Cara Menulis Resensi

Diposting pada

Cara Menulis Resensi – Menurut Samad (1997:1) resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Di Indonesia, resensi buku serimg juga diistilahkan dengan timbangan buku, timbangan buku, tinjauan buku, bedah buku atau ulasan buku.

Istilah resensi datap diartikan sebagai tulisan tentang pertimbangan buku atau wawasan tentang baik atau kurang baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat dalam suatu buku. Namun makna kata resensi akhir-akhir ini meluas dan tidak hanya penilaian terhadap kualitas suatu buku. Oleh sebab itu, kata resensi dewasa ini diartikan sebagai suatu tulisan yang memberikan penilaian terhadap suatu karya buku (fiksi dan nonfiksi), pementasan film, drama dengan cara mengungkapkan segi keunggulan dan kelemahan  secara objektif.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa resensi adalah suatu kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah buku dengan cara memberikan komentar secara objektif, sehingga setelah membaca resensi, orang lain akan tergerak hatinya untuk menyaksikan atau membaca karya orang lain. Resensi adalah tulisan yang menjelaskan kelebihan dan kekurangan sebuah karya.

Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas.

  1. Tujuan resensi

Menurut Samad (1997:2), pembuatan resensi buku sekurang-kurangnya mempunyai lima tujuan, yaitu:

1. Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang terungkap dalam sebuah buku. 2.Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.

3. Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah sebuah buku   pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.

4. Menjawab pertanyaan yang timbul jika seseorang melihat buku  yang baru terbit, seperti: (a) siapa pengarangnya?, (b) mengapa ia menulis buku itu?, (c) apa pertanyaanya?, (d) bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis karya pengarang yang sama?, (e) bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis yang dihasilkan oleh pengarang-pengarang lain?.

5. Untuk pembaca yang membaca resensi agar mendapatkan bimbingan dalam memilih buku-buku atau jika tidak ada waktu untuk membaca buku maka dapat membaca resensi tersebut.

Baca Juga:   Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas

Pada saat membuat resensi, resentator harus menguasai dan mengetahui bahan yng akan di resensi. Samad (1997:2-3) menyebutkan ada empat dasar resensi, yaitu:

1. Peresensi memahami sepenuhnya tujuan pengarang buku itu. 2. Peresensi menyadari sepenuhnya tujuan meresensi karena sangat menentukan corak resensi yang akan dibuat. 3. Peresensi memahami betul latar belakang pembaca yang akan menjadi sasarannya. 4. Peresensi memahami karakteristik media cetak yang akan memuat resensi.

Bentuk resensi Tulisan berbentuk resensi buku tentunya berbeda dengan artikel ataupun esai. Resensi buku memiliki bagian-bagian Samad (1997: 19); (a) judul resensi, (b) identitas bukuyang diresensi, (c) sempul buku yang diresensi, (d) pengantar, (e) isi buku, (f) keunggulan dan kelemahan buku dan (g) penutup yang berisi arahan kepada pembaca. Bagian-bagian tersebut perlu ada dalam sebuah resensi agar tujuan resensi yang paling utama, yaitu sebagai alat promosi benar-benar dapat tercapai.

Menulis resensi Sebelum menulis resensi perlu memahami terlebih dahulu langkah-langkah yang harus ditempuh. Berkenaan dengan itu Samad (1997 : 6-7) memberikan langkah-langkah tersebut sebagai berikut:

Penjajakan terhadap buku yang akan diresensi dengan membaca judul, memperhatikan halaman identitas buku yang meliputi penerbit, tahun penerbitan, serta membaca isi buku secara sekilas dengan memperhatikan daftar isi. Kenali latar belakang penulis buku yang akan diresensi dengan membaca pengantar yang ada didalamnya, baik pengantar dari penulis buku, penerbit, maupun dari seseorang pakar apabila ada. Bacalah seluruh isi buku sampai tuntas, komprehensif dan cermat mulai dari kata pengantar sampai pada bab akhir. Buatlah catatan ketil ketika Anda membaca atau dengan memberi tanda tertentu dengan stabilo pada kutipan yang hendak Anda sajikan dalam menulis resensi. Buatlah sipnosis atau ikhtisar isi buku berdasarkan dan tanda khusus yang telah Anda buat. Usahakan sipnosis yang Anda buat benar-benar mewakili isi buku. Lakukan penilaian terhadap buku yang Anda resensi dengan menunjukan keunggulan dan kelemahannya, baik dari segi bahasa, pembatasan bab, kerangka penulisan, sistematika, bobot ide, maupun teknis lainnya. Buat outline ( kerangka) resensi sebelum menulis resensi secara utuh sehingga Anda memiliki arahan dalam menyelasaikan tulisan. Segerahlah menulis resensi dengan berpedoman dengan hal-hal yang telah Anda siapkan, jangan Anda tunda dikesempatan lain. Koreksi kembali resensi Anda dari segi bahasa dan isi termasuk pengetikannya Kirimkan hasil resensi Anda apabila majalah sekolah, Mading,atau surat kabar. Sistematika resensi Sistematika resensi dikenal juga dengan istilah unsur resensi. Unsur yang membangun sebuah resensi menurut Samad (1997:7-8) adalah sebagai berikut : (1) judul resensi; (data buku; (3) pembukaan ; (4) tubuh resensi; dan (5) penutup. Penjelesan tentang bagian-bagian tersebut penulis kemukan berikut ini.

Baca Juga:   Upaya Guru Dalam Mengatasi Penghambat Motivasi Belajar Siswa

  • Judul Resensi
  • Judul resensi seharusnya menggambarkan isi resensi. Penulis judul resensi harus jelas, singkat, dan tidak menimbulkan kesalahan penefsiran. Judul resensi harus menarik sehingga menimbulkan minat membaca bagi calon pembaca. Sebab awal keinginan membaca seseorang mendahului dengan melihat judul tulisan. Jika judulnya menerik maka orang akan membaca tulisanya. Sebaliknya, jika judulnya tidak menarik maka akan tidak dibaca. Namun perlu diingat bahwa judul yang menarik pun harus sesuai dengan isinya.

Artinya, jangan sampai hanya menulis judul saja yang menarik, sedangkan tulisannya tidak sesuai, maka tentu saja hal ini akan mengecewakan pembaca.

  • Data Buku

Secara umum ada dua cara penulisan data buku yang biasa ditemukan dalam penulisan resensi di media cetak antara lain:

Bagian pendahuluan dapat dimulai dengan memaparkan tentang pengarang buku, seperti namanya, atau prestasinya. Ada juga resensi novel yang pada bagian pendahuluan ini memperkenalkan secara secara garis besar apa isi novel tersebut. Dapat pula diberi berupa sipnosis novel tersebut.

  1. Judul buku, pengarang (editot, penyunting, penerjemah, atau kata pengantar), penerbit, tahun penerbit, tebal buku, dan harga buku. Pengarang (editor, penyunting, penerjemah, atau kata pengantar), penerbit, tahun penerbit, tebal buku, dan harga buku.

     

    1. Pendahuluan
  • Tubuh Resensi

Pada bagian tubuh resensi ini penulis resensi boleh mengawali dengan sipnosis buku. Biasanya yang dikemukankan pokok isi buku secara ringkas. Tujuan penulis sipnosis pada bagian ini adalah untuk memberi gambaran tentang apa yang ingin disampaikan dalam tubuh resensi.

  • Penutup

Bagian akhir resensi biasanya diakhiri dengan sasaran yang dituju oleh buku itu. Kemudian diberi penjelasan juga apakah memang buku itu cocok dibaca oleh sasaran yang ingin dituju oleh pengarang atau tidak. Berikan alasan-alasan yang logis.

Baca Juga:   Teknik Membaca Ekstensif

  • Langkah-langkah meresensi

Untuk merensi novel terlebih dahulu kita memahami unsur-unsur pembangun buku. Unsur pembangun buku tersebut antara lain sebagai berikut : latar, perwatakan, cerita, alur, dan tema. Latar biasanya mencakup lingkungan geografis, dimana cerita tersebut berlangsung. Latar juga dapat dikaitkan dengan segi sosial, sejarah, bahkan lingkungan politik dan waktu. Perwatakan artinya gambaran prilaku tokoh yang terdapat dalam buku. Pembaca harus dapat menafsirkan perwatakan seorang tokoh. Cara pengambaran perwatakan ini biasanya bermacam-macam. Ada penggambaran secara deskripsi dan ada pula secara ilustratif. Cerita novel biasnya meliputi peristiwa secara fisik seperti pembunuhan, kematian mendadak, namun juga peristiwa kejiwaan yang biasanya berupa konflikbatiniah pelaku. Alur berkenaan dengan kronologis peristiwa yang disampaikan pengarang. Sedengkan tema merupakan kesimpulan dari seluruh analisis fakta-fakta dalam cerita yang sudah di cerna.

Sebelum menulis resensi perlu memahami terlebih dahulu langkah-langkah yang harus ditempuh.berkenaan dengan ini Samad (1997:6-7) memberi langkah-langkah tersebut sebagai berikut :

  • Pengenalan terhadap buku yang akan diresensi;
  • Membaca buku yang akan diresensi secara cermat dan teliti.
  • Menandai bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-bagian yang dikutif yang akan dijadikan data; Membuat sipnosis dari buku yang akan diresensi; Mengoreksi dan merevisi hasil resensi atas dasar kriteria yang kita tentukan sebelumnya. Berbagai buku paket mata pelajaran Bahas dan Sastra Indonesia juga menganjurkan langkah-langkah menulis resensi. Buku Berbahasa dan Sastra Indonesia yang ditulis Syamsudin (Samad 1997:89) menyarankan langkah-langkah menulis resensi buku sebagai berikut:

     

    Tuliskan identitas buku pada awal tulisan;

  • Kemukankan sipnosisbuku tersebut;
  • Kemukakan pembahasanbuku tersebut dilihat dari unsur unsur tersebut pembentuknya. Tujuan kelebihan dan kekurangan buku tersebutdisertai bukti berupa kutipan; Bagian akhir diisi dengan kesimpulan, apakah buku itu cukup baik untuk dibaca serta siapa yang layak membaca buku tersebut.

Demikian artikel singkat tentang Cara Menulis Resensi semoga dapat dijadikan referensi bagi anda, dan jika artikel ini dirasa bermanfaat bagi anda, silahkan share artikel ini. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.