Definisi dan Pengertian Manajemen Risiko

Diposting pada

Definisi dan Pengertian Manajemen Risiko – Manajemen risiko organisasi adalah suatu sistem pengelolaan risiko yang dihadapi oleh organisasi secara komprehensif untuk tujuan meningkatkan nilai perusahaan. Meskipun pengertian manajemen risiko organisasi adalah seperti yang disebutkan di atas, tetapi ada banyak definisi dan pengertian manajemen risiko organisasi. Berikut ini beberapa definisi manajemen risiko organisasi.

Manajemen risiko adalah seperangkat kebijakan, prosedur yang lengkap, yang dipunyai organisasi, untuk mengelola, memonitor, dan mengendalikan eksposur organisasi terhadap risiko (SBC Warburg, The Practice of Risk Management, Euromoney Book, 2004)

Enterprise Risk Management adalah kerangka yang komprehensif, terintegrasi, untuk mengelola risiko kredit, risiko pasar, modal ekonomis, transfer risiko, untuk memaksimumkan nilai perusahaan (Lam, James, Enterprise Risk Management, Wiley, 2004)

Manajemen risiko organisasi mempunyai elemen-elemen berikut ini: Identifikasi Misi: Menetapkan Tujuan manajemen risiko. Penilaian Risiko dan Ketidakpastian: Mengidentifikasi dan mengukur risiko. Pengendalian Risiko: Mengendalikan risiko melalui diversifikasi, asuransi, hedging, penghindaran, dan lain-lain.

Pendanaan Risiko: Bagaimana membiayai manajemen risiko. Administrasi program: Administrasi organisasi, seperti manual, dan sebagainya. (Williams, Smith, Young, Risk Management and Insurance, McGraw Hill, 1998)

Enterprise Risk Management (ERM) adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh manajemen, board of directors, dan personel lain dari suatu organisasi, diterapkan dalam setting strategi, dan mencakup organisasi secara keseluruhan, didisain untuk mengidentifikasi kejadian potensial yang mempengaruhi suatu organisasi, mengelola risiko dalam toleransi suatu organisasi, untuk memberikan jaminan yang cukup pantas berkaitan dengan pencapaian tujuan organisasi. (COSO, COSO Enterprise Risk Management – Integrated Framework. COSO, 2004) .

Selanjutnya COSO menampilkan format berikut ini yang menunjukkan bahwa ERM adalah manajemen risiko yang komprehensif (Lihat bagan berikut ini).

Baca Juga:   Efektivitas Manajemen dalam Lembaga Pendidikan



COSO – Enterprise Risk Management

Gambar di atas menunjukkan delapan komponen ERM yaitu (1) lingkungan internal, (2) penentuan tujuan, (3) Identifikasi kejadian, (4) Evaluasi (assessment) risiko, (5) Respons terhadap risiko, (6) Aktivitas pengendalian, (7) Informasi dan komunikasi, (8) Monitoring. Risiko yang dikelola mencakup risiko strategis, operasi, pelaporan, dan kepatuhan (compliance). Kemudian ERM mencakup keseluruhan organisasi, mulai dari level perusahaan keseluruhan (entity level), level divisi, level unit bisnis, dan level anak perusahaan (subsidiary).

Perhatikan bahwa definisi-definisi tersebut menggunakan istilah yang beragam untuk menjelaskan manajemen risiko organisasi, seperti terlihat pada bagan berikut ini.

Beberapa Istilah Manajemen Risiko Organisasi

Kemudian, ciri lain dari definisi tersebut adalah pengelolaan risiko yang komprehensif, dan bertujuan mencapai tujuan organisasi. Dengan menggabungkan beberapa karakteristik tersebut, bagan berikut ini menyajikan pengertian manajemen risiko suatu organisasi yang menjadi acuan modul  ini.



Kerangka Manajemen Risiko Organisasi

Gambar 1.6 tersebut menunjukkan manajemen risiko organisasi (enterprise risk management) terdiri dari dua elemen besar: (1) Infrastruktur atau prasarana, yang terdiri dari prasarana lunak dan keras, dan (2) Proses Manajemen Risiko. Kemudian manajemen risiko organisasi bertujuan membantu pencapaian tujuan organisasi, dalam hal ini dirumuskan secara eksplisit menjadi memaksimumkan nilai perusahaan.

Daftar Pustaka

Anderson, Sweeny, and Williams. (1999). Statistics for Business and Economics, South-Western Publishing, Cincinnati.

Barton, Thomas, William G. Shenkir, Paul L. Walker. (2002). Making Enterprise Risk Management Pay Off. New Jersey: Prentice Hall.

Baca Juga:   Perencanaan dalam Sumber Daya Manusia yang Bermutu

Boodie, Zvi and Robert C. Merton. (2000). Finance. New Jersey: Prentice Hall.

Doherty, Neil. (2000). Integrated Risk Management. New York: McGraw Hill.

Hanafi, Mamduh. (2005). Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE.

Hanafi, Mamduh. (2004). Manajemen Keuangan Internasional. Yogyakarta: BPFE.

Harrington, Scott E., dan Gregory R. Niehaus. (2003). Risk Management and Insurance. Boston: McGraw Hill.

Lam, James. (2004). Enterprise Risk Management. Wiley.

Marshall, John F., dan Vipul K. Bansal. (1992). Financial Engineering, A Complete Guide to Financial Innovation. New York: Institute of Finance.

Pande, Pete and Larry Holpp. (2002). What is Six Sigma. New York.




Risk Group (ed.). (2001). Advances in Operational Risk. London: Risk Water Group Ltd.

Saunders and Cornett. (2003). Financial Institutions Management, A Risk Management Approach, McGraw Hill.

SBC Warburg. (2004). The Practice of Risk Management, Euromoney Book.

Stulz, Rene M. (2003). Risk Management and Derivatives. Thomson-South Western.

Trieschmann, dan Gustavson. (1995). Risk Management and Insurance, South Western College Publishing.

Williams, C. Arthur, Michael Smith, and Peter C. Young. (1998). Risk Management and Insurance, Boston: McGraw Hill.

Sekian dulu penjelasan singkat tentang Definisi dan Pengertian Manajemen Risiko semoga dapat menjadi referensi bagi anda, jika postingan ini dirasa bermanfaat bagi anda silahkan bagikan/share postingan ini. Terima kasih telah berkunjung


Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.