Analisis Kebutuhan Proses Pembelajaran Di Laboratorium Atau Bengkel Diklat

Diposting pada

Pendahuluan            

Pembelajaran adalah proses interaksi pembelajar dengan pemelajar dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pemelajar agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu pembelajar agar dapat belajar dengan baik dalam hal memahami pelajaran.

Pembelajaran di laboratorium mempunyai tujuan utama yaitu mengajarkan materi teori yang tidak bisa diajarkan di tempat, menumbuhkembangkan kemampuan psikomotorik, dan membiasakan siswa dengan peralatan/instrumen dan perlengkapan praktikum.

Sesuai  dengan  perkembangan  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  proses pembelajaran bisa terjadi di mana saja, baik tempat yang didesain untuk berlangsungnya proses pembelajaran, maupun tempat yang tidak didesain secara khusus untuk proses pembelajaran. Laboratorium adalah tempat yang didesain untuk  terjadinya proses pembelajaran. Berbeda dengan  ruangan kelas,  laboratorium  biasanya  digunakan  untuk  kegiatan  pembelajaran  tertentu  yang bertujuan diantaranya untuk: (1) Pembuktian suatu konsep atau teori melalui eksperimen (percobaan), (2) Mendemonstrasikan suatu alat atau proses tertentu, (3) Mencari dan menemukan sesuatu melalui cara dan prosedur kerja tertentu.

Tujuan

  1. Untuk menganalisis kebutuhan proses pemebelajaran di laboratorium atau bengkel diklat.
  2. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan dan Pengembangan Lab/bengkel Diklat.

Topik Bahasan

Secara konvensional laboratorium sekurang-kurangnya dapat dibagimenjadi tiga kategori yaitu (Hachette, 1989).:

Baca Juga:   Perbedaan dan Persamaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Humanistik

  1. Tempat yang diatur dan dilengkapi dengan peralatan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan ilmiah (scientific) atau teknik, misalnya laboratorium Fisika, laboratorium Kimia, atau laboratorium Fotografi.
  2. Laboratorium Bahasa, yaitu tempat yang khusus diatur untuk pembelajaran khusus bahasa asing  dengan  bantuan  audio-visual.
  3. Laboratorium Ruang Angkasa yang dipergunakan untuk merealisasikan percobaan-percobaan ilmu pengetahuan tentang ruang angkasa.

Dari ketiga jenis laboratoium tersebut maka dalam pendidikan kejuruan kita akan memeperdalam mengenai laboratorium yang mudah diatur untuk pekerjaan ilmiah atau teknik. Proses analisis kebutuhan proses pembelajaran di laboratorium atau bengkel diklat perlu memeperhatikan beberapa hal:

  1. Jumlah peserta didik
  2. Jenis Laboraorium yang akan digunkan
  3. Peralatan Laboratorium:
  • Utama (bahan-bahan praktikum)
  • Penunjang (papan tulis atau white board, LCD, simulator, alat tulis, meja, kursi, dll)
  1. Keamanan Lab dan cara penggunaan alat.

Dari jumlah peserta didik kita dapat menentukan luas laboratorium, jumlah alat didalam lab, dan kebutuhan pendukung lainnya. Misalnya jumlah peserta didik 25 maka alat yang harus tersedia minimal adalah 25 sesuai dengan jumlah peserta didik. Kemudian jika peserta didik dalam praktikum maksimal 10 maka luas bangunan tidak memerlukan luas yang sama dengan jumlah peserta didik 25.

Jenis laboratorium menetukan model dan tata letak dari laboratorium. Diantaranya ada laboratorium komputer, PLC, mesin industri, mesin otomotif, boga, busana. Berdasarkan jenis labratorium tersebut maka dapat kita analisis kebutuhan lainya yang terkait.

Baca Juga:   Pendekatan Dalam Proses Pembelajaran

Peralatan laboratorium akan menentukan isi dari alat utama dan alat pendukung lainya. Misalnya laboratorium elektro untuk praktikum PLC maka alat-alat yang harus tersedia adalah PLC trainer, kabel jumper, meja praktek sejumlah peserta didik, dan sumber listrik. Untuk laboratorium mesin produksi maka alat yang tersedia adalah mesin bubut, frais, bor tangan, bor duduk, mesin las, meja dan kursi.

Keamanan dari masing-masing laboratorium beserta cara penggunaan alat berbeda menurut jenis laboratoriumnya, akan tetapi tujuan dari K3 pada masing-masing laboratorium sama yaitu menjamin keselamatan dan kesehatan kerja para penggunanya.

Proses pembelajaran di dalam Laboratorium selalu digunakan untuk praktikum. Dalam suatu praktikum biasanya didahului terlebih dahulu dengan teori atau tata cara prosedur praktikum. Contoh proses pembelajaran didalam laboratorium:

  1. Teori praktis untuk praktikum
  2. Tata cara prosedur praktikum
  3. Pemeberian jobsheet
  4. Proses kegiatan praktikum
  5. Evaluasi

Penutup

Pembelajaran di laboratorium mempunyai tujuan utama yaitu mengajarkan materi teori yang tidak bisa diajarkan di tempat, menumbuhkembangkan kemampuan psikomotorik, dan membiasakan siswa dengan peralatan/instrumen dan perlengkapan praktikum. Proses analisis kebutuhan proses pembelajaran di laboratorium atau bengkel diklat perlu memeperhatikan beberapa hal:

  1. Jumlah peserta didik
  2. Jenis Laboraorium yang akan digunkan
  3. Peralatan Laboratorium
  4. Keamanan Lab dan cara penggunaan alat.

Demikian artikel singkat tentang Analisis Kebutuhan Proses Pemebelajaran Di Laboratorium Atau Bengkel Diklat semoga dapat dijadikan referensi bagi anda, dan jika artikel ini bermanfaat silahkan share artikel ini. Terima Kasih

Baca Juga:   Pengertian Teks atau Naskah Drama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.