Pengertian Energi Air (Hidro Power)

Diposting pada

Energi air atau hidro power dihasilkan dari aliran air. Energi didalam air dapat dimanfaatkan dan digunakan, dalam bentuk energi dan perbedaan suhu di dalam air tersebut. Pada umumnya aplikasi tenaga air adalah dengan menggunakan dam/penampung air, akan tetapi energi yang berada di dalam air dapat dipakai secara langsung sebagai sumber kekuatan /tenaga utnuk menggerakkan mesin atau sebagai sumber energi panas.

Sebelum tersebar sebagai tenaga untuk menghasilkan listrik, biasanya tenaga air digunakan pada umumnya untuk mesin giling, perusahaan textile, sebagai sumber energi pada pengoperasian gergaji.

Ada beberapa bentuk dari energi air yaitu :

  • Hidroelektric energy, biasanya diperoleh dari tenga hidroelektrik dari sebuah dam
  • Energi pasang surut , energi ditangkap dari hasil pasang surut pada arah horisontal
  • Energi pasang surut arus air laut, yang bekerja pada arah vertikal
  • Energi gelombang, energi yang digunakan berasal dari gelombang air laut
  • Konversi energi panas dilaut, energi yang menggunakan perbedaan suhu panas di atas permukaan laut dengan shu dingin di dalam laut
  • Suhu dingin di dalam air danau

B.1 Hydroelectric power

Hydroelectric power adalah suatu bentuk dari energi air yang digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik. Sebagian tenaga hydroelectric dihasilkan dari energi potensial dari air tang dibendung yang dialirkan kepada turbin dan generator. Sebagian kecil dari energi hydroelecreik mengunakan energi kenitik air yang tidak dibendung seperti energi pasang surut air laut. Tenaga hydroelectric merupakan sumber energi yang bisa diperbaharui.

Energi hydroelectric dari tenaga iar yang tidak hanya tergantung dari volume air tetapi juga tergantung dari perbedaan ketinggian dari sumber air dengan saluran keluar air menuju turbin. Jumlah energi potensial air berbanding lurus dengan ketinggian air. Hal ini sebagai alasan mengapa kita harus membangun bendungan setinggi mungkin untuk menhasilkan energi listrik yang cukup tinggi.

Baca Juga:   Pengertian Biomassa Liquid

Selama energi hydroelectric digunakan untuk menyuplai jaringan listrik pada masyarakat, beberap proyek hydroelectric dihasilkan dari tujuan komersial. Sebagai contoh, untuk memproses bahan aluminium membutuhkan sejumlah energi listrik. Di sebagian besar wilayah Canada menggunakan energi hydroelectric secara ekstensiv.

Energi hydroelectric yang menggunakan energi kenetik atau gerakan aliran air sungai saat ini bisa menyuplai 20 % dari kebutuhan listrik dunia. Norwegia memproduksi hampir semua kebutuhan listriknya dari tenaga hydroelectric, Islandia memproduksi 83 % dari permintaan tenaga listrinya pada tahun 2004, Australia menghasilkan 67 % tenaga listriknya dengan memanfaatkan energi hidroelectric. Cana adalah negara yang paling besar menghasilkan energi listrik (70 %) dengan menggunakan energi air (hydro power)

Keuntungan & kerugian  Hydroelectric

Keuntungan utama dari hydroelectric adalah utnuk mengurangi biaya dari bahan bakar. Hidroelectric dapat menahan pertambahan biaya bahan bajar yang dihasilkan dari fosil seperti : minyak, gas alam atau batubara, dan tidak membutuhkan bahan bakar import. Hydroelectric cenderung mempunyai umur penggunaan yang relativ cukup lama dibandingkan dengan sumebr listrik yang menggunakan bahan bakar, diperkirakan mamapu beroperasi 50 – 100 tahun. Biaya tenaga kerja akan cenderung rendah karena semua perlatan menggunakan otomatisasi.

Hydroelectric pada umumnya emisi karbon dioksida dan methan, yang kecil dan bisa diabaikan dan tidak menghasilkan sulfur dioksida, nitrogen oksid, debu atau sesuatu bahan polusi yang dihasilkan dari pembakaran. Pengoperasian hydroelectric bisan dijalankan dan dimatikan secara cepat, bisa mengikuti beban pada sistem seefisien mungkin, dan bisa memebntuk aliran air kembali.

Baca Juga:   Pengertian Energi Panas Bumi (Geothermal Energy)

Dalam kenyataannya pengunaan penyimpanan air dipersulit dengan permintaan air untuk kepentingan pengairan atau irigasi yang mungkin terjadi pada fase beban puncak dari listrik. Ketika musim kemarau/kering bisa menyebabkan banyak masalah, sejak kemampuan rata – rata pengisian kembali pada bendungan tidak bisa mencapai kemampuan penggunaan air yang diinginkan untuk mengopersaikan hydroelctric.

Issu yang telah muncul adalah issu lingkungan bahwa proyek hydroelectric yang besar akan mengganggu kehidupan ekosistem di air. Sebagai contoh kejadian, sebuah studi membuktikan bahwa pembagunan bendungan dipesisir pantai Atlantic dan Pasific di Amerika Utara bisa mengurangi populasi ikan salammon.

Kerugian yang lain dari hydroelectric adalah membutuhkan relokasi penduduk yang berada disekita bendungan. Beberapa kasus menunjukkan bahwa tidak ada jumlah uang kompensasi yang bisa menggantikan budaya yang berasal dari nenek moyang .

Largest hydro-electric power stations

Fully operational

Name Country Completed Max Generation Annual Production
Itaipú Brazil/Paraguay 1983

12,600 MW

93.4 TW-hours

Guri Venezuela 1986

10,200 MW

46 TW-hours

Grand Coulee United States 1942/1980

6,809 MW

22.6 TW-hours

Sayano Shushenskaya Russia 1983

6,400 MW

Robert-Bourassa Canada 1981

5,616 MW

Churchill Falls Canada 1971

5,429 MW

35 TW-hours

Iron Gates Romania/Serbia 1970

2,280 MW

11.3 TW-hours

Countries with the most hydro-electric capacity

  • Canada, 341,312 GWh (66,954 MW installed)
  • USA, 319,484 GWh (79,511 MW installed)
  • Brazil, 285,603 GWh (57,517 MW installed)
  • China, 204,300 GWh (65,000 MW installed)
  • Russia, 173,500 GWh (44,700 MW installed)
  • Norway, 121,824 GWh (27,528 MW installed)
  • Japan, 84,500 GWh (27,229 MW installed)
  • India, 82,237 GWh (22,083 MW installed)
Baca Juga:   Biodiesel, Sebagai Energi Alternatif

France, 77,500 GWh (25,335 MW installed

  • Tipe – tipe Fasilitas Hidropower

a. Impoundment Hydropower

Sistem ini menggunakan dam untuk membendung atau menyimpan air, air yang dikeluarkan akan merubah energi listrik .

b. Run of Rivers Project

Sistem ini menggunakan aliran air yang berasal dari aliran sungai alami. Sistem ini bisa dirancang dengan aliran yang besar dengan permukaan yang rendah atau dengan aliran rata – rata yang kecil dengan ketinggian permukaan yang besar.

c. Mikro Hydropower Project

Sistem ini mampu menghasilkan daya listrik 100 kW atau kurang. Sistem ini bisa dirancang untuk permukaan yang rendah dan tinggi.

d.

 

e. Pumped Storage

Sistem ini memompa air penyimpan air yang rendah ke penyimpan air bagian atas jika permintaan kapasitas energi listrik turun. Selama periode permintaan listrik yang tinggi air mengalir kembali ke reservoir yang rendah dan menghasilkan listrik.

Sekian artikel tentang Energi Air (Hidro Power) semoga bisa menjadi referensi bagi anda, dan jika dirasa artikel ini bermanfaat, silahkan share artikel ini. Terima Kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.