Pengertian Multiple Intelligence

Diposting pada

Pengertian Multiple Intelligence – Kecerdasan pada manusia pada umumnya berbeda-beda, yang artinya setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Kemampuan ataupun kecerdasan yang berbeda-beda itulah yang dikenalkan oleh seorang ahli yaitu Gardner sebagai multiple intelligence. Gardner adalah seorang ahli psikologi perkembangan dan profesor pendidikan dari Graduate School of Education, Harvard University, Amerika Serikat. Gardner banyak meneliti tentang suatu kecerdasan, sehingga terlahirlah berbagai kecerdasan yang diketahui.

Kecerdasan ataupun inteligensi ganda adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, menyelesaikan masalah, memperoleh pengetahuan, mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif, serta menggunakan masa lalu untuk mewujudkan suatu perubahan dalam diri ke arah yang lebih baik.

Gardner (Kosasih & Sumarna, 2013: 167) mendefenisikan ‘‘Inteligensi sebagai kemampuan untuk memecahkan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata’’. Dalam hal ini tentu seseorang baru dikatakan berinteligensi bila ia dapat menyelesaikan persoalan dalam hidup yang nyata, bukan hanya dalam teori.

Selanjutnya, Susanto (Kosasih & Sumarna, 2013: 167) mengartikan ‘‘Kecerdasan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk melihat suatu masalah lalu menyelesaikan atau membuat sesuatu yang berguna bagi orang lain’’. Armstrong (Kosasih & Sumarna, 2013: 167), mengemukakan bahwa ‘‘Kecerdasan adalah kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang’’.

Dari pengertian tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa kecerdasan atau inteligensi merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu dalam menyelesaikan masalah, dan penyelesaiannya menggunakan kecerdasan yang dimiliki.

  1. Macam-Macam Multiple Intelligence

Gardner (Kosasih & Sumarna 2013: 176), mengemukakan ada sembilan kecerdasan atau inteligensi (multiple intelligence), yaitu: inteligensi verbal/linguistik (linguistic intelligence), inteligensi logika/matematika(logical-mathematical intelligence), inteligensi spasial (spatial intelligence), inteligensi kinestetik-jasmani (bodily-kinesthetic intelligence), inteligensi musikal (musical intelligence), inteligensi interpersonal (interpersonal intelligence), inteligensi intrapersonal (intrapersonal intelligence), inteligensi naturalis (naturalist intelligence), dan inteligensi eksistensial (existential intellingence).

  1. Kecerdasan Verbal/Linguistik (Linguistic Intelligence)

Kecerdasan linguistik yaitu kemampuan menggunakan kata-kata atau bahasa secara efektif, baik untuk mempengaruhi maupun memanipulasi. Kecerdasan linguistik lebih menekankan kecerdasan dalam mengolah kata, baik secara lisan maupun tulisan. Untuk itu seseorang yang kecerdasan linguistiknya terasah dengan baik akan menunjukan kesukaan dalam bermain kata.

Dalam kehidupan sehari-hari kecerdasan lingustik bermanfaat untuk berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis. Kecerdasan linguistik memiliki beberapa indikator, diantaranya adalah mendengarkan dan menyimak dengan baik, dapat menjadi pembicara misalnya seorang anak dapat memberikan pendapat, mampu menulis dengan baik misalnya seorang anak mampu menuliskan suatu karangan berdasarkan gambar ataupun pemandanagan yang dia lihat.

  1. Kecerdasan Logika/Matematika(Logical-Mathematical  Intelligence)

Kecerdasan logika/matematika adalah keterampilan mengolah angka dan kemahiran menggunakan logika dan akal sehat. Kecerdasan logika/matematika merupakan aktivitas berhitung, dan penalaran sehingga kecerdasan ini menyukai aktivitas menghitung, memiliki kecepatan tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika.

Seseorang yang memiliki kecerdasan logika/matematika yang tinggi cenderung lebih aktif bertanya dan mencari jawaban atas hal yang kurang dipahami. Manfaat kecerdasan ini adalah untuk menganalisa laporan keuangan, memahami perhitungan. Indikator dalam kecerdasan logika/matematika ini diantaranya adalah seseorang mampu mengelompokan benda dengan berbagai cara, menunjukkan nama-nama benda dan disertai ciri-cirinya, membilang dengan menunjuk benda, mengelompokan bentuk-bentuk geometri.

Baca Juga:   Kondisi Belajar Mengajar yang Efektif

  1. Kecerdasan Spasial (Spatial Intelligence)

Kecerdasan ruang adalah kecerdasan dalam menggambar dan bervisualisasi. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk menvisualisaikan atau menciptakan gambar di dalam pikiran ataupun imajinasi seseorang. Orang-orang yang mempunyai kecerdasan ruang yang tinggi, biasanya disertai daya imajinatif cepat dan tepat.

Untuk itu dapat dipahami kecerdasan ruang cenderung lebih senang bermain seperti yang sering dilakukan anak-anak pada usia rendah. Indikator dalam kecerdasan spasial diantaranya adalah membuat berbagai macam gambar, bercerita tentang gambar yang dilihat, menggambar, dan mewarnai.

  1. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani(Kinesthetic Intelligence)

           Kecerdasan kinestetik-jasmani adalah kecerdasan seluruh tubuh. Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan kecerdasan ini, misalnya: membuka tutup botol, memasang lampu, memperbaiki kursi yang patah, olahraga, dan lain sebagainya. Kecerdasan kinestetik-jasmani dapat dipahami juga sebagai kecerdasan keterampilan dalam menggerakan anggota tubuh.

Kecerdasan kinestetik-jasmani dapat diamati sejak kecil sepertisaat anak-anak bermain, berlari, menendang, menari, dan sebagainya. Kecerdasan kinestetik cenderung tidak bisa duduk diam, mudah meniru. Indikator kecerdasan kinestetik-jasmani diantaranya adalah miniru atau menjiplak, melompat keberbagai arah tanpa sering jatuh, berlari dengan gaya bervariasi, melambung dan melempar bola, serta menangkap bola.

  1. Kecerdasan Musikal (Musical Intelligence)

Kecerdasan musikal adalah kemampuan mengubah atau menciptakan musik serta menjaga ritme. Kecerdasan musikal melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan irama atau sekedar menikmati musik. Ciri-ciri anak dalam kecerdasan musikal antara lain anak suka dalam memainkan alat musik di rumah ataupun di sekolah, menyukai pelajaran musik dan menyanyi.

Dalam kecerdasan musikal ini tentu sangat disenangi oleh orang yang senang dalam musik, hal ini biasa dijumpai oleh seorang pendidik. Ada peserta didik tertentu yang senang menyanyi ketika belajar. Indikator kecerdasan musikal diantaranya adalah menyanyikan lagu-lagu nasional yang sederhana, membuat bunyi dari berbagai alat, memainkan berbagai alat musik, membuat lirik lagu.

  1. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)

Kecerdasan ini merupakan kemampuan untuk memahami dan bekerja untuk orang lain. Kecerdasan ini melibatkan banyak hal, mulai dari kemampuan berempati, kemampuan memimpin, dan kemampuan mengorganisir orang lain. Ciri-ciri kecerdasan interpersonal pada anak antaranya adalah mempunyai banyak teman, suka bersosialisasi, banyak terlibat dalam kegiatan, berperan sebagai penengah jika temannya kelahi, berempati tinggi terhadap penderitaan orang.

Indikator kecerdasan interpersonal diantaranya adalah bersikap ramah, berkata-kata sopan, mau berbagi, tidak susah dalam meminjamkan barang kepada temannya, mau menyapa teman-temannya.

  1. Kecedasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)

Kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan menganalisis diri dan merenungkan dalam kesunyian dan menilai prestasi seseorang dengan perasaan yang terdalam.Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami diri sendiri, kecerdasan untuk mengetahui siapa sebenarnya diri kita sendiri.

Ciri-ciri kecerdasan intrapesonal pada anak diantaranya memiliki suatu tekat atau kemauan yang kuat, bekerja dan belajar dengan baik, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, banyak belajar dari kesalahan, fokus dalam berpikir. Indikator kecerdasan intrapersonal diantaranya adalah tidak suka mengganggu teman, mampu mengerjakan tugas sendiri, menunjukkan kebanggaan terhadap karya sendiri, menggunakan barang orang lain dengan hati-hati, mampu mengatur waktu.

Baca Juga:   Pengertian, Dasar dan Tujuan Strategi Pembelajaran

  1. Kecerdasan Naturalis (Naturalist Intelligence)

Kecerdasan naturalis adalah kecerdasan untuk mengenal bentuk-bentuk alam di sekitar kita, seperti bunga, burung, pohon, dan lain sebagainya. Kecerdasan naturalis juga merupakan kecerdasan dalam memahami alam yang meliputi kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi flora dan fauna.

Ciri-ciri dari kecerdasan naturalis diantaranya adalah suka dengan hewan dan tumbuhan, senang menikmati perjalanan dalam alam terbuka, suka berkebun, senang dalam mengamati hewan dan tumbuhan. Adapun indikator kecerdasan naturalis diantaranya adalah dapat menyayangi tumbuhan dan hewan, senang memberi makan hewan, senang membersihkan lingkungan, membuang sampahpada tempatnya.

  1. Kecerdasan Eksistensial (Existential Intelligence)

Kecerdasan eksistensial adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kepekaan menghubungkan antara keberadaan diri dengan alam semesta. Kecerdasan ini juga merupakan kemampuan untuk menjawab persoalan-persoalan mendasar tentang keberadaan manusia. Kecerdasan eksistensial membantu siswa agar menyadari diri mereka akan keberadaan seperti arti kehadiran diri dalam keluarga, memahami segala kegunaan ciptaan Tuhan, tahu tujuan dalam mengikuti pelajaran.

Beberapa indikator kecerdasan eksistensial, diantaranya adalah berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan, menyanyikan lagu-lagu keagamaan, memahami keadaan diri sendiri, tahu akan tujuan dari kegiatan yang dilakukan.

  1. Faktor Pendukung Multiple Intelligence

          Kecerdasan yang dimiliki oleh manusia ataupun setiap individu tentunya berbeda-beda. istilah ini lebih dikenal dengan nama kecerdasan majemuk atau multiple intelligence. Kecerdasan itu sendiri harus tetap dikembangkan, karena dengan kecerdasan itu sendiri tentunya akan membantu seseorang dalam menyelesaikan masalah. Untuk itu, tentunya ada beberapa faktor yang mendukung suatu kecerdasan yang dimiliki seseorang sehingga sangat membantu dalam proses perkembangannya.

          Berbagai faktor pendukung multiple intelligence adalah sebagai berikut.

a. Lingkungan keluarga

               Perhatian orangtua terhadap kemampuan anaknya sangat mempengaruhi kecerdasan anaknya. Orangtua merupakan pembimbing ataupun guru yang pertama bagi anak-anak. Untuk itu orangtua hendaknya memperlakukan anaknya dengan baik, memelihara hubungan antar anggota keluarga dengan baik, membimbing dan mengajarkan hal yang baik pada anaknya.

b. Lingkungan sekolah

          Di sekolah tentunya anak akan dibimbing oleh guru-gurunya. Program yang ada di sekolah tentunya mempengaruhi kecerdasan dalam diri anak. Anak akan merasa senang dan semangat dalam belajar apabila kegiatan pembelajaran didasari gaya belajar anak dalam bimbingan ataupun pengawasan seseorang pendidik.

c. Kesehatan

              Kesehatan merupakan hal yang harus dimiliki setiap orang, memiliki kesehatan yang baik tentu akan mendukung perkembangan kecerdasan dalam diri seseorang. Faktor kesehatan ini meliputi kesehatan fisik, dan kesehatan mental.

  1. Indikator Pencapaian Variabel

Indikator pencapaian variabel dalam penelitian ini yakni cakupan-cakupan dari beberapa kecerdasan itu sendiri. Berikut beberapa indikator dari masing-masing inteligensi sebagai berikut.

a. Kecerdasan Verbal/Linguistik

     1). Siswa mendengarkan guru dan temannya berbicara.

2). Siswa dapat berbicara.

3). Siswa dapat memahami.

b. Kecerdasan Logika/Matematika

     1). Siswa dapat mengelompokkan benda dengan berbagai cara.

2). Siswa dapat menyebutkan dan menunjuk suatu benda dengan benar.

3). Siswa menyebutkan dan mengelompokkan kembali benda bangun datar dan bangun ruang.

c). Kecerdasan Spasial

     1). Siswa dapat membuat berbagai gambar.

2). Siswa bercerita tentang gambar.

3). Siswa menggambar bebas dengan berbagai media dan mewarnai gambarnya.

d). Kecerdasan Kinestetik

1). Siswa meniru  membuat garis lurus tegak, datar, miring, dan kegiatan lainnya di dalam kelas.

Baca Juga:   Pengertian Kecerdasan Intelektual

2). Siswa semangat dan aktif mengikuti kegiatan pembelajaran di luar kelas.

e). Kecerdasan Musikal

     1). Siswa menyanyikan lagu-lagu nasional..

2).Siswa aktif melakukan kegiatan pembelajaran dengan bermusik.

f). Kecerdasan Interpersonal

     1). Siswa bersikap ramah.

2). Siswa berbicara sopan dalam berbicara.

3). Siswa mau berbagi barang miliknya.

4). Siswa mau mendengarkan orang yang sedang berbicara.

g). Kecerdasan Intrapersonal

     1). Siswa tidak mengganggu temannya.

2). Siswa mampu mengerjakan tugas sendiri.

3). Siswa menunjukkan kebanggan terhadap hasil pekerjaannya.

4). Siswa berhati-hati dalam memakai barng milik orang lain.

5). Siswa mampu mengatur diri

h). Kecerdasan Naturalis

     1). Siswa dapat menyebutkan cara menyayangi hewan dan tumbuhan sekitar

2). Siswa mau dalam menjaga kebersihan lingkungan.

3). Siswa dapat mengklsifikasikan tumbuhan dan hewan.

i). Kecerdasan Eksistensial

     1). Siswa memahami keberadaan diri sebagai umat beragama.

2). Siswa memahami keberadaan diri dalam suatu lingkungan.

3). Siswa tahu dan paham akan tujuan dari kegiatan yang dilakukan.

B. Kajian Penelitian Yang Relevan

Kajian penelitian yang relevan digunakan sebagai pedoman untuk membantu penulis dalam melakukan penelitian. Beberapa kajian penelitian terdahulu yang dapat dijadikan pedoman dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Sholikhah, Budiyono, dan Saputro (2014: 373) mengemukakan “ Dalam proses pembelajaran hendaknya pendidik harus memperhatikan kecerdasan yang menonjol pada peserta didik. Kecerdasan yang ada pada peserta didik akan mempengaruhi hasil prestasi belajar peserta didik ’’.

Pernyataan tersebut dapat disimpulkan pendidik harus mampu dan dapat memahami kecerdasan yang menonjol pada peserta didik dan dapat memilih strategi yang cocok untuk diterapkan dalam proses kegiatan belajar.

  1. Safitri, Kusmayadi, dan Usodo (2014: 107) mengatakan “ Pembelajaran yang mengembangkan multiple intelligence memicu hasil prestasi belajar siswa yang baik, anak akan belajar sesuai kerja otaknya masing-masing ’’. Dapat diartikan bahwa peserta didik akan merasa senang ,diperhatikan, serta menjadi termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar karena peserta didik diberikan kesempatan untuk belajar sesuai dengan gaya belajarnya.
  2. Setyowati dan Hinduan (2009: 30) mengatakan “ Ada beberapa metode dalam menyampaikan informasi kepada peserta didik terkait penyampaian materi pembelajaran, namun metode yang digunakan harus dilihat kecocokannya dengan kecerdasan yang dimiliki peserta didik sehingga kecerdasan dalam diri anak dapat dikembangkan ’’. pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang guru harus memilih metode yang cocok ataupun yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Anak yang memiliki kecerdasan linguistik tentu berbeda dengan anak yang memiliki kecerdasan matematis-logis.

Berdasarkan kajian penelitian yang relevan terdahulu yang dipaparkan tersebut, maka penulis berkeyakinan untuk melakukan penelitian ini pada kelas V Sekolah Dasar Negeri No 29 Nenak Tembulan.

Demikian pembahasan singkat tentang Pengertian Multiple Intelligence Semoga dapat dijadikan rujukan dan masukan bagi anda, jika pembahasan ini dirasa bermanfaat bagi anda, silahkan bagikan/share artikel ini. Untuk mendukung blog ini agar selalu menampilkan artikel seputar pembelajaran dan pendidikan silahkan berdonasi dengan mengklik iklan yang ada pada blog ini. Terima kasih telah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.