Macam-Macam dan Jenis Penelitian Pengembangan

Diposting pada

Macam-Macam dan Jenis Penelitian Pengembangan – Macam dan jenis penelitian pengembangan yang ada mengarah pada dua jenis penelitian pengembangan. Diantaranya adalah:

  1. Pengembangan produk berupa alat/media
  2. Pengembangan produk berupa kurikulum

Menurut Travers (1973) , model adalah abstraksi dunia nyata atau representasi peristiwa kompleks atau system, dalam bentuk naratif, matematis, grafis, serta lambang-lambang lainnya. Model bukanlah realitas, akan tetapi merupakan representasi realitas yang dikembangkan dari keadaan. Dengan demikian, model pada dasarnya berkaitan dengan rancangan yang dapat digunakan untuk menerjamahkan sesuatu ke dalam realitas, yang sifatnya lebih praktis. Model berfungsi sebagai sarana untuk mempermudah berkomunikasi, atau sebagai petunjuk, atau sebagai petunjuk yang bersifat perspektif untuk mengambil keputusan, atau sebagai petunjuk perencanaan untuk kegiatan pengelolaan.

  1. Model Pengembangan Produk berupa Alat/media

Pengembangan produk berupa alat sebagai berikut:

  1. Model Pengembangan Borg & Gall

Model pengembangan Borg & Gall (2001) menggunakan alur air terjun (waterfall) pada tahap pengembangannya. Tahap-tahap pengembangan mulai dari analisis kebutuhan hingga penyebaran disusun secara terperinci sehingga memudahkan dalam pengembangan. Revisi pada model Borg & Gall dilakukan setelah dilakukan uji coba perseorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan.

  1. Model Pengembangan Sadiman

Adapaun prosedur yang akan dilakukan adalah seperti bagan berikut: (1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan; (3) pengembangan materi; (4) pengembangan alat evaluasi; (5) produksi; (6) validasi; (7) revisi; dan (8) media siap untuk digunakan.

Baca Juga:   Penelitian Ilmiah dan Langkah-Langkah Penelitian Ilmiah

  1. Model Pengembangan ADDIE

Menurut Shelton dkk. (2008: 41) model ADDIE merupakan model perancangan pembelajaran generik yang menyediakan sebuah proses terorganisasi dalam pembangunan bahan-bahan pembelajaran yang dapat digunakan baik untuk pembelajaran tradisional (tatap muka di kelas) maupun pembelajaran online. Peterson (2003: 240) menyimpulkan bahwa model ADDIE adalah kerangka kerja sederhana yang berguna untuk merancang pembelajaran dimana prosesnya dapat diterapkan dalam berbagai pengaturan karena strukturnya yang umum.

Model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu: (1) Analisis kebutuhan; (2) Desain; (3) Pengembangan; (4) Implementasi; (5) Evaluasi.

  1. Model Dick and Carey

Model Dick and Carey terdiri dari 10 langkah. Setiap langkah sangat jelas maksud dan tujuannya sehingga bagi perancang pemula sangat cocok sebagai dasar untuk mempelajari model desain yang lain. Kesepuluh langkah pada model Dick and Carey menunjukan hubungan yang sangat jelas, dan tidak terputus antara langkah yang satu dengan yang lainya. Dengan kata lain, system yang terdapat pada Dick and Carey sangat ringkas, namun isinya padat dan jelas dari satu urutan ke urutan berikutnya.

  1. Model Putekom Depdiknas

Pustekom depdiknas sebagai struktur pemerintah yang bergerak di bidang pengelolaan sumber belajar berbasis teknologi komunikasi mempunyai pendekatan sendiri dalam proses pengembangan media pembelajaran.

Langkah-langkah yang dilakukan seorang pengembang media menurut pustekom depdiknas adalah: (1) bedah kurikulum; (2) identifikasi media; (3) pengembangan naskah; (4) produksi; (5) penyempurnaan; (6) tes/uji coba; dan (7) reveisi. Dalam diagram tersebut, perbedaan model pustekom depdiknas dengan model sebelumnya adalah model pustekom depdiknas menawarkan tinjauan kurikulum sebagai latar belakang pengembangan media. Di samping itu, tahapan penyempurnaan setelah proses produksi tidak didasarkan dengan adanya proses evaluasi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Baca Juga:   Jenis-Jenis Penelitian Eksperimen

  1. Model Pengembangan Produk berupa Kurikulum

model-model pengembangan kurikulum adalah suaturancangan agar proses perencanaan kurikulum dapat menghasilkan rencana kurikulum yang luas dan spesifik.

Beauchamp mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum, yaitu:

  1. Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya.
  2. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber yang menjadi titik tolaknya.
  3. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik desain kurikulumnya.
  4. Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulum  serta interaksi dianatara proses tersebut.
  5. Setiap teori kurikulum hendaknya mempersiapkan ruang untuk dilakukannya proses penyempunaan.

Dalam pengembangan kurikulum ada beberapa model yang dapat digunakan. Setiap model memiliki kekhasan tertentu baik dilihat dari keluasan pengembangan kurikulumnya itu sendiri maupun dilihat dari tahapan pengembangannya sesuai dengan pendekatannya.

  1. Model Tyler

Pengembangan kurikulum model Tyler yang dapat ditemukan dalam buku klasik yang sampai sekarang banyak dijadikan rujukan dalam proses pengembangan kurikulum yang berjudul Basic Principles of Curriculum and Insturction.

Sesuai dengan bukunya, model pengembangan kurikulum Tyler ini, lebih bersifat bagaimana merancanng suatu kurikulum sesuai dengan tujuan dan misi suatu institusi pendidikan. Dengan demikian, model ini tidak menguraikan pengembangan kurikulum dalam bentuk langkah-langkah konkrit atau tahapan-tahapan secara rinci. Tyler hanya memberikan dasar-dasar pengembangannya saja.

Menurut Tyler ada empat hal yang dianggap fundamental untuk mengembangkan kurikulum. Pertama, berhubungan dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai; kedua,berhubungan dengan pengalaman belajar untuk encapai tujuajn; ketiga,pengorganisasian pengalaman belajar, dan ke empat, berhubungan dengan evaluasi.

Baca Juga:   Pengertian Statistik

  1. Model Taba

Model tab