dan metode skenario ESD yang pedagogis juga diajukan dalam dokumen yang termasuk didalamnya:

  • Prioritas nilai moral ( menyiapkan siswa yang secara moral berbasis penilaian posisi sosial dan ekologis sebagai titik awal transformasi sosial)
  • Belajar melalui pengalaman dan kerjasama
  • Belajar berbasis permasalahan
  • Mempertimbangkan cara belajar yang berbeda
  • Pembangunan kemampuan perencanaan strategis dan indikatif termasuk pemasaran yang strategis ( sebagai metode yang memperhatikan keinginan berbeda-beda dari kelompok sosial)
  • Mendapatkan pengalaman mengatur proyek yang secara sosial dianggap penting, berorientasi praktis, bertujuan mendapatkan hasil peningkatan sosial, sistem ekonomis dan lingkungan yang terukur )

Pembelajaran ekperimental berbasis permasalahan adalah tujuan utama modernisasi pendidikan di Rusia. ESD dapat direalisasikan melalui kursus atas sebagai komponen kursus; bagaimanapun juga dokumen Basis Konseptual yang merupakan pendekatan paling bernilai akan menjadi orientasi baru seluruh sistem pendidikan. ESD bisa digunakan sebagai payung cabang pengetahuan yang berbeda-beda. ESD juga bisa digunakan sebagai prinsip pengorganisasian sistem pendidikan yang berorientasi pencapaian solusi masalah sosial, ekonomi, dan ekologis serta pencegahan masalah dimasa depan.

Demikian artikel singkat tentang Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan di Rusia semoga dapat dijadikan referensi bagi anda dan bermanfaat. Jika berkenan silahkan share artikel ini. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.