Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Model PembelajaranPendidikanPenelitianPerkuliahan

Pengertian Metode Ceramah Plus Diskusi dan Tugas

×

Pengertian Metode Ceramah Plus Diskusi dan Tugas

Sebarkan artikel ini

Pengertian Metode Ceramah Plus Diskusi dan Tugas – Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT) adalah gabungan dari metode ceramah, diskusi dan penugasan. Menurut Sudarman Damin metode ceramah plus merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, metode ceramah plus merupakan pengembangan dari metode ceramah, ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode yakni metode ceramah gabungan dengan metode lainnya. Menurut Raymon H. Simamora metode ceramah plus adalah metode pembelajaran yang menggunakan lebihdari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya.4

Ceramah

Salah satu metode yang sering digunakan oleh guru dalam mengajar adalah metode ceramah, metode ini juga merupakan metode yang paling populer digunakan pada saat proses pembelajaran. Metode ceramah merupakan metode penyampaian materi pengajaran kepada peserta didik dengan lisan oleh guru di dalam kelas. Metode ceramah dalam proses belajar mengajar sesungguhnya tidak dapat dikatakan suatu metode yang salah. Hal ini dikarenakan model pengajaran ini seperti yang dijelaskan di atas terdiri dari beberapa jenis, yang nantinya dapat dieksploitasi atau dikreasikan menjadi suatu metode ceramah yang menyenangkan, tidak seperti pada metode ceramah klasik yang terkesan mendongeng. Metode ceramah boleh dikatakan metode tradisional, karena sejak dulu metode ini telah digunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Metode ini banyak menuntut keaktifan guru daripada peserta didik, tetapi metode ini tetap tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam proses pembelajaran.5

Scroll untuk melihat konten

Dalam proses pembelajaran di sekolah, tujuan metode ceramah adalah menyampaikan bahan yang bersifat informasi (konsep, pengertin dan prinsip-prinsip) yang banyak serta luas. Menurut Abdul Majid secara spesifik metode ceramah bertujuan untuk:6

  1. Menciptakan landasan pemikiran peserta didik melalui produk ceramah yaitu bahan tulisan peserta didik sehingga peserta didik dapat belajar melalui bahan tertulis hasil ceramah.
  2. Menyajikan garis-garis besar isi pelajaran dan permasalahan yang terdapat dalam isi pelajaran.
  3. Merangsang peserta didik untuk belajar mandiri dan menumbuhkan rasa ingin tahu melalui pemerkaya belajar.Memperkenalkan hal-hal baru dan memberikan penjelasan secara gamblang.
  4. Sebagai langkah awal untuk metode yang lain dalam upaya mnejelaskan prosedur-prosedur yang harus ditempuh peserta didik. Alasan guru menggunakan metode ceramah harus benar- benar dapat dipertanggungjawabkan.

Metode ceramah dalam memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, kelebihan dari metode ceramah diantaranya.

  1. Praktis dari sisi persiapan
  2. Efisien dari sisi waktu dan biaya.
  3. Dapat menyampaikan materi yang banyak.
  4. Mendorong guru untuk menguasai materi.
  5. Lebih mudah mengontrol kelas.
  6. Peserta didik tidak perlu persiapan.
  7. Peserta didik langsung menerima ilmu pengetahuan.
  8. Mudah diikuti oleh peserta didik dalam jumlah besar.
  9. Membantu peserta didik untuk mendengar secara akurat, kritis, dan penuh perhatian
  10. Jika digunakan dengan tepat maka akan dapat menstimulasikan dan meningkatkan keinginan belajar peserta didik dalam bidang akademik.

Selain kelebihan metode ceramah juga memiliki kekurangan atau kelemahan, diantarannya adalah sebagai berikut.

  1. Guru lebih aktif sedangkan peserta didik cenderung pasif, karena perhatiannya berpusat pada guru.
  2. Peserta didik seakan diharuskan segala apa yang disampaikan oleh guru, meskipun ada yang bersiofat kritis karena dianggap guru selalu benar.
  3. Peserta didik akan akan lebih bosan dan merasa mengantuk, karena dalam metode ini, hanya guru yang aktif dalam proses dalam proses belajar menmgajar, sedangkan peserta didik hanya diam dan mendengarkan penjelasan dari guru.
  4. Keberhasilan metode ini tergantung pada siapa yang menggunakannya..

Ada beberapa alasan mengapa seorang guru menggunakan metode ceramah, pertimbangannya adalah sebagai berikut:

  1. Peserta didik benar-benar memerlukan penjelasan, misalnya karena bahan baru atauguna menghindari kesalah pahaman.
  2. Benar-benar tidak ada sumber bahan ajar bagi peserta didik.
  3. Menghadapi peserta didik yang banyak jumlahnya dan bila menggunakan metode lain sukar diterapkan
  4. Mengehmat biaya, waktu dan peralatan.7
Diskusi

Diskusi pada dasarnya ialah tukar-menukar informasi, pendapat dan unsur-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu, atau untuk mempersiapkan dan merampungkan keputusan bersama. Oleh karena itu, diskusi bukan debat, dalam diskusi tiap orang diharapkan memberikan sumbangan, sehingga seluruh kelompok kembali dengan paham yang dibina bersama. Dengan sumbangan tiap orang, kelompok diharapkan akan maju dari satu pemikiran ke pemikiran yang lain. Langkah demi langkah sampai pada paham terakhir sebagai hasil karya bersama.8

Metode diskusi bertujuan untuk:

  1. Melatih peserta didik mengembangkan keterampilan bertanya, berkomunikasi, menafsirkan, dan menyimpulkan bahasan.
  2. Melatih dan membentuk kestabilan sosio-emosional.
  3. Mengembangkan kemampuan berpikir sendiri dalam memecahkan masalah sehingga tumbuh konsep diri lebih positif.
  4. Mengembangkan keberhasilan peserta didik dalam mengemukakan pendapat.
  5. Mengembangkan sikap terhadap isu-isu kontroversional.
  6. Melatih peserta didik untuk berani berpendapat tentang suatu masalah.9

Kelebihan dan kelemahan metode diskusi dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Kelebihan metode diskusi yaitu menyadarkan peserta didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan bukan satu jalan (satu jawaban saja),
  2. Menyadarkan peserta didik dengan berdiskusi saling mengemukakan pendapat secara konstruktif, sehingga dapat diperoleh keputussan yang lebih baik, dan
  3. Membiasakan peserta didik untuk mendengarkan pendapat orang lainsekalipun berbeda pendapat dan membiasakan bersikap toleran.

Adapun kekurangan metode diskusi yaitu tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar, peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas, dapat dikuasai orang-orang yang suka berbicara, dan biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal.

Dengan demikian peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut, metode ceramah plus merupakan penyajian informasi secara lisan baik formal maupun non formal yang digabung dengan metode lain yang dalam penelitian ini yaitu metode diskusi. Peneliti menggunakan metode ceramah plus diskusi karena peneliti melihat fakta dilapangan yang sekarang ini peserta didik dituntut untuk lebih aktif pada proses pembelajaran, walaupun begitu ceramah atau penjelasan dari guru tetap diperlukan sebagai penguatan dari materi yang ada. Sehingga apabila kedua metode tersebut digabungkan maka akan seimbang antara guru dan peserta didik, guru aktif peserta didik pun juga ikut aktif dalam pembelajaran.

Metode ceramah plus sesungguhnya senantiasa mengacu pada penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran. Tujuan penerapannya adalah untuk membenahi berbagai kelemahan yang dimiliki secara spesifik penggunaan metode ceramah. Dalam hal ini penulis akan menguraikan akan menjelaskan metode ceramah plus (gabungan metode caramah dengan metode diskusi. Secara garis besar metode ceramah plus diskusi adalah metode yang dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yakni pertama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.

Langkah-langkah metode ceramah plus diskusi:

  • Tahap persiapan
  1. Merumuskan tujuan yang ingnin dicapai
  2. Menentukan materi yang ingin diceramahkan
  3. Menentukan materi yang akan didiskusikan
  4. Mempersiapkan kisi-kisi soal yang akan disebarkan
  • Tahap pelaksanaan
  1. Pembukaan : menyampaikan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan agar peserta didik dapat mengikuti alur pembelajaran.
  2. Penyajian : tahap penyampaian materi pelajran pada peserta didik dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan penyampaian materi dengan ceramah secara lisan dan langsung kepada peserta didik tahap kedua membagi peserta didik kedalam beberapa kelompok kecil utnuk dilakukan metode diskusi terhadap matei atau soal yang sudah diberikan guru dan tukar pendapat antara kelompok satu dengan yang lain.
  3. Penutup : pada tahap ini dilakukan pembahasan soal atau materi yang sudah disampaikan dan mengetes pemahaman peserta didik.
Metode resitasi

Kegiatan pembelajaran harus selalu ditingkatkanefektifitas dan efisiensinya. Dengan demikian perlu diberikan tugas-tugas atau resitasi sebagai selingan variasi teknik penyajian ataupun dapat berupa pekerjaan rumah. Secra denotatif resitasi adalah pembacaan hafalan dimuka umum atau hafalan yang diucapkan oleh murid-murid di dalammkelas.  Pemberian tugas atau resitasi dapat diberikan dalam bentuk daftar sejumlah pertanyaan mengenai matap pelajaran tertentu, atau salah satu perintah yang harus dibahas dengan diskusi atau perlu dicari uraiannya pada buku pelajaran. Dapat juga berupa tugas tertulis atau tugas lisan lainnya. Dapat ditugaskan unutk membuat sesuatu, mengadakan observasi terhadap sesutau atau bisa juga melakukan eksperimen.

Beberapa definisi metode resitasi menurut beberapa ahli diantaranya:

  1. Menurut Save M. Dagam dalam kamus besar ilmu pengetahuan tertulis bahwa resitasi disebut sebagai metode belajar yang mengkombinasikan penghafalan, pembacaan, pengulangan, pengujian, dan pemeriksaan atau diri sendiri.10
  2. Menurut Sayiful Bahri Djarmarah dan Aswan Zain, “ metode resitasi atau penugasan adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Masalah tugas yang diberikan peserta didik dapat dilakukan dikelas, dihalaman sekolah, dilaboratorium, diperpustakan, dirumah peserta didik maupun dimana saja asal tugas tersebut dapat dikerjakan.11
  3. Menurut Nana Sudjana resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah tetapi jauh lebih dari it, tugas dapat merangsang anak lebiih aktif belajar baik secara individual maupun kelompok.12

Metode resitasi merupakan salah satu pilihan metode mengajar seorang guru, dimana guru memberikan sejumlah item tes kepada peserta didik untuk dikerjakan. Pemberian item tes ini biasanya diberikan padaakhir pelajaran. Pemberian tugas merupakan salah satu alternatif untuk menyempurnakan penyampaian tujuan pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh padatnya materi pelajaran yang harus disampaikan dengan waktu yang terbatas. Metode resitasi merupakan suatu aspek dari metode-metode mengajar. Karena tugas-tugas meninjau pelajaran baru, untuk menghafal pelajaran yang sudah diajarkan, untuk latihan-latihan, untuk memecahkan suatu masalah dan seterusnya.

14 Uraian diatas menggambarkan bahwa resitasi sebagai metode belajar dan mengajar merupaka upaya pembelajarkan peserta didik dengan cara memberikan tugas penghafalan, pengujian, dan pemerikasaan atas diri senidri atau menampilkan diri dalam menyampaikan pelajaran atau melakukan kajian maupun uji coba sesuai dengan tuntutan dalam rangka untuk merangsang peserta didik agar elbih aktif belajar kreatif dan pemikiran peserta didik semakin kreatif, baik secara perorangan maupun kelompok, menumbuhkan kebiasaan untuk belajar mencari dan menemukan, mengembangkan keberanian dan tanggungjawab diri sendiri, dan memungkinkan untuk memperoleh hasil yang permanen.

Setiap metode pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, kelebihan dari metode resitasi diantarannya adalah:

  1. Lebih merangsang peserta didik dalam melaksanakan aktifitas belajar individual maupun kelompok.
  2. Dapat mengembangkan kemandirian peserta didik diluar pengawasan guru.
  3. Dapat mengembangkan kreatifitas peserta didik.
  4. Lebih meyakinkan peserta didik tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya atau memperluas pandangan tentang apa yang dipelajari.
  5. Membuat peserta didik lebih bergairah dalam belajar karena kegiatan belajar dapat dilakukan dengan berbagai variasi sehinga tidak membosankan.
  6. Dapat membina tanggungjawab dan disiplin peserta didik.

Sedangkan kekurangan dari metode resitasi ini adalah

  1. Peserta didik sulit dikontrol, apa benar mengerjakan tugas ataukah dikerjakan orang lain.
  2. Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu peserta didik
  3. Sering memberikan tugas yang monoton sehingga membosankan.15

Pada setiap metode pasti terdapat langkah-langkah atau alur dari pelaksanaan metode tersebut, begitu pula dengan metode resitasi ini.

Langkah-langkah metode resitasi diantaranya dalah sebagai berikut:

  • Fase pemberian tugas.

Tugas      yang      dibeikan      kepada     peserta      didik      hendaknya mempertimbangkan tujuan yang akan dicapai, jenis tugas sesuai dengan kemampuan peserta didik, ada petumjuk yang dapat membantu dan sediakan waktu yang cukup. Teknik pemberian tugas bertujuan agara peserta didik memiliki hasil belajar yang lebih mantap, karena peserta didik melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas.

  • Fase pelaksanaan tugas.

Diberikan bimbingan atau pengawasan oleh guru, diberikan dorongan sehingga anak mau melaksanakan, diusahakan atau dikerjakan oleh peserta didik sendiri, mencatat semua hasil yang diperoleh dengan baik dan sitematis.

  • Fase pertanggungjawaban.

Laporan peserta didik baik lisan maupun tertulis dari apa yang telah dikerjakan, ada tanya jawab dan diskusi, penilaian hasil pekerjaan peserta didik baik dengan tes atau nontes atau cara lainnya.

Jenis-jenis tugas (resitasi), ada beberapa jenis tugas yang dapat diberikan kepada peserta didik diantaranya tugas membuat rangkuman (report) beberapa halaman topik bab atau buku , tugas membuat makalah, tugas menjawab pertanyaan atau menyelesaikan soal-soal tertentu, tugas mengadakan wawancara atau observasi, tugas mendemonstrasikan sesuatu, dan tugas menyelesaikan proyek atau pekerjaan tertentu.

Daftar Pustaka

4 Raymond H. Somamora, Buku Ajar Pendidikan dan Keperawatan, (Jakarta: EGC, 2008), hal. 58

5 Syaiful Bahri Djamarahdan Azwan Zain, Strategi Belajar Mengajar, ( Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hal. 41

6 Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), hal. 138

7 Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Komptensi Guru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), hal. 137-138

8 Sunaryo, Strategi Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial, (Malang: IKIP, 1999), hal 15.

Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), hal. 141-142

10 Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), hal. 208.

11 Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru, 1989), hal. 81

12 Syaiful Bahri Djamrah dan Azwan Zain, Sttrategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hal.85

13 Sagala Syaiful, Konsep dan Makna Pembelajaran, (Jakarta: Alfabeta CV., 2011), hal 219.

14 LLPasaribu, Didaktik dan Metodik, (Bandung: Tarsito, 1986), hal 108.

15 N. Sudirman, Ilmu Pendidikan, (Bandung: Tarsito, 1992), hal 142

Sekian dulu penjelasan singkat tentang Pengertian Metode Ceramah Plus Diskusi dan Tugas semoga dapat menjadi referensi bagi anda, jika postingan ini dirasa bermanfaat bagi anda silahkan bagikan/share postingan ini. Terima kasih telah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.