Eksistensi Perpustakaan di Tengah Kegemilangan Internet

Diposting pada

Saat ini semakin mudah mencari informasi akibat adanya mesin pencari seperti Yahoo, atau Google di Internet. Dalam mesin pencarian, hanya dengan memasukan kata kunci maka informasi yang kita cari dapat dengan mudah ditemukan. Berbeda saat Internet belum menjadi prioritas, masyarakat jika hendak mencari sebuah Informasi atau membaca Koran terbaru pasti dengan cara berkunjung ke Perpustakaan.

Keberadaan Internet

Berdasarkan statistik yang dirilis 14 April 2015 oleh Pusat Kajian Komunikasi atau biasa disingkat PUSKAKOM Universitas Indonesia (PUSKAKOM UI) ditemukan fakta bahwa pengguna internet di Indonesia sudah mencapai angka 88 juta atau 39% dari total jumlah penduduk Indonesia yakni 252,4 juta Jiwa.

Jumlah ini meningkat sejak 2013 yakni sebesar 28,6%. Dari angka 88 juta Pengguna Internet di Indonesia sebanyak 87,4% menggunakan Internet untuk ber-sosial media, dan 68,7 % untuk pencarian Informasi.

Dengan angkat tersebut, dapat dikatakan masyarakat Indonesia sudah melek teknologi internet. Pencarian Informasi melaui Internet kini menjadi sebuah keharusan bagi kalangan generasi millenium, karena Internet melambangkan penyebaran pengetahuan informasi dan data secara cepat.

Kemudahan Internet dalam pencarian Informasi menjadi alasan mengapa Internet begitu digandrungi, kemudahan akses, serta praktis dalam penggunaannya menjadi alasan mengapa generasi millenium kerap menggunakan Internet sebagai langkah pertama dalam mencari Informasi. Namun kehadiran Internet tidak lantas mengurangi peran Perpustakaan sebagai sumber informasi yang kredibel, karena setiap Informasi yang terdapat di Internet tidak semua dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Baca Juga:   Perbedaan Proxy Server dan Firewall

Perpustakaan Pusat Informasi Kredibel

Teknologi sudah menjadi “jalan tol” untuk pencari informasi, berbagai fitur dalam internet memudahkan pencari informasi ketika sedang mencari berita sehari-hari di situs berita online atau bahkan ketika sedang mencari Informasi tentang kawan atau keluarga dengan melalui sosial media.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa 87,4% pengguna internet menggunakan akses Internet untuk ber-sosial media, ini berarti 76 Juta Masyarakat menggunakan sosial media.

Tingginya angka penggunaan sosial media oleh masyarakat seharusnya dijadikan peluang bagi perpustakaan. Dengan sosial media perpustakaan selayaknya membuat layanan sosial daring dan mempromosikan fasilitas serta layanan, sehingga perpustakaan dapat mensejajarkan posisinya dengan publik informasi lain seperti akun berita daring yang sudah lebih dahulu membuat akun sosial media.

Go-Online perpustakaan serta dengan layanan informasi yang kredibel dan dapat dipertanggung jawabkan, perpustakaan akan mampu mengalahkan informasi yang berada di internet seperti blog atau website yang belum memliki badan hukum resmi.

Perpustakaan Digital Sebuah Kebutuhan Generasi Millenium

Menjadikan internet sebagai partner layanan perpustakaan mempunyai dampak yang hebat.
Baru-baru ini yakni Maret 2016 seperti yang dikabarkan website resmi Universitas Gadjah Mada bahwa pengunjung Perpustakaan Universitas Gadjah Mada pada tahun 2015 mengalami peningkatan signifikan sebesar 13,38 % hal ini dikarenakan dampak kebijakan Perpustakaan UGM yang terus melanggan online database.

Baik yang berupa langganan e-journal dan e-database maupun pembelian perpetual e-books sebagai dampak kesadaran karena rata-rata pengunjung Perpustakaan UGM adalah dari generasi millenium yang faham dengan teknologi informasi serta menempatkan gadget sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Baca Juga:   Mengembalikan GRUB Ubuntu 10.04 yang hilang saat instal Windows XP

Zaman modern tidak terlepas dari perkembangan teknologi dan internet telah menjadi bagian didalamnya. Sehingga diharapkan bahwa perpustakaan yang ada di Indonesia terus termotivasi untuk selalu meningkatkan pemahaman serta keinginan pengguna yang sudah dahulu melek teknologi.

Perpustakaan harus ikut dalam arus kemajuan zaman supaya tidak tenggelam dan tertinggal. Perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi sebaik baiknya, karena teknologi merupakan simbol perkembangan peradaban. dikutip dari tribunnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.