Perbedaan dan Persamaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Humanistik

Diposting pada

Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 adalah sebuah kurikulum yang dirancang untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan dimasa depan mereka. Pemerintah melalui menteri pendidikan dan kebudayaan merasa perlu menyiapkan kurikulum yang lebih mumpuni dibanding kurikulum sebelumnya. Beberapa alasan dikemukan oleh pemerintah dalam hal ini Mendikbud mengapa kurikulum 2013 perlu, salah satu diantaranya adalan bonus demografi. Bonus demografi merupakan sebuah keuntungan yang akan dimiliki oleh Indonesia dimasa yang akan datang, diperkirakan rentang tahun 2010 – 2035, dimana populasi manusia Indonesia memiliki jumlah usia produktif tinggi, sementara jumlah usia yang non produktif mencapai rendah. Bisa dibayangkan apabila pada masa ini jumlah yang produktif ini tidak produktif.

 Alasan lain adalah adanya tuntutan masa depan dan kompetensi masa depan. Tantangan masa depan yaitu tuntutan globalisasi, kemajuan teknologi informasi, ekonomi berbasis pengetahuan serta pergeseran kekuatan ekonomi dunia yang harus diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum. Sementara tuntutan kompetensi masa depan menurut partnership 21st century sangat berbeda dengan tuntuntan keterampilan di abad-20. Keterampilan dimasa depan banyak diadopsi dari keterampilan yang disodorkan oleh p21.org. Keterampilan-keterampilan tersebut diantaranya adalah berkomunikasi, kemampuan memecahkan masalah, inovatif dan kreatif serta menguasai teknologi informasi. disamping itu isu-isu etika, sosial, politik dan hukum dalam dunia global menjadi perhatian penting.

Tujuan Kurikulum 2013 adalah untuk mempersiapkan insan Indonesia untuk memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang produktif, kreatif, inovatof dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia.

Baca Juga:   Analisis Isi KKNI, Kurikulum 2013, KTSP Dan KBK

Kurikulum Humanistik

Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Kurikulum ini bersadarkan aliran pendidikan pribadi (personalized education). Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. Mereka percaya bahwa siswa memiliki potensi, punya kemampuan, dan kekuatan untuk berkembang. Pendidikan diarahkan kepada membia manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual juga segi sosial dan afektif. (emosi, sikap, perasaan, nilai, dan lain-lain).

Pandangan mereka berkembang sebagai reaksi terhadap pendidikan yang lebih menekankan segi intelektual dengan peran utama di pegang oleh guru. Pendidikan humanistik menekankan pada siswa, pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan suatu situasi yang permisif, rilek, akrab. Pendidikan lebih menekankan bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa), dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap seusatu. Tujuan pembelajaran adalah memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerengnggangan dan keterasingan dari lingkungan. Ada bebrapa aliran yang termasuk dalam pendidikan humanistik yaitu pendidikan: Konfluen, Kritikisme Radikal, dan mistikisme Modern.

Pendidikan Konfluen menekankan keutuhan pribadi, individu harus merespon secara utuh (baik segi pikiran perasaan, maupun tindakan), terhadap kesatuan yang menyeluruh dari lingkungan.

Perbedaan dan Persamaan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Humanistik

Perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum humanistik adalah, pada kurikulum 2013 peserta didik dituntut agar memiliki karakter yang baik, bermoral dan mememiliki budi pekerti yang baik, sedangkan pada kurikulim humanistik pembelajaran lebih ditekankan pada bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa), dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu. Pada kurikulum 2013 juga dibahas masalah Hukum, Sosial, dan Politik sedangkan pada kurikulum humanistik tidak. Kompetensi dasar pada kurikulum 2013 siswa di harapkan mendapatkan hasil terbaik didalam proses pembelajaran. Sedangkan pada kurikulum humanistik model pembelajaran lebih mengutamakan proses dari dari pada hasil.

Baca Juga:   Pengertian Kecerdasan Emosional

Selain perbedaan dua kurikulum antara kurikulum 2013 dengan kurikulum humanistik, kedua kurikulum ini juga memiliki persamaan antara lain: (1) kurikulum ini sama-sama memberikan tempat utama kepada siswa, dengan kata lain kedua kurikulum ini lebih mengharuskan siswa yang lebih banyak aktiv. (2) Dalam kurikulum ini guru hanya sebagai media untuk membantu siswa mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliknya. (3) Kedua kurikulum ini juga menganjurkan harus ada hubungan yang erat antara guru dan murid, guru harus memberikan dorongan kepada murid. (4) Pada kedua kurikulum ini sama-sama menekankan pembelajaran yang menekankan dunia nyata, keterampilan berfikir tingkat tinggi, belajar lintas disiplin, belajar independen,     keterampilan kerja kelompok dan berkomunikasimelalui suasana pembelajaran berbasis masalah.

Pada dasarnya kedua kurikulum tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan mungkin kurikulum 2013 itu pengembangan dari kurikulum humanistik jika dilihat dari persamaannya, meskipun demikian keduanya sama-sama memiliki karakteristiknya masing-masing, yang pasti keduanya merupakan perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang bertujuan mengarahkan pendidikan menjadi lebih baik.

Demikian Penjelasan singkat tentang Kurikulum 2013 dan Kurikulum Humanistik semoga bermanfaat bagi anda. Jika berkenan silahkan share artikel ini. Terima kasih telah berkunjung 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.