Model Pembelajaran Lingkaran Luar – Lingkaran Dalam atau Inside – Outside – Circle

Diposting pada

Pengertian Model Pembelajaran IOC

Model Pembelajaran Lingkaran dalam dan Luar Inside-outside circle (IOC) adalah model pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan, 1993), dimana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur.

Sintaknya adalah separuh dari jumlah siswa membentuk lingkaran  kecil menghadap keluar, separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam, siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan, siswa yang berada di lingkran luar berputar kemudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya, dan seterusnya.

Menurut (Anita Lie, 2008:65), teknik pembelajaran IOC adalah teknik pembelajaran yang dikembangkan oleh Spencer Kagan untuk memberikan kesempatan pada siswa agar saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan. Pendekatan ini bisa digunakan dalam beberapa mata pelajaran, seperti: ilmu pengetahuan sosial, agama, matematika, dan bahasa. Bahan pelajaran yang paling cocok digunakan dengan teknik IOC ini adalah bahan yang membutuhkan pertukaran pikiran dan informasi antar siswa.

Keunggulan dari teknik pembelajaran IOC adalah adanya struktur yang jelas dan memungkinkan  siswa untuk  berbagi  dengan  pasangan  yang  berbeda dengan singkat dan teratur. Selain itu, siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong-royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah  informasi  dan  meningkatkan  keterampilan berkomunikasi. Teknik IOC ini bisa digunakan untuk semua tingkat usia anak didik.

Baca Juga:   Pengertian Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM)

Langkah-langkah Model Pembelajaran IOC

Menurut  Spencer  Kagan,  ada  lima  langkah utama  dalam  penerapan Model  IOC ini, yaitu:

  1. Langkah pertama, separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar.
  2. Langkah kedua, separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama dan menghadap ke dalam.
  3. Langkah ketiga, kemudian dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.
  4. Langkah keempat, siswa yang berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam, sehingga masing-masing siswa mendapatkan pasangan baru.
  5. Langkah terakhir, giliran siswa yang berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya.

Anita Lie mengembangkan langkah-langkah yang dirumuskan Kagan. Dalam pengembangan (Anita Lie, 2008:66), siswa dalam kelas dibagi menjadi dua lingkaran, yaitu lingkaran individu dan lingkaran kelompok. Penjelasannya sebagai berikut :

a. Lingkaran individu

  1. Separuh kelas (atau seperempat jika  jumlah  siswa terlalu banyak) berdiri membentuk lingkaran kecil. Mereka berdiri melingkar dan menghadap keluar.
  2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran yang pertama. Dengan kata lain, mereka berdiri menghadap ke dalam dan berpasangan dengan siswa yang berada di lingkaran dalam.
  3. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan lingkaran besar berbagi informasi. Siswa yang berada di lingkaran kecil yang memulai. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.
  4. Kemudian, siswa yang berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah perputaran jarum jam. Dengan cara ini, masing-masing siswa mendapatkan pasangan baru untuk berbagi informasi.
  5. Sekarang giliran siswa yang berada di lingkaran besar yang membagikan informasi. Demikian seterusnya.
Baca Juga:   Langkah-langkah Model Pembelajaran Think Pair Share

b. Lingkaran kelompok

  1. Satu kelompok berdiri di  lingkaran kecil menghadap keluar. Kelompok yang lain berdiri di lingkaran besar.
  2. Kelompok berputar seperti prosedur lingkaran individu yang dijelaskan di atas dan saling berbagi.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran IOC

Kelebihan penggunaan Model IOC ini adalah, siswa akan mudah mendapatkan informasi yang berbeda-beda dan beragam dalam waktu bersamaan. Sedangkan kekurangan penerapan Model IOC adalah membutuhkan ruang kelas yang besar, terlalu lama sehingga tidak konsentrasi dan disalah gunakan untuk bergurau, dan rumit untuk dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.